Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 42 - Bayaran Mahal



Erzan menatap wanita itu dengan tatapan marah. Dia masih belum tahu dengan pasti siapa wanita dihadapannya ini.


Arra kah atau Selena?


Leo benar-benar membuatnya bingung.


Juga kenapa Eleanor begitu tenang di dalam dekapan wanita itu.


Arght! Erzan mengepalkan tangannya kuat.


Andai itu adalah Arra, dia tak tahu bagaimana harus bersikap. Arra sudah terlalu jauh mengambil langkah, bahkan sampai berani mengubah wajahnya sendiri.


Dia ingin marah namun sekuat tenaga Erzan tahan. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk memberi hukuman. Saat ini adalah waktunya mereka bernegosiasi.


Erzan lantas duduk di hadapan Arra, masih menatap dengan tatapannya dengan ingin.


"Berapa bayaran mu bekerja di perusahaan itu?" tanya Erzan, sebuah pertanyaan yang membuat Arra mengerutkan dahi.


Karena tiba-tiba Erzan membahas tentang pekerjaannya.


"Aku akan membayarmu 3 kali lipat, jadilah pengasuh Eleanor selama 1 bulan."


Kedua mata Arra mendelik, dia sungguh terkejut dengan tawaran yang diberikan oleh Erzan.


"Apa maksud mu?" tanya Arra, akhirnya dia buka suara setelah beberapa detik merasa bingung.


"1 bulan ini aku punya pekerjaan penting karena itulah aku akan banyak meninggalkan Eleanor. lalu Kulihat dia begitu tenang denganmu," terang Erzan.


Bagaimanapun caranya dia harus menahan wanita ini agar tetap tinggal di sini, sampai Leo mendapatkan hasil tes DNA itu.


Arra terdiam, masih coba memahami ucapan Erzan. 1 bulan tinggal di sini bersama Eleanor bukanlah keputusan yang buruk.


Tapi bagaimana jika Erzan kembali menyiksanya ketika dia tidak memberitahukan di mana keberadaan Arra?


"Aku tidak tahu keberadaan Arra, jangan gunakan Eleanor untuk menahan ku di rumah ini," jawab Arra, dia tidak mau masa lalunya kembali terulang.


"Aku pergi untuk mencari istriku, aku sudah tidak butuh jawaban mu lagi. Yang aku butuhkan adalah pengasuh Eleanor."


Arra kembali terdiam, memikirkan bagaimana baiknya.


Jika Erzan pergi untuk mencari dia, pasti Erzan akan sering meninggalkan rumah ini. Membuatnya lebih leluasa.


Dia juga masih punya mimpi untuk membawa Eleanor pergi.


"Dan satu lagi, Aku tidak mau jika hanya dibayar 3 kali lipat. Aku mau bayaran 5 kali lipat," timpal Arra, dia tahu Erzan mampu melakukan itu. Dia hanya ingin membuat Erzan kesal.


Bahkan saat mengatakan itu Arra tersenyum menyeringai.


Dimata Erzan, wanita ini benar-benar seperti wanita malam yang haus akan uang. Bukan seperti istrinya, Arra.


Tebakan mu salah Leo, wanita ini benar-benar Selena Maiden.


"Berikan Eleanor padaku," pinta Erzan.


Disaat Eleanor sedang bersama ayahnya, Leo mengantarkan Arra untuk mendatangi kamar yang akan Selena tempati selama berada di rumah ini.


Kamar yang juga berada di lantai dua, di samping ruang kerja Erzan.


Awalnya Arra meminta untuk dia tinggal di kamar Eleanor saja, tapi saat Leo mengatakan jika di kamar itu dipasang CCTV membuat Arra mengurungkan niat.


Dia butuh privasi juga.


"Ini kamar anda Nona."


Arra mengangguk, kemudian masuk dan menatap benci pada kamar ini.


Kamar ini adalah kamar yang selalu ditempati oleh Eudora ketika sedang menginap disini.


Menjijikkan.


"Leo, boleh aku meminta sesuatu?"


"Katakan Nona."


"Ganti semua perabot yang ada dikamar ini, apalagi ranjang itu. Aku tidak terbiasa menggunakan yang bekas."


Sesaat Leo terperangah, sampai akhirnya dia mengangguk patuh.


"Baik Nona."