
Leo menceritakan semuanya kepada Erzan tentang perkelahian Selena dan Eudora di bawah tadi.
Dan mendengar cerita itu Erzan kembali dibuat bingung. Di satu sisi Selena memang terlihat seperti Arra, sementara di sisi lain Selena sangat jauh berbeda dengan istrinya itu.
Bertengkar? itu bukanlah sikap Arra.
Di akhir ceritanya Leo juga mengatakan jika Selena belum makan malam.
Dan satu lagi, mereka juga belum mendapatkan sampel milik Selena yang akan digunakan untuk tes DNA.
"Ambilkan makan malamnya, aku yang akan mengantarnya dan keluar membawa sampel itu," ucap Erzan.
Leo menganggukkan kepalanya patuh.
Sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman, Eezan mengetuk pintu kamar Selena.
Tak butuh lama kamar itu terbuka, memperlihatkan wajah seorang wanita yang ditekuk.
Arra masih merasa kesal tentang perdebatannya dengan Eudora tadi, dan kini melihat wajah Erzan makin membuatnya kesal.
"Ada Apa?!" tanya Arra ketus. Meski dia bekerja sebagai pengasuh baby El tapi Arra tidak pernah menganggap Erzan sebagai tuan nya.
Justru Arra merasa Erzan lah yang harus menaruh hormat padanya, karena tanpa dia baby El akan rewel.
"Makan malam mu." jawab Erzan, bicara dengan wajahnya yang tanpa ekpresi.
Wajah yang membuat Arra kesal sekali.
Dan saat Arra ingin mengambil nampan makanan itu, Erzan malah membuka pintu kamar lebar-lebar dan masuk begitu saja ke dalam sana.
"His! jangan lancang, mana boleh pria masuk masuk ke dalam kamar wanita!" kesal Arra, dia bahkan menghentakan satu kakinya ke lantai.
Tapi Erzan tipe pria tidak peduli pada apapun, dia tetap masuk dan meletakan nampan makanan itu di meja sofa yang ada di salah satu sisi kamar.
"Apa maksudmu? kenapa harus diperiksa-diperiksa. Itu menganggu privasi ku!"
Erzan tidak peduli, dia mendekati meja rias Selena dan mulai memeriksa sekitar. Mencari adakah rambut yang terjatuh disana.
Bagaimana jika rambut itu bukan milik Selena? lebih baik aku langsung mencabutnya saja.
"Ish! pergilah!" kesal Arra, dia menarik lengan kekar Erzan untuk membuat pria ini menjauh dari meja nya.
Malam ini suasana hati Arra sedang tak baik, dia tidak ingin diganggu oleh siapapun.
Tapi tarikan Arra itu sungguh berpengaruh untuk Erzan, dia tetap bergeming di posisinya berdiri bahkan masih sempat menarik rambut milik wanita ini.
"Aw! Apa yang kamu lakukan! kenapa mencabut rambutku!!" kesal Arra, ada api yang mulai berkobar di kepalanya.
"Makanlah," jawab Erzan, setelahnya dia berlalu dari sana dengan membawa 2 rambut milik Selena Maiden.
Dan Arra yang sudah terlalu kesal coba menenangkan diri, dia berulang kali menarik dan membuang nafasnya mencoba tenang.
Arra sungguh tidak peduli pada rambutnya yang dibawa dibawa oleh Erzan. Pikirannya tidak terlalu jauh untuk menerka-nerka.
"Lebih baik aku makan," ucap Arra akhirnya. Tapi karena dia membenci Erzan dia tidak sudi memakan makanan ini.
Arra kembali membawa makanan itu keluar dan meletakkannya di meja makan. Sementara dia langsung makan disana.
Di ruang kerja Erzan.
Erzan menyerahkan rambut milik Selena kepada Leo.
"Jangan hanya fokus pada tes DNA ini Leo, tetap carilah juga Arra di luar sana, juga cari dimana Selena Maiden yang lain andai ada. Cobalah semua cara, aku hanya ingin Arra segera ditemukan."
"Baik Tuan."