Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 35 - Suara Lembut



"Lepas!" pekik Arra.


Dan benar saja, Erzan melepaskan cekalannya dan melempar Arra masuk ke dalam mobil.


Sementara dia langsung duduk di kursi kemudi dan melaju keluar dari area parkir Five Season Hotel.


"Dasar pria badjingan! hentikan mobilnya!"


"Hentikan bodoh!"


"Hentikan!"


Sebanyak apapun Arra berteriak dan mengumpat namun mobil itu terus melaju menuju kediaman Erzan.


Pria ini akan kembali membekap Selena, hingga dia buka suara tentang dimana istrinya berada.


Erzan sudah kehilangan arah, jalannya sudah buntu dan hanya melihat Selena sebagai satu-satunya jalan menuju Arra.


"Aku tidak mau turun!" teriak Arra saat Erzan menariknya keluar dari dalam mobil. Arra bahkan menendang Erzan namun tetap tak membuat pria ini tumbang.


Arra ingin menggunakan cara yang sama untuk melawan Richard, dia mengigit lengan Erzan kuat, berharap pria ini akan kesakitan dan dia bisa kabur.


Tapi bukannya merasa sakit, Erzan malah seolah memberikan tangan itu. Dia justru membeku di tempatnya berada.


Kejadian ini malah membuatnya ingat akan Arra. Disaat Arra selalu mengigit para pelayan yang hendak menenangkannya ketika Arra berniat menggugurkan kandungan.


Disaat Selena melepaskan gigitannya, Erzan kembali menarik Selena keluar.


"Aw! kakiku sakit bodoh!" pekik Arra, kakinya yang polos mulai terasa pedih.


"Apa begitu cara mu menggoda Pria? dengan melepas sepatu?"


"Pria badjingan!"


Erzan langsung menggendong Selena di pundaknya. Tiap kali Selena memakinya entah kenapa dia tidak merasa marah.


Ada perasaan yang tak bisa dia gambarkan.


"Lepas!"


Erzan membawa Selena ke lantai 2 dan kembali berniat mengurung wanita ini di ruang kerjanya.


Namun langkah kaki Erzan teehenti saat mendengar suara Eleanor yang menangis.


"Ini pasti gara-gara suaramu yang berisik," ucap Erzan.


Seketika teriakan Arra pun terhenti, dia menurut saat Erzan menariknya masuk ke kamar Eleanor.


Ada 2 wanita disana, yang tidak Arra kenal. Erzan lalu mengikat kedua tangan Selena di kepala ranjang yang ada di kamar ini. Membuat Selena tak bisa kabur saat dia memegang Eleanor nanti.


Hera dan Anya yang melihat tindakan tuannya itu pun hanya saling pandang, heran namun tak berani berbuat apa-apa.


Mereka diam saja melihat seorang wanita yang diikat di ranjang.


"Berikan pada ku," ucap Erzan, meminta Eleanor pada Anya. Sang anak yang menangis dengan mata terpejam.


Pasti Eleanor tadi masih tidur namun merasa terganggu dengan teriakan Selena.


"Sst sst sst, tenanglah sayang, ini daddy," ucap Erzan lembut, sangat lembut hingga Arra tak menyangka suara itu keluar dari mulut Erzan.


Arra terpaku, tatapannya terus terkunci pada Erzan dan Eleanor yang terus menangis.


Dia bahkan tak sadar jika Hera dan Anya terus memperhatikan dia. Kedua wanita ini mulai menyadari jika wanita yang terikat itu adalah Selena Maiden, artis yang baru-baru ini sedang naik daun.


"Ma-maaf Tuan, coba minta Nona itu untuk menggendong nona muda, mungkin baby El akan tenang," ucap Hera, dia ingat kejadian kemarin saat Eleanor menangis menunjuk wanita cantik ini.


Mendengar itu kedua mata Arra membola, tiba-tiba jantungnya bergemuruh hebat.


Dia tak kuasa untuk memeluk sang anak. Ada perasaan rindu yang tak tertahan, juga perasaan bersalah yang luar biasa.


Sementara Erzan langsung menatap Selena, dengan tatapan yang entah ...