
Pertemuan ini adalah pertemuan pertama kali diantara Arra dan Eudora setelah waktu berlalu cukup lama.
Arra bahkan masih mengingat dengan jelas semua perkataan kasar dan perlakuan buruk yang dia dapatkan dari Eudora.
Tunangan sang suami.
Cih! dia bukan lagi suami ku, aku juga sangat yakin jika Erzan sudah mengurus perceraian kami. batin Arra.
Mengingat Erzan dan Eudora yang selalu bersama membuatnya benci. Keluarga inilah yang membuat hidupnya hancur, membuatnya berakhir hidup dengan jati diri wanita lain dan terpaksa berpisah dengan anaknya.
Mengingat itu semua Arra lantas membalas tak kalah tajam tatapan Eudora, kali ini dia tidak akan kalah.
Dan melihat wanita asing itu membalas tatapannya, membuat Eudora berdecih. Dia masuk ke dalam kamar dengan langkah kaki lebar.
"Siapa nama mu?" tanya Eudora, dia melipat kedua tangan didepan dada, bertanya dengan nada angkuh.
Ingin wanita ini tahu bahwa di rumah ini dia lah nyonya nya, sementara wanita ini hanya seorang pengasuh. Tidak ada bedanya dengan pembantu.
"Kamu yang siapa? sembarangan sekali masuk ke dalam kamar ku tanpa permisi, seperti seorang pencuri." Balas Arra, dia melangkah satu kali dan membuatnya begitu dekat dengan Eudora. Arra membalas tatapan itu lebih tajam.
Seketika Eudora mundur, dia bahkan menelan ludahnya dengan kasar. Aura wanita ini sungguh mengerikan.
Sesaat Eudora memang merasa takut, namun ketika ingat dialah nyonya nya. Kesombongan itu kembali menguasai.
Tapi sayang, saat dia hendak kembali buka suara. Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam kamar itu dan memotong pembicaraan mereka.
Dia adalah Leo.
"Maaf Nona Eudora, kamar ini adalah milik Nona Selena. Anda silahkan menggunakan kamar yang ada di lantai 1," ucap Leo.
Erzan memang sengaja mengizinkan Eudora untuk tinggal di rumah ini.
Selama ini Eudora selalu bersama dengan Arra. Erzan meyakini jika kedua wanita itu adalah sahabat.
Dan mendengar ucapan Leo itu membuat Eudora mengepalkan tangannya kuat, sementara Arra langsung tersenyum miring.
"Leo, katakan pada wanita ini jangan lagi sembarangan masuk ke kamar ku. Aku juga butuh privasi," ucap Arra, kini dia yang melipat kedua tangannya di depan dada. Gantian angkuh.
"Baik Nona, maafkan nona Eudora, dia belum tahu jika Anda tinggal di rumah ini. "
"Leo! jaga ucapanmu! aku tidak sudi meminta maaf pada wanita Ini!" kesal Eudora. Bagaimana bisa malah dia yang seolah meminta maaf. Cih! sampai kapanpun Eudora tidak akan sudi.
"Silahkan anda pergi Nona, sekarang waktunya nona Selena beristirahat," ucap Leo lagi, bukannya membuat amarah Eudora mereda namun ucapan Leo itu malah membangkitkan kemarahannya.
Awas kamu ya Leo, akan ku buat perhitungan dengan mu juga.
Tanpa banyak kata lagi Eudora segera pergi sana. Dia benar-benar muak denga kedua orang itu.
Melihat betapa Leo sangat melindungi wanita itu membuatnya yakin bahwa Leo dan Selena memiliki hubungan.
"Akan ku buat nama kalian berdua buruk di mata Erzan!" gumam Eudora dengan kekesalan yang luar biasa.
Dia turun ke lantai 1 dan menuju salah satu kamar disana.
Sementara di kamar Arra, Leo segera pamit keluar. Namun langkah kakinya terhenti saat Arra kembali memanggil.
"Leo, boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Arra, Leo kembali berbalik dan sedikit menundukkan kepalanya hormat.
"Silahkan Nona."
"Siapa wanita itu tadi?"
"Beliau adalah Nona Eudora, sahabat tuan Erzan dan istrinya."
Arra membuang nafasnya kasar.