Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 107 - Kehamilan Simpatik



"Erzan baik-baik saja, dia mengalami kehamilan simpatik. Arra yang hamil dan Erzan yang mengidam."


HA! ucapan Bella tentu membuat semua orang terkejut, tak terkecuali Erzan yang mengalami secara langsung mual luar biasa ini.


Rombongan keluarga Harold yang mau pulang jadi menghentikan langkahnya di tengah-tengah pintu. Semuanya terkejut, antara bahagia dan tak percaya Erzan yang mengidam.


Sampai akhirnya suasana hening itu pecah saat terdengar suara seorang wanita tertawa dengan riang.


Tiba-tiba Arra tertawa, puas sekali, seolah mensyukuri jika suaminya lah yang akan menanggung beban morning sickness selama 3 bulan ke depan.


Kemudian disusul oleh Miya yang tersenyum lebar, merasa lucu ketika kehamilan simpatik benar-benar ada dan menimpa anaknya.


"Kehamilan simpatik itu apa?" tanya Argus, dia masih bingung. Sebuah pertanyaan yang sendiri tadi juga ada di benak Erzan. dia masih belum begitu paham apa yang diucapkan oleh Bella. Tapi Erzan tak bisa buka suara untuk bertanya, saat dia membuka mulut seolah semua isi dalam perutnya ingin keluar.


"Tunggu-tunggu, sebelum Bella menjelaskan sebaiknya Daddy Erzan berbaring dulu di ranjang. Suamiku terlihat pucat sekali," ucap Arra setelah susah payah menghentikan tawanya sendiri.


Ucapanmu terdengar seperti mengkhawatirkan aku tapi wajahmu terlihat bahagia sekali. batin Erzan seraya menatap sang istri yang terlihat ceria sekali. Saat ini dia sungguh tak bisa membuka mulutnya. Rasa mual yang sungguh menyiksa.


Akhirnya saat itu keluarga Harold tidak jadi keluar dari ruang perawatan. mereka semua kembali masuk namun dengan pasien yang berbeda.


Jika tadi pasiennya adalah Arra maka saat ini pasiennya adalah Erzan.


Austin tak ingin hilang kesempatan, saat itu dia sama sekali tidak mencemaskan keadaan Erzan, dia malah memanfaatkan situasi ini untuk mendekatkan diri dengan sang keponakan, Eleanor.


Dan setelah Austin pergi, Bella langsung menjelaskan semuanya pada keluarga besar Harold tentang kehamilan simpatik.


Sebelum itu Bella juga meminta Arra untuk memeriksakan diri menggunakan tespek dan benar saja hasilnya adalah dua garis merah, yang menandakan bahwa jika benar Arra saat ini tengah hamil.


Dan karena kehamilan simpatik, yaitu terjadi ketika suami ikut merasakan tanda-tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung.


"Artinya Erzan sangat mencintai Arra, bahkan sampai ke alam bawah sadarnya," jelas Bella.


Sebuah penjelasan yang membuat Arra diam-diam mengulum senyum dengan kedua pipi yang sudah merah merona. Dia tahu jika ini adalah alasannya, tapi semakin bahagia ketika mendengar penjelasan Bella.


Sementara Erzan yang mendengar itu juga mengangkat wajahnya dengan bangga, karena memang itulah yang dia rasakan pada sang istri, cinta yang teramat besar.


Miya dan Argus yang ikut mendengar pun mengukir senyum, tidak jadi iba pada keadaan sang anak. Malah bersyukur karena pada akhirnya Arra bisa baik-baik saja selama kehamilan anak keduanya.


Biarlah Erzan yang menanggung, lagipula pria itu lebih kuat. Begitulah yang ada dibenak Miya dan Argus.


Sedangkan Leo yang juga mendengar tentang kehamilan simpatik itu tidak memberikan reaksi apapun, wajahnya tetap datar seperti biasanya.


"Aku akan berikan obat pereda mual, jika kondisinya semakin parah tuan Erzan harus mendapatkan penanganan medis. Tapi biasanya penanganan dari istri langsung adalah obat terbaik." Terang Bella lagi, mendengar itu Erzan tersenyum lebar.


Sementara Arra mulai mengerutkan dahi.