
"Dasar mesyum," kesal Arra, kini bibirnya mencebik dan menatap Erzan dengan tatapan marah.
Tapi yang ditatap malah mengulum senyum, jadi semakin ingin memanfaatkan Selena Maiden untuk membuat istrinya jadi istri nakal.
"Kenapa marah-marah, bukankah saat ini kamu wanita ku?"
"Kenapa kamu jadi banyak bicara? Tidurlah! Menyebalkan!"
"Aku punya 2 pilihan."
"Apa?"
"Cium aku atau aku yang mencium mu."
"Itu bukan pilihan, hanya menguntungkan sebelah pihak."
"Pilih yang mana?"
"Issh menyebalkan! tidak keduanya."
"Kalau begitu aku akan mencium mu."
"Jangan coba-coba!"
Erzan mulai bangkit dari tidurnya, membuat Arra semakin gelisah. Arra bahkan langsung memegang erat selimut di atas dadanya.
"Erzan! kenapa kamu jadi mesyum sekali. Sama tidur!" kesal Arra, tapi Erzan malah menggeser tubuh baby El, memasang guling agar anaknya ini aman.
"Erzan!"
Dan grep! tiba-tiba Erzan sudah berada diatas tubuh Arra begitu saja, menindih wanitanya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Erzan empt_" ucapan Arra terpotong saat Erzan lansung membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman.
Gerakan lembut kedua bibir Erzan membuat Arra terbuai. Dulu mereka tidak pernah memiliki hubungan intim seperti ini, setiap hari yang ada hanya berdekatan dan bertengkar.
Suara decapan mulai tercipta, membuat keduanya hanyut dalam ciuman panjang itu. Belum ada yang ingin mengakhiri diantara keduanya. Masih saling menutup mata dan menikmati sentuhan satu sama lain.
Tunggu hasil tes DNA itu keluar Ra, aku akan menghukum mu lebih dari ini. Batin Erzan, perlahan dia mulai menarik diri. Melihat bibir Arra yang jadi lebih merah dan basah.
"Apa ini yang selalu kamu lakukan, di saat istri mu pergi kamu malah bermesraan dengan wanita lain?" tanya Arra, yang ingin menyudahi permainan ini. Dia takut tidak bisa mengendalikan diri, terlebih sentuhan Erzan selalu mampu menghanyutkan dia.
Belum lagi ketika mengetahui jika selama ini Erzan tidak terlibat dengan Eduroa, Miya dan Argus, membuat hati Arra yang beku mulai mencair.
Kebersamaan mereka pun mampu menimbulkan rasa nyaman.
Namun belum sempat Erzan menjawab pertanyaan Arra, tiba-tiba ponsel di saku celananya bergetar.
Erzan pun bangkit dari atas tubuh Arra dan merogoh ponsel itu, melihat ada panggilan masuk dari Leo.
"Leo menelpon, aku akan menjawabnya di luar. Kamu tidurlah lebih dulu," ucap Erzan sekaligus memberi tahu Arra tentang panggilan itu.
Erzan lalu kembali mengecup sekilas bibir Arra dan segera turun dari atas ranjang. Keluar kamar dan menjawab panggilan Leo.
"Maaf Tuan mengganggu waktu Anda," ucap Leo, saat ini sudah jam 10 malam.
"Katakan."
"Saya sudah menemukan wanita itu, Selena Maiden."
Deg! seketika dunia Erzan seperti berhenti berputar. Kini semua poros hidupnya hanya tertuju pada Arra yang berada di dalam kamar. Seseorang yang mengaku sebagai Selena Maiden ternyata benar adalah istrinya sendiri.
"Tuan." panggil Leo, ini adalah panggilan ketiga yang Leo ucapkan, karena mendadak suara sang Tuan menghilang sementara panggilan telepon di antara mereka masih terhubung.
"Tuan," panggil Leo sekali lagi, Jujur saja dia mencemaskan keadaan tuannya. Takut berita ini membuat Erzan terpukul.
Tapi memang begitulah adanya, Selena Maiden sudah ditemukan. wanita itu hidup dengan damai di salah satu desa di kota ini. Benar-benar memilih untuk menghilang dari gemerlapnya kota.