Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 46 - Pemandangan Yang Selalu Diimpikan



Malam tiba.


Saat makan malam, Arra lebih dulu menyuapi baby El. Mereka tidak berada di ruang makan, melainkan di ruang tengah.


Biasanya baby El akan makan malam bersama dengan Erzan, sama-sama duduk di meja makan dan Anya menyuapi.


Tapi entah kenapa malam ini Eleanor menolak, dia terus berada di gendongan Selena dan meminta pergi ke ruang tengah, makan sambil menonton televisi.


"Lihatlah Er, belum apa-apa wanita itu sudah memberi pengaruh buruk untuk Eleanor. Anak kecil itu sejak kecil harus dididik makan di meja makan," ucap Eudora, dia bicara dengan suaranya yang begitu lembut. Menunjukan sisi ke ibuanya pada Erzan.


Tapi sungguh Erzan tidak peduli, terserah Eleanor mau seperti apa yang penting anaknya itu makan.


Erzan tidak menanggapi ucapan Eudora, dia bahkan terkesan tidak peduli dan terus memakan makan malamnya.


Sementara Eudora yang sudah begitu menghafal sikap Erzan, tidak merasa terganggu sedikitpun dengan tanggapan itu.


Yang terpenting baginya adalah Erzan mendengarkan ucapan dia.


Saat itu Erzan lebih dulu selesai, tanpa banyak kata dia langsung pergi dari sana. Meninggalkan Eudora dan menghampiri sang anak di ruang tengah.


Dilihatnya Selena yang tengah memangku sang anak sambil bernyanyi sesuai dengan lagu yang sedang mereka putar di televisi, sementara Anya sesekali menyuapi baby El.


Saat itu Eleanor terus tertawa merasa bahagia, bahkan dia sendiri sampai tidak sadar jika sudah sangat banyak menghabiskan makanan.


"Nona, makanannya sudah habis," ucap Anya.


"Berikan minumnya."


"Baik Nona."


"El, ayo minum air putih mu dulu. Jangan tertawa dulu ya, minum pelan-pelan."


Interaksi antara Selena dan Eleanor itu tak lepas dari pengamatan Erzan, sedari tadi dia terus berdiri mengamati tidak jadi menghampiri mereka semua.


Dan melihat pemandangan itu Erzan membuang nafasnya kasar.


Tentang Selena? Arra? dan kemungkinan jika kedua orang itu adalah sama.


"Maaf Nona, biar baby El saya yang pegang. Anda makan malam dulu," ucap Anya, dia biasa bergantian dengan Hera tentang ini.


"Aku belum lapar Anya, sepertinya El juga sudah mengantuk. Biar ku pangku dulu dia," tolak Arra.


Anya hanya bisa mengangguk patuh kemudian membereskan semua peralatan makan dan mainan Baby El yang berserak di sana.


Lalu saat hendak pergi alangkah terkejutnya Anya ketika melihat Erzan di belakang mereka. Menatap dengan tatapan yang entah.


Anya lantas menundukkan kepala memberi hormat dan segera berlalu.


Meninggalkan Selena dan Eleanor berdua dalam pengawasan sang tuan.


Dilihat oleh Erzan, Selena yang mengecilkan volume televisi menggunakan remote. Sambil duduk seperti itu tubuh Selena terlihat sedikit bergoyang untuk menimang, tangannya juga menepuk-nepuk tumbuh Eleanor dengan lembut.


Erzan terpaku, pemandangan ini adalah pemandangan yang selalu dia impikan. Melihat Arra yang menghabiskan waktunya bersama Eleanor.


"Erzan," panggil Eudora, dia heran melihat Erzan yang berdiri disini.


Tapi bukannya menjawab panggilan itu Erzan malah memberi isyarat Eudora untuk diam.


Dan Eudora menurut, dia lantas mengikuti kemana arah pandang Erzan. Melihat Selena dan Eleanor di depan sana.


Lagi-lagi kekesalan Eudora terpancing. Dia benci sekali situasi seperti ini, saat dia tidak bisa melampiaskan kemarahannya.


Karena di depan Erzan dia harus selalu terlihat patuh dan baik.


Tidak berselang lama setelah itu Baby El benar-benar tertidur. Arra lantas ingin memindahkan sang anak ke dalam kamarnya. Tapi tangan dan kakinya tiba-tiba kram.


Saat berdiri dia nyaris jatuh, namun untunglah Erzan menahan tubuhnya dengan sigap.


Deg!