Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 38 - Memanfaatkan Situasi



Jam 2 dini hari Eleanor terbangun, Arra pun bergerak cepat untuk bangkit dan memeriksa sang anak.


Sementara Erzan yang sedari tadi terus memperhatikan pun langsung bangkit menghampiri.


"Dia pup, bagaimana ini?" tanya Arra bingung, dia tahu harus dibersihkan, tapi mendadak gugup harus bagaimana dulu.


Arra hanya mampu meremat kedua tangannya sendiri, bingung melihat Eleanor yang menggeliat tak tenang.


"Minggir," ucap Erzan, dia segera menggendong Eleanor dan dibawanya ke meja perawatan sang anak. Tempat dimana Eleanor biasa berganti baju dan membersihkan tubuhnya.


Dengan cekatan Erzan membersihkan baby El, juga mengganti popoknya.


Melihat pemandangan itu Arra terpaku, tiba-tiba ada perasaan bersalah yang menyerang hatinya, karena Dia tidak bisa mengurus Eleanor sebagai mestinya.


Perasaan telah gagal pun kembali menghantui.


Tidak, maaf mommy El, mommy pergi bukan karena tidak menyayangi mu. Kamu tahu itu kan?


Arra pun turun dari atas ranjang, namun baru sedikit kakinya menyenyuh lantai tiba-tiba kakinya terasa sakit.


"Aw!" cicit Arra, dilihatnya jari kelingking yang terluka.


Erzan yang sudah membersihkan baby El pun langsung berbalik dan melihat wanita malam itu, Selena menunduk menyentuh jari kakinya hingga tanpa sengaja memperlihatkan bagian dada.


Erzan geleng-geleng kepala, dia sungguh merasa tak nyaman dengan baju itu.


"Pergilah dari kamar ini, Leo sudah menunggu mu di luar."


"Kemana kalian akan membawaku? jangan perlakukan aku seperti tahanan."


"Katakan dimana Arra, setelah itu aku akan melepas mu."


"Aku tidak tahu dimana dia!"


Tangis Eleanor pun akhirnya kembali pecah.


Dan Erzan menatap tajam pada Selena, kemudian bergerak menimang sang anak coba menenangkan.


Tangis Eleanor mereda, namun dia belum benar-benar tidur, tubuhnya masih menggeliat tidak tenang.


"Aku bisa membuatnya tenang, tapi jangan kurung aku," ucap Arra tiba-tiba, melihat Eleanor yang gelisah dan tenang saat disentuhnya, dia tahu sang anak juga merindukan dia.


Arra akan memanfaatkan situasi ini untuk bisa dekat dengan sang anak.


"Katakan dimana Arra?"


"Aku tidak tahu, terakhir kami bertemu saat di rumah sakit Medistra." jawab Arra bohong, dia tidak ingin menyebut nama rumah sakit Royal Dude. Tidak ingin Erzan sampai tahu banyak tentang dia.


"Jangan membohongiku, bahkan saat itu keadaan mu juga sedang tidak baik-baik saja, di rumah sakit Royal Dude."


Mendengar itu Arra menelan ludahnya dengan kasar. seolah kebohongannya baru saja diketahui oleh Erzan.


"Keluar lah dari kamar ini, dan ikuti kemanapun Leo membawamu pergi."


Arra menggelengkan kepalanya kuat, seketika teringat semua perlakuan kasar Erzan yang pernah dia dapatkan.


Arra tidak ingin hal itu kembali terulang ketika dia sudah menjadi Selena.


"Jangan macam-macam dengan ku, aku bisa membuat mu masuk penjara!" pekik Arra, namun pekik an itu kembali membuat Eleanor menangis.


Arra tak ingin hilang kesempatan, dia menahan rasa sakitnya di kaki dan segera berlari menghampiri Erzan. Merebut Eleanor untuk digendongnya sendiri.


"Cup cup cup sayang, maafkan mommy," desis Arra dan Erzan tak mampu mendengar kalimat yang terakhir.


Dan dalam sekejab saja Arra bisa menenangkan anaknya. Sampai tak sadar jika kakinya yang terluka kembali terbuka, hingga membuat lantai di kamar itu berbercak darah milik Arra.