
Hari berlalu.
Pagi pun datang.
Tepat jam 9 pagi Selena Maiden datang ke kediaman Erzan.
Dia membawa banyak buah tangan, tak peduli jika nanti ini berguna atau tidak, namun Selena ingin menunjukkan ketulusannya pada keluarga ini.
Pertemuannya dengan Arra di masa lalu adalah sebuah berkah yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidup, rasa terima kasih itu terlalu besar sampai dia bingung bagaimana cara membalasnya. Saat ini Selena sudah terlepas dari dunianya yang kelam, hanya tinggal menikmati kesuksesannya sebagai seorang artis.
"Silakan tunggu di sini Nona saya akan panggilkan Nyonya Arra dan Tuan Erzan," ucap seorang pelayan yang menyambut kedatangan Selena. Wajah Selena sudah tidak asing lagi di rumah ini, namun tubuhnya yang terlihat lebih tinggi adalah perbedaan yang paling mencolok dengan Nyonya zaman dulu.
Beberapa pelayan pun ada yang mengintip, seolah kembali mengulang kejadian dulu saat sang Nyonya menyamar sebagai wanita itu.
"Baiklah aku akan tunggu di sini," jawab Selena pula. Dia duduk seorang diri di ruang tengah. Sesekali melirik ke arah tangga berharap Arra ataupun Erzan dan akan turun lebih cepat.
Namun tatapannya malah mengunci sesosok lain yang tidak dia kenal, seorang pria dewasa turun sambil menggendong Eleanor. Membuat mata Selena menyipit menatap lebih tajam, menerka Siapa orang itu, tapi ternyata Selena tidak mengenalnya.
"Emii goyeng!" pekik baby El saat dia melihat Selena duduk di kursi ruang tengah, wajah wanita cantik itu tidak asing bagi Eleanor, sering dia lihat di televisi sebagai bintang iklan salah satu mie goreng.
Sontak saja Selena bangkit, menyambut salah satu tuan dan nona muda rumah ini.
Sedangkan Austin terus melangkahkan kaki mendekat pada sang tamu, lengkap dengan tatapannya yang tak ramah.
Austin belum tahu jika selama ini Selena mengganti wajahnya dengan Selena Maiden. yang dia tahu hanyalah Arra mengoperasi wajahnya agar tidak dikenali oleh Erzan.
Bagi Austin, selama ini pula dia tidak asing dengan wajah wanita ini, meskipun Austin tidak tahu jika Selena adalah artis tapi dia sering melihat wanita ini keluar masuk di rumah Erzan.
Dulu Austin kira wanita ini adalah simpanan sang adik ipar.
Karena itulah kini Austin menatap Selena dengan tatapan permusuhan.
Dulu Selena pernah mendatangi dia dan mengaku sebagai temannya Arra, tapi ternyata wanita ini juga memiliki hubungan dengan suami adiknya.
"Selamat pagi Tuan, selamat pagi Nona Muda," siapa Selena dengan sangat ramah, dia menundukkan kepalanya kecil dan tersenyum.
Sementara Austin malah bergajah menatap jijik.
"Untuk apa datang ke rumah ini? pergilah jika hanya ingin membuat keributan," usir Austin.
Tapi mendengar kalimat pengusiran itu, membuat Selena mengerutkan dahi. Siapa orang ini berani membuat perintah di rumah Erzan, bahkan pelayan pun sudah mengatakan padanya untuk menunggu.
"Maaf, Anda siapa?" tanya Selena, dengan raut wajah yang menatap bingung pada Austin.
Dan mendengar pertanyaan itu membuat Austin menganga, tak menyangka jika wanita murahaan ini akan berpura-pura untuk tidak mengenal dia.
"Cih, sombong sekali kamu ya?" kesal Austin, jaman dulu Selena bahkan sampai memohon padanya hanya untuk sekedar bertemu.
"Maaf, tapi memang saya tidak mengenal Anda. Dan satu lagi, saya sudah membuat janji temu dengan Nyonya Arra dan Tuan Erzan."
"Pergi."
"Tidak."
Keduanya saling tatap dengan tatapan sengit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yang punya rumah sebelah mampir juga ke ceritaku di sana ya, Fizzzzo
Judulnya : Menikah dengan suami yang kejam