Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 56 - Keras Kepala



Selesai makan siang Arra naik ke lantai 2, dia langsung mendatangi kamar Eleanor. Sudah dia tebak pasti Erzan sedang berada di sana.


Arra membuka pintu itu dan langsung tersenyum lebar, karena tebakanya benar.


Erzan ada disini dan sedang menggendong baby El yang sepertinya baru bangun tidur, matanya masih terlihat sayu tapi sudah memeluk sang ayah.


Arra menghampiri, berdidi persis disebelah ayah dan anak ini.


"Berikan Eleanor padaku, kamu belum makan siang kan?" ucap Arra sekaligus bertanya. Namun mendengar pertanyaan itu membuat Erzan mengerutkan dahinya heran.


Ini adalah kali pertama Selena berbicara lembut padanya, selama ini Selena selalu berbicara dengan suaranya yang tinggi.


Erzan tidak tahu jika misi untuk menggoda sudah dimulai oleh Arra.


"Berikan, malah diam saja," pinta Arra lagi, dia semakin dekat dan mengulurkan kedua tangannya. Tapi Erzan tidak mau, dia masih rindu.


"Apa mau makannya ku suapi?" tanya Arra, menatap dengan kedua matanya yang bulat dan terlihat begitu polos.


Membuat Erzan semakin curiga pada wanita.


"Apa kamu baru saja melakukan kesalahan, katakan?" titah Erzan, pria dingin ini tetap memasang wajahnya yang datar dalam situasi apapun. Sungguh menyebalkan.


"Anya, buatkan susu untuk Eleanor. Dan Hera, tolong turunlah ke lantai 1, minta Eudora untuk menyiapkan makan siang Erzan dan bawa ke kamar ini."


"Baik Nona," jawab Hera dan Anya bersamaan.


Sementara Erzan tidak sempat menolak. Anya dan Hera sudah melaksanakan perintah dari Selena. Bahkan sebelum mendapatkan persetujuan dari dia.


Dan di lantai 1, Eudora merasa bahagia sekali saat Hera memintanya menyiapkan makan siang untuk Erzan.


Tanpa mengulur waktu lagi dia segera menyiapkan makanan itu dan mengantarnya ke kamar Eleanor.


Namun kebahagiaan Eudora langsung sirna saat dia melihat ada Selena pula di kamar ini.


Bahkan wanita itu duduk disebelah Erzan yang sedang memangku Eleanor. Mereka berdua duduk berdampingan di sofa, menyaksikan baby El yang tengah meminum susunya.


"Nah makanannya sudah datang, terima kasih Eudora," ucap Arra dengan riangnya, dia mengambil nampan berisi makan siang itu dan membawanya ke meja.


Sementara Eudora tergugu, Erzan pun tidak menawarinya untuk duduk.


"Buka mulut mu."


"Aku bisa makan sendiri."


"Jangan menolak kebaikan orang lain."


"Aku tidak memintanya."


"Buka mulut!"


Tapi Erzan tidak biasa melakukan itu, dia tetap menutup mulutnya rapat. Juga menatap Selena yang saat ini terlihat aneh.


Mereka berdua tidak memiliki hubungan yang baik, bahkan terkesan buruk.


Tapi kenapa siang ini tiba-tiba Selena ingin menyuapi dia makan? seperti ada maksud.


"Buka mulut mu."


"Aku bisa makan sendiri."


"Sangat keras kepala."


"Dekatkan saja piring itu."


Arra mencebik, dia kembali meletakkan sendok yang dia pegang dan mendekatkan piring nya pada Erzan.


Akhirnya Erzan makan sendiri, dengan piring yang Arra pegangi.


Namun seperti itu saja sudah membuat Eudora merasa terbakar hatinya.


Erzan bahkan tidak pernah bicara sebanyak itu ketika bersama dengan dia. Tidak pernah duduk sedekat itu dan tidak pernah menatap sedalam itu.


Kedua mata Eudora terasa panas, ada air bening yang siap tumpah.


Tatapannya kemudian beralih pada Selena, dia akan membalas untuk rasa sakit hati ini.