
Kenapa jadi mantan? bukannya mereka saling mencintai?
Arra masih saja terus bertanya Di dalam hati, banyak pertanyaan yang jawabannya tidak dia ketahui.
Namun semakin lama berpikir, membuatnya jadi ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Termasuk kenapa Erzan berpisah dengan istri pertamanya, Karina.
Benarkah karena Eudora? atau apa.
"Mii," panggil Eleanor, bayi cantik ini pun merangkak mendekati kaki sang ibu. Saat ini mereka semua sedang bermain di ruang tengah, duduk bersama beralaskan karpet tebal di ruang itu.
"Ya sayang, mau main apa? oh boneka ini cantik sekali, seperti baby El," sahut Arra, raut wajahnya yang penuh pikiran berubah jadi ceria ketika Eleanor menghampiri.
"Mii."
"Iya sayang, mommy disini."
Eleanor tertawa, dia bahkan langsung memeluk ibunya erat. Sebuah interaksi yang membuat Hera dan Anya mendelikkan matanya.
Mommy? pikir Anya dan Hera bersamaan, kini mereka berdua baru tahu jika kata-kata Mii yang sering diucapkan oleh Eleanor artinya adalah Mommy, bukan mie instan.
Tentu saja mereka berdua sangat terkejut, bagaimana bisa seorang bayi seperti Eleanor yang selama ini hanya dekat dengan ayahnya kemudian memanggil Mommy pada wanita asing.
Seolah mereka berdua memiliki ikatan.
"Maaf Nona, apa sebelumnya Anda pernah tinggal di rumah ini?" tanya Hera, karena terlalu banyak hal yang membuatnya penasaran karena itulah dia bertanya.
"Tidak Hera, ini adalah kali pertama aku datang ke rumah ini."
"Tapi baby El begitu dekat dengan anda, seolah sudah sering bertemu." Sebagai dokter anak Hera sangat memahami akan hal itu, ikatan yang biasanya hanya dimiliki oleh ibu dan anak.
Mendengar itu Arra tersenyum kecil.
"Maaf Nona, bukan maksud saya untuk membuat anda bersedih."
"Tidak apa Hera." Arra tahu, Hera dan Anya selama ini juga sudah bekerja keras untuk mengurus baby El dan Dia sangat berterima kasih akan hal itu.
Siang tiba.
Saat baby El tidur, Arra mencari nama Karina di daftar buku telepon yang ada di ruang tengah itu. Dia berdiri disamping meja telepon dan mulai mencari.
Entah kenapa kini dia jadi ingin tahu banyak hal, seolah ingin melerai benang kusut yang telah membelenggu hidupnya.
Tentang Erzan dan Eudora yang ternyata masih sebuah misteri. Arra akui, selama ini dia tidak mengenal Erzan dengan baik, yang dia tahu dari pria itu hanyalah sikapnya yang kasar dan dingin. Pria yang akan melakukan apapun hanya untuk memenuhi keinginannya.
Termasuk mengurungnya di rumah ini.
Karina. batin Arra, dia membaca nama itu di dalam hati ketika sudah melihatnya di dalam daftar nama.
Lantas dengan segera mencatatnya di ponsel.
"Apa yang kamu lakukan?"
Deg! jantung Arra bergemuruh sesaat ketika mendengar suara wanita itu. Suara Eudora yang entah sejak kapan mengamati dia.
Jika seperti ini Arra merasa seperti pencuri. Tapi dia tidak ingin terlihat gugup, dengan segera dia menormalkan detak jantungnya.
"Bukan urusan Anda, Nona," jawab Arra, sengaja memanggil Nona agar wanita ini tidak marah. Eudora adalah wanita gila hormat, saat disanjung dia akan senang.
Dan benar saja, mendengar Arra memanggilnya Nona membuat Eudora tidak lagi berkata-kata, kesempatan itu Arra gunakan untuk segera pergi dari sana.
Dengan bibir tersenyum Arra berlalu.