
Selama makan malam berlangsung, Arra terus menempel pada Erzan. Sesekali dia juga menaruh lauk di dalam piring daddy baby El ini.
Sementara Eudora menatap dengan tidak percaya. Bagaimana bisa setelah semua rencana yang dia susun untuk menghancurkan Selena kini wanita itu malah semakin berjaya.
Dia pikir, Selena akan datang ke meja makan ini dengan wajahnya yang nampak sembab penuh dengan sisa-sisa air mata, juga tubuh yang berantakan banyak bekas sisa percintaannya dengan Richard.
Tapi apa yang terjadi?
Selena datang dengan riang dan bahkan memeluk lengan Erzan dengan kuat.
Melihat itu, membuat Eudora tidak lagi memiliki selera untuk makan. Bahkan sendok yang dia pegang hanya digenggamnya kuat-kuat, tidak dipakai untuk makan.
Selesai makan malam, Erzan pergi lebih dulu bersama baby El ke ruang tengah. Sementara Arra masih ingin disini, masih ingin bicara dengan Eudora.
"Terima kasih hari untuk hari ini Eudora, berkat kamu aku bertemu teman lama, Richard Cardi," ucap Arra dengan nada menghina, dia mendekati Eudora yang masih duduk di kursinya.
Wajah Eudora terlihat sekali tidak ramahnya, dia bahkan menatap Selena dengan tajam. Apapun yang dilakukan oleh wanita ini selalu saja mampu membuatnya merasa kesal.
"Tapi aku sudah tidak berselera untuk melayani dia, karena sekarang target ku jauh lebih besar lagi daripada Richard, yaitu Erzan Harold," ucap Arra dengan berbisik dan suaranya yang sensual, saat itu juga Eudora meradang, dia langsung bangkit dari duduknya dan menampar Selena.
Tapi sayang, lagi-lagi tangannya dicekal kuat oleh Arra. Sangat kuat hingga terasa begitu ngilu.
"Aw!" pekik Eudora dengan suaranya yang tertahan.
"Dengar ini baik-baik, aku akan membuat Erzan mengetahui siapa kamu sebenarnya. Seorang wanita licik. Mengaku teman kecil tapi menaruh rasa secara diam-diam, menjijikkan."
"Sialan! Lepas!"
Arra pun melepaskan tangan itu dengan bibirnya yang tersenyum menyeringai. Lalu pergi dari sana dengan menabrak bahu Eudora, membuat wanita ini sedikit terhuyung.
Dengan rianganya Arra meninggalkan meja makan dan menghampiri Erzan, bibirnya tersenyum lebar lalu memilih duduk di samping Daddy baby El.
Erzan tidak menjawab apapun pertanyaan Arra itu, tapi dia tetap melanjutkan cerita.
"Aku habis memarahi Eudora, dia sengaja meninggalkan aku bersama Richard. Dia ingin aku menghabiskan waktu bersama pria itu. Kamu tau kenapa? agar aku terlihat semakin buruk dimata mu!" cerita Arra dengan menggebu, kini apapun itu akan dia katakan pada Erzan. Tidak peduli pria ini percaya atau tidak.
"Eudora itu mencintai kamu, lebih ke obsesi. Untung aku pemberani jadi ku lawan, tidak terbayang apa yang akan dia lakukan jika aku adalah wanita yang lemah."
Mendengar itu Erzan langsung teringat akan sang istri, Arra.
"Apa selama istri mu tinggal disini, Eudora ada disini juga?"
Erzan tidak langsung menjawab, tapi akhirnya dia menganggukkan kepalanya setelah beberapa detik diambil jeda.
"Apa di kamar Arra tidak ada cctv?"
"Hanya di kamar Arra yang tidak ada cctv-nya, dia bilang dia butuh privasi."
Oh iya aku lupa, dulu aku memang meminta itu pada Erzan. Batin Arra, sebenarnya saat itu Eudora yang mengancam dia untuk melepas cctv di kamar.
"Aku yakin Eudora melakukan sesuatu pada istri mu."
Erzan masih diam, ucapan Arra sama persis dengan apa yang diucapkan oleh Leo.
"Aku punya rencana, jadikan aku umpan," ucap Arra lagi.
"Umpan?"
Arra mengangguk, saat dilihatnya Eudora mulai masuk ke ruang tengah. Saat itu juga dia mulai mengikis jarak.
"Jangan menolak." desis Arra, setelahnya dia semakin mendekat hingga akhirnya menjangkau bibir Erzan, sebuah ciuman mereka ciptakan.