
"Duduk," ucap Erzan tiba-tiba hingga membuat Arra bingung. Dia sedang menimang Eleanor tapi Erzan malah memintanya untuk duduk.
Sedari tadi Erzan sudah coba untuk mengacuhkan luka di kaki Selena, mencoba tidak peduli pada apapun yang dialami oleh wanita itu.
Tapi kini entah kenapa dia tidak lagi bisa acuh, bercak merah dilantai itu sungguh mengganggu baginya.
Dan melihat Selena yang tak mau patuh, Erzan pun menarik wanita yang tengah menggendong anaknya ini hingga terduduk di atas sofa.
"Apa tiap bicara dengan mu aku harus bicara 2 kali?" sindir Erzan, sulit sekali bicara dengan Selena. Sama seperti Arra yang tidak pernah mau mendengar ucapannya.
Hah! Arra, kamu membuatku gila. Batin Erzan, satu yang dia yakini, kerinduannya pada Arra membuatnya teringat terus meski melihat wanita lain.
Erzan pun segera mengambil kotak obat dan berjongkok di depan Selena.
Arra lantas dengan segera memundurkan kaki, tidak ingin disentuh.
"Lihat lantai ini, ternoda dengan darah mu!" geram Erzan, dia ingin mengobati namun Selena tetap saja keras kepala.
Dan mendengar ucapan Erzan itu, Arra langsung mengamati lantai. Ternyata benar, banyak bercak darah disana.
Melihat itu Arra hanya diam saat Erzan menarik kaki kirinya, meletakkan kaki itu di pangkuan pria dingin ini dan Erzan mulai mengobati.
Karena Eleanor sudah tidur, kamar jadi terasa begitu sunyi, kemudian terdengar sobekan hansaplas yang dilakukan oleh Erzan, lantas membalut luka Selena hingga tertutup rapat.
"Hanya malam ini, tidurlah disini." ucap Erzan, dia tahu Eleanor pun menginginkan hal itu.
Dan setelah mengatakan itu Erzan keluar dari dalam kamar sang anak. Meninggalkan Selena dan Eleanor berdua.
"Tetap jaga pintu kamar ini, jangan biarkan wanita itu kabur lagi."
"Baik Tuan," jawab Leo.
Saat ini sudah jam 3dini hari, namun diantara mereka belum ada yang terlelap.
"Apa ada sesuatu yang aku lewatkan tentang informasi Selena Maiden?" tanya Erzan, kini dia sudah duduk di kursi kerjanya dan Leo berdiri tegap di hadapan.
"Maaf Tuan, apa maksud Anda?"
"Saat menyelidiki Selena Maiden di Rumah Sakit Royal Dude, apa ada informasi yang tidak kamu sampaikan padaku tentang wanita itu?"
Leo lantas menceritakan semua informasi lengkap yang telah dia dapat, mengatakan semua tanpa tertinggal satu pun. Bahkan ada beberapa informasi tambahan lainnya pula yang dia dapatkan.
Tentang Selena Maiden yang saat itu menjalani operasi plastik, tentang Selena Maiden yang dikabarkan mengalami keguguran.
Saat itu Selena masuk ke rumah sakit Royal Dude bertepatan dengan waktu Arra hilang bagai ditelan bumi.
Leo menyampaikan semua itu seolah saling menghubungkan diantara keduanya.
"Satu lagi Tuan, pelanggan terakhir nona Selena juga memberhentikan nona Selena di jalan tak jauh dari ponsel Nyonya Arra yang rusak."
Erzan terdiam, diantara Arra dan Selena ada sebuah kebetulan yang tak biasa.
Selena keguguran dan Arra melahirkan, lalu kini Eleanor begitu mudahnya dekat dengan wanita itu.
"Dan satu lagi Tuan, maaf harus mengatakan ini. Tapi Nona Selena, memiliki banyak kemiripan dengan Nyonya Arra."
Leo lantas membuka ponselnya, menunjukkan wajah Selena yang dulu dan yang saat ini. Di berbagai sisi Selena kini terlihat jelas seperti Arra. Bukan Selena yang dulu.
"Apa Selena mengambil wajah Arra?"
"Maaf Tuan, ini seperti nyonya Arra lah yang mengambil wajah nona Selena."