Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 67 - Terbawa Suasana Atau Rasa Yang Pernah Ada



Arra lebih dulu mencium bibir Erzan, menutup mata dan mulai menggerakkan bibirnya. Saat itu Erzan tidak membalas, sampai akhirnya Erzan merasakan hatinya yang berdesir.


Perlahan Erzan pun menutup mata, hingga terbayang wajah Arra yang kini ada di hadapannya. Satu tangannya bergerak memeluk pinggang Selena, namun saat itu juga dia semakin merasa jika wanita ini adalah istrinya.


Entah terbawa suasana atau rasa yang pernah ada, akhirnya Erzan membalas ciuman itu. Bahkan sampai lupa jika di ruangan ini bukan hanya ada mereka berdua.


Ada Eleanor, Hera dan Anya, juga Eudora di ujung sana.


Dan Arra yang awalnya hanya main-main lama-lama pun terhanyut juga. Sentuhan lembut ini pernah dia dapatkan saat mereka melakukannya pertama kali. Saat itu Harold Kingdom tengah mengadakan pesta ulang tahun perusahaan.


Arra sedikit meneguk alkohol hingga membuatnya mabuk, sementara Erzan tengah di pengaruhi oleh obat.


Saat itu Arra salah masuk kamar, membuatnya terkunci dengan Erzan. Mereka adalah dua manusia dewasa yang sama-sama membutuhkan sentuhan, mereka melakukannya dengan lembut dan tanpa paksaan.


Bahkan saat bangun Arra tidak meminta pertanggung jawaban. Mereka bahkan sama-sama ingin melupakan.


Sampai akhirnya gelagat aneh Arra tercium oleh Leo dan mengatakan jika Arra tengah hamil.


Lalu semuanya berubah jadi seperti ini.


Dengan perlahan Arra mendorong dada Erzan, membuat ciuman keduanya terlepas.


Siapa kamu? tanya Erzan di dalam hati nya, karena sungguh dia seperti melihat Arra, tapi wanita ini adalah Selena.


Sesaat tatapan mereka bertemu, saling terkunci erat. Sampai akhirnya kesadaran Arra kembali lebih dulu.


Erzan tidak manjawab, dia masih menatap kedua mata Selena. Mata yang untuk pertama kalinya dia tetap lekat seperti ini.


Arra. Batin Erzan.


Dan tatapan Erzan itu membuat Arra gugup, dia buru-buru memalingkan wajah. Lalu melihat Hera, Anya dan Elenaro di hadapan.


"Kyaa! banyak orang, kenapa kamu mencium ku!" kesal Arra, dia pikir Erzan tidak akan membalas, tapi ternyata semuanya terjadi diluar kendali.


Arra memukul lengan Erzan berulang, sementara pria yang di pukul hanya diam, terus menatap Selena dengan lekat.


"Jangan menatapku seperti itu! tutup matamu!" Arra menutup kedua mata Erzan mengunakan kedua tangannya pula, dia sedikit bangkit dan membuat tubuhnya tidak stabil.


Agar Selena tidak jatuh, Erzan pun memeluk pinggangnya, perdebatan kedua orang itu benar-benar terlihat lucu dan manis di mata Eleanor, bayi yang mulai bisa merangkak ini bahkan tertawa riang.


Namun di mata Eudora, itu adalah pemandangan paling buruk yang pernah dia lihat. Keinginannya untuk menghancurkan Selena makin kuat dia rasa.


Bahkan Eudora bersedia melakukan apapun untuk membuat wanita itu hancur. Baginya Selena adalah lawan paling kuat yang pernah dia temui, tidak seperti Karina dan Arra.


Dengan tangan yang terkepal, Eudora segera berlalu dari sana. Tidak jadi bergabung dengan semua orang dan langsung kembali ke kamar.


Dia akan menghubungi Miya dan melaporkan semua yang terjadi disini. Tentang Selena yang terus menggoda Erzan dan berniat menjadi nyonya di keluarga terhormat ini.


"Tunggu pembalasanku!" geram Eudora, kini dia tidak akan bergerak sendiri, dia akan memanfaatkan Miya.