
Jam 2 siang Erzan mengajak Arra dan semuanya untuk pulang. Saat itu baby Eleanor juga sudah bangun dari tidur.
Di langkah kaki Arra yang terlihat bingung, Erzan menggenggam tangannya erat.
Arra yang merasa gamang tanpa sadar menepis tangan Erzan. Membuat langkah mereka akhirnya sama-sama terhenti di depan pintu cafe.
"Aku hanya akan mengantar mu sampai di bawah. Aku tidak bisa ikut kalian pulang," ucap Erzan, dia memang masih memiliki urusan di luar. Bahkan mungkin dia akan pulang larut malam.
Leo sudah menunggu kedatangannya.
"Kamu mau kemana?" tanya Arra pula, seketika hati nya kembali merasa takut. Sesaat bahkan hatinya seperti teremat. Dalam benaknya langsung berpikir bahwa Erzan akan menemui Arra yang entah siapa.
"Aku akan bertemu dengan Leo."
"Ada urusan apa?" tanya Arra dengan nada tidak sabaran.
Tapi Erzan tidak menjawab, hanya menatap lekat kedua mata Arra yang membola.
Kenapa sulit bagi mu untuk mengakui ini semua Arra? tanya Erzan di dalam hatinya.
"Kamu ingin turun sendiri?" tanya Erzan, mengalihkan pertanyaan Arra yang tadi.
Dan Arra hanya diam, mendadak lidahnya kelu untuk menjawab.
Saat itu juga Erzan putuskan untuk mereka berpisah. Erzan turun pergi lebih dulu setelah dia mencium baby El. Sementara Arra masih berada di tempat yang sama sampai akhirnya Erzan menghilang dari pandangan.
Turun ke lantai 1, Erzan langsung di sambut oleh sang supir. Supir itu membuka kan pintu belakang untuk Erzan dan setelahnya mereka pergi dari sana.
Dalam perjalanannya Erzan terus terpikirkan akan Arra. Jujur saja dia sedikit kecewa, karena istrinya itu masih saja kukuh untuk menyembunyikan ini semua.
Sebuah kebenaran disembunyikan hanya untuk membohongi dia.
Di luar sana Leo langsung membuka kan pintu untuk sang Tuan.
"Mari Tuan," ucap Leo, meminta sang tuan untuk mengikuti langkahnya.
Leo memimpin jalan, mereka berdua masuk ke dalam lobby Five Season Hotel.
Menaiki lift dan berhenti di lantai 20 hotel ini.
Erzan akan bertemu dengan Selena Maiden. Pagi tadi Leo membawanya kembali ke kota. Sebelumnya Leo pun sudah menceritakan semuanya pada Selena, tentang sang Nyonya yang menemui Selena di suatu malam 1 tahun lalu.
Awalnya Erzan memang ingin menunda untuk menemui wanita ini, tapi ternyata dia tidak sanggup. Erzan ingin masalah ini semua selesai dengan cepat, tentang istrinya yang memakai identitas orang lain.
Leo lantas menghentikan langkahnya ketika sudah sampai di salah satu kamar. Menekan beberapa angka sebagai password kamar itu dan terdengar bunyi Ting tanda terbuka.
Leo membuka lebar pintu itu dan mempersilahkan Erzan untuk masuk.
Dengan langkah lebar Erzan berjalan hingga tiba di ruang tengah. Tatapannya langsung terkunci pada seorang wanita yang duduk di salah satu sofa.
Wanita itu bahkan langsung bangkit ketika melihat kedatangannya. Dia tersenyum lalu menundukkan kepalanya kecil sebagai bentuk hormat.
Wanita itu adalah Selena Maiden yang asli.
"Selamat siang Tuan, perkenalkan nama saya adalah Selena Maiden," ucap Selena.
Entah kebetulan atau bagaimana, suara mereka berdua pun terdengar sama.
Saat Erzan melihatnya, sesaat dia langsung teringat akan Arra yang kini pasti sudah tiba di rumah. Jantungnya tidak berdebar, tapi hati nya merasa sakit sekali.
Semakin melihat Selena Maiden seolah semakin menunjukan betapa Arra sangat ingin kabur dari dia.