Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 36 - Siapa Kamu?



"Aku tidak akan membiarkan Eleanor disentuh oleh wanita itu," ucap Erzan, menjawab ucapan Hera dengan suaranya yang dingin dan tatapan mematikan.


Sementara Arra yang mendengar kata-kata itu hanya mampu menelan ludahnya kasar, dia menatap nanar pada sang anak yang terus menangis di gendongan Erzan.


Tubuh Eleanor bergerak tak tenang, tangisnya memekik hinhga suara itu nyaris habis. Beluk lagi wajahnya yang merah padam.


Tangis yang membuat hatinya begitu pilu.


Sementara Hera dan Anya tak mampu berbuat apa-apa.


Erzan berusaha sendiri menangkan sang anak, tapi bukannya tenang tangis Eleanor malah semakin pecah.


Arra tak mampu lagi menahan diri, dia sungguh tak kuasa mendengar tangisan itu. Bukan telinganya yang pecah, namun hatinya yang hancur.


"Erzan!" pekik Arra dengan suaranya yang bergetar, untuk pertama kali nya dia memanggil nama pria iblis itu.


"Berikan anak itu padaku!" teriak Arra lagi, kedua matanya sudah nampak merah. Mungkin Erzan melihatnya sebagai mata yang penuh amarah, namun bukan, itu adalah mata yang menahan air mata agar tak tumpah.


"Cih, bisa apa wanita seperti mu."


"Berikan anak itu padaku!"


"Tidak akan pernah!"


"Apa kamu ingin membuatnya sakit? menangis seperti itu tidak baik untuknya bodoh!" pekik Arra, dia sampai berucap kasar ingin perdebatan ini segera berakhir, dia ingin Eleanor segera tenang.


Hera dan Anya sungguh terperangah, hanya wanita bernama Selena inilah yang berani memaki tuannya.


Dan setelah kata bodoh itu menggema, sesaat suasana di kamar ini jadi hening. Hanya ada tangis Eleanor yang terdengar disana. Juga tatapan Erzan dan Arra yang seolah saling bicara.


Sampai akhirnya Erzan melangkahkan kakinya mendekati wanita sialan itu. Tanpa melepaskan ikatan tali Selena, Erzan duduk di samping wanita ini.


Mendekatkan baby Eleanor hingga berada di pangkuan Selena.


Seketika tangis Eleanor mereda, tangis yang memekik tadi berubah jadi sesenggukan.


Dan melihat wajah sang anak yang merah, membuat Arra mengigit bibir bawahnya kuat. Berulang kali dia berkedip, menahan agar air matanya tidak tumpah.


Kamu merasakan kehadiran mommy kan?


Eleanor menggeliat, seolah ingin lebih dekat.


Erzan dan semua orang tercengang, mereka seperti melihat sebuah keajaiban, ketika tangis seorang bayi langsung terhenti ketika dia bertemu dengan orang yang tepat.


Ibu nya.


Erzan menggeleng pelan, tidak mungkin Eleanor memiliki ikatan dengan wanita ini.


"Lepaskan tanganku," ucap Arra lirih, suaranya pelan sekali.


Namun berhasil membuat jantung Erzan bergetar.


Suara lirih itu terdengar seperti rintihan Arra yang selalu Erzan dengar ketika mereka bersama.


Lepaskan aku.


Lepaskan aku.


Erzan tergugu. Dia tak bersuara, hanya memberi isyarat Anya dan Hera untuk melepaskan tali ikatan Selena.


Dan setelah tali itu terlepas, Arra mengambil baby El di tangan Erzan, saat itu Erzan tak mampu menolak, karena dari geliat tubuh sang anak, Eleanor pun menginginkannya.


El. panggil Arra, dia hanya mampu memanggil sang anak di dalam hati.


Pergelangan tangannya yang merah tidak lagi terasa sakit, hanya ada rasa sesak yang Arra rasakan.


Bahkan kedua tangannya bergetar kala menggendong baby El yang sudah tumbuh semakin besar.


Tidak ingin Eleanor jatuh, Erzan lantas dengan segera menahan tubuh sang anak. Hingga tanpa sadar tangannya pun menumpu kedua tangan Selena.


Deg! lagi-lagi getaran itu semakin keras Erzan rasa. Dia menatap Selena, melihat wanita ini yang menatap lekat wajah anaknya.


Siapa kamu?