Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 77 - Cemburu



Saat Erzan sudah menyentuh dia, Arra selalu hilang kendali. Erzan selalu mampu menghanyutkannya dalam sentuhan itu.


Kedua insan ini sama-sama menutup matanya, sama-sama saling mendekap erat dengan bibir yang menyatu, saling bergerak dengan lembut.


Cukup lama mereka berpaut hingga akhirnya ciuman itu terlepas, Erzan lantas menyapu bersih bibir Arra yang basah menggunakan ibu jari nya.


"Latihan yang bagus," ucap Erzan, kecupan singkat kembali dia berikan di atas bibir Arra yang mencebik.


"Ayo turun."


Erzan menggandeng tangan Arra ketika mereka keluar dari dalam kamat. Arra yang berada di belakang pria ini pun terus menatap tangannya yang berada di dalam genggaman Erzan.


Lagi-lagi ada perasaan menghangat yang dia rasakan di dalam hati. Diam-diam bibirnya pun tersenyum. Tangan Arra yang awalnya pasrah, kini pun ikut menggenggam.


Mereka berdua menuruni anak tangga, Arra melihat dengan jelas beberapa pelayan yang terlihat terkejut melihat kedekatannya dan Erzan.


Membuat Arra ingin melepas genggaman mereka, tapi Erzan menahannya kuat.


Arra baru sadar jika dia adalah Selena Maiden.


"Zan lepas!" Arra menarik tangannya kuat, entah kenapa hatinya yang tadi menghangat kini jadi terasa tak menentu. Ketika dia mulai menyadari tidak seharusnya mereka begini.


Dia bukan Arra.


Mendadak Arra merasa cemburu pada Selena dan kesal pada Erzan. Keegoisan itu tiba-tiba muncul begitu saja.


Dan Erzan sangat memahami itu, membuatnya semakin yakin jika wanita ini adalah istrinya, Arrasya Tifany.


"Apa kamu ingin aku memecat semua pelayan disini?" tanya Erzan, mendengar itu Arra langsung menganga.


"Gila!" balas Arra, tangannya yang sedari tadi berontak kini mulai kembali tenang.


Akhirnya Arra hanya bisa pasrah jadi pusat perhatian semua orang, mereka terus saling bergandengan tangan sampai akhirnya tiba di meja makan.


Disana mereka Langsung bertemu dengan Eudora.


Eudora langsung menatap tajam Selena. Dilihatnya wanita tidak tahu malu itu menunduk takut, tidak berani bersitatap dengan dia.


Dasar wanita tidak tahu diri, lihatlah, aku akan memberikan pelajaran yang lebih daripada tadi. Batin Eudora, tapi sebisa mungkin dia selalu menampilkan senyuman ketika ada Erzan.


Bagaimana pun Erzan mengenalnya sebagai wanita lemah lembut, penuh sahaja.


Disaat Erzan dan Selana duduk, Eudora pun mengambil kursinya.


Saat itu Arra langsung fokus pada baby El yang sedari tadi bersama Anya.


"Pelan-pelan sayang," ucap Arra, dia juga menghapus sisa makanan di sudut bibir sang anak. Menghapus menggunakan ibu jarinya.


"Zan, biar ku ambilkan makanan untuk mu," tawar Eduroa, saat Selena sibuk dengan baby El, dia akan mengambil perhatian Erzan.


"Tidak perlu," tolak Erzan, dengan sendirinya dia pun menyiapkan sarapannya sendiri. Lalu malah menyerahkannya pada Arra.


"Untuk mu," ucap Erzan, dia meletakkan piring penuh lauk itu untuk sang istri. Selama ini Erzan takut Arra tidak makan dengan baik, maka kini akan dia layani sebaik mungkin.


Bukan hanya Eudora yang terkejut dengan sikap hangat itu, bahkan Arra pun merasakan keterkejutan yang sama.


Ini terlalu indah jika hanya sekedar untuk bersandiwara di depan Eudora.


"Terima kasih Zan."


"Makanlah yang banyak, aku suka melihat tubuh mu yang berisi."


Arra mengangguk patuh, dia tidak sadar jika Eudora menatapnya dengan tatapan benci.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...