
"Selena, aku tidak melihat mu," ucap Erzan. Membuat Arra langsung menanggalkan handuknya dengan kesal. Tidak peduli jika tubuh polos bagian belakangnya ditatap oleh Erzan.
Arra sudah kesal sekali.
Untuk menahan rasa malunya, Arra terus berkata di dalam hati bahwa Erzan adalah suaminya. Erzan pernah melihat tubuh polosnya, bahkan mereka pernah merasakan tubuh satu sama lain.
Memikirkan itu membuat Arra merasa biasa saja saat tubuhnya kini tak terbalut apapun. Lalu mulai memakai semua bajunya hingga akhirnya selesai.
Sementara Erzan yang melihat pemandangan itu jadi merasa menyesal, kini dia jadi ingin menyentuh istrinya.
"Selena?"
"Jangan memanggil ku seperti itu!" kesal Arra.
Erzan terkekeh pelan, dia masih duduk diatas ranjang dan kini melihat Arra yang sedang menyisir rambutnya.
"Lalu mau di panggil apa?" Arra?
Senyum di bibir Erzan semakin lebar. Dia akan terus membuat Arra kesal dengan nama Selena Maiden, siapa suruh membohonginya sedalam ini. Bahkan wajahnya pun sampai dia ubah.
Ingat itu Erzan jadi merasa marah, dia hanya mencintai Arra nya. Nama Arra dengan wajah Arra.
Tapi Arra tidak menanggapi pertanyaan itu, dia terus menyisir rambut lalu mengikatnya tinggi.
Setelahnya dia menghampiri ranjang dan membangunkan Eleanor.
"Sayang, bangun El ... ," ucap Arra, dia membelai lembut kepala sang anak. Lalu turun membelai pipi baby El.
Si jabang bayi mulai menggeliat, tapi matanya masih tertutup rapat. Sedangkan Erzan hanya diam, memperhatikan pemandangan indah ini.
"El, ayo bangun sayang, kita mandi ..."
"El, jangan buat tante marah."
Erzan terkekeh, membuat Arra langsung menatap ke arahnya dengan tatapan tajam.
Erzan ingat, beberapa hari lalu dia melarang Arra untuk mengajari Eleanor memanggilnya mommy. Dan sekarang Arra benar-benar merubah panggilan itu menjadi tante.
Terdengar lucu sekali.
"Kamu tante nya Eleanor ya?"
"His!"
Arra kembali memalingkan wajah, kini kembali menatap baby El yang masih setia menutup rapat kedua matanya.
"El bangun, nanti tante tinggal." Ancam Arra, kini dia menggelitik telapak kaki sang anak.
Dan Erzan benar-benar merasa lucu dengan panggilan itu, membuat telinganya merasa terganggu.
"Selena?"
"Apa?!"
"Aku mengizinkan Eleanor memanggilmu Mommy."
"Kenapa? kata mu mommy nya Eleanor hanya 1, istriku, Arra," jawab Arra dengan nada bicaranya yang seperti meledek, seolah mengikuti gaya bicara Erzan kemarin yang ketus namun dibuat menye-menye.
Dan Erzan yang melihat tingkah kekanak-kanakan sang istri pun langsung mengelus Puncak kepala Arra, dia gemas sekali. Ingin kembali menggigit bibir sang istri.
"Mau tidak? aku hanya memberikan tawaran tidak butuh pendapatmu," ucap Erzan lagi, selalu seperti ini semau dia. Erzan sudah biasa memiliki sifat dominan, orang-orang di sekitar dia harus menuruti apa maunya.
Dan Arra langsung mencebik, Sialnya dia selalu kalah dari Erzan. Tidak punya sanggahan dan akhirnya menurut.
Tanpa banyak kata lagi Arra langsung mengubah panggilannya sendiri, bagaimanapun dia memang lebih suka dipanggil mommy dari pada tante.
Karena dia memang mommy nya Eleanor.
"El, bangun sayang. Ayo mandi dengan mommy," ajak Arra, setelah mengatakan kata mommy Arra mengigit bibir bawahnya, Entah kenapa jadi membuatnya gugup.
Mungkin karena tatapan Erzan yang terus menatapnya lekat.
"El, ayo bangun, mommy dan daddy akan memandikanmu," ucap Erzan.
Membuat jantung Arra berdetak tak biasa.