Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 64 - Mengurung Diri



Arra terus mengurung dirinya di dalam kamar hingga malam tiba, dia bahkan tidak menemui baby Eleanor saat sore tadi.


Dan Eudora yang mengetahu itu pun terus mengulum senyum, dia sangat yakin jika Richard sudah mendapatkan apa yang dia mau dari Selena.


Begitulah nasib wanita hina, diperlakukan juga dengan hina. Batin Eudora.


Dia Menyiapkan makan malam dengan riang.


Sementara di ruang kerja Erzan, Leo sedang menyampaikan laporan tentang apa yang terjadi tadi siang pada Selena.


"Nona Eudora sengaja mempertemukan mereka Tuan, karena tuan Richard terang-terangan mengagumi nona Selena."


"Apa Eudora tahu tentang masa lalu Selena?"


"Tidak Tuan, tapi tuan Richard adalah salah satu pelanggan nona Selena di masa lalu."


"Lantas kenapa Selena harus takut? Bukankah itu artinya mereka saling mengenal dan menguntungkan satu sama lain?"


"Maaf Tuan, saya hanya bisa menjawabnya ketika tes DNA itu sudah keluar."


"Apa maksudmu? Apa kamu masih mengira jika Selena itu adalah Arra."


Leo terdiam.


Sementara Erzan mengepalkan tangannya kuat, jika benar Selena adalah Arra dia akan membalas siapapun yang coba menyakiti wanita itu.


Tapi kini semuanya masih terasa abu-abu, belum menemukan titik terang.


Erzan pun coba mengendalikan pikirannya agar kembali tenang.


"Eudora, kenapa dia meninggalkan Selena?"


"Saya rasa ini adalah rencana beliau untuk menyakiti nona Selena. Maaf Tuan saya harus mengatakan ini, tapi sepertinya kita harus menyelidiki nona Eudora. Sama seperti tuan Argus dan Nyonya Miya yang dulu menyakiti nyonya Arra, saya rasa beliau juga mempunyai andil."


Erzan terdiam.


"Lakukanlah, andai Eudora juga menekan Arra aku tidak akan memaafkan wanita itu."


Pembicaraan kedua pria ini usai, Leo lantas pamit untuk pergi ke rumah sakit Medistra.


Sementara Erzan keluar menemui sang anak.


Masuk ke dalam kamar baby El dan tidak melihat Selena di kamar ini. Entah kenapa jadi seperti ada yang hilang.


"Dimana Selena?" tanya Erzan pada Anya dan Hera, tapi dua wanita ini malah bingung siapa yang mau menjawab, sampai akhirnya Anya menyenggol lengan Hera memberi isyarat agar dia saja yang menjawab.


"Maaf Tuan, nona Selena sejak tadi siang tidak keluar dari dalam kamarnya. Sore ini beliau juga tidak menemui baby Eleanor. Saat pelayan memanggilnya nona Selena mengatakan Jika dia lelah," terang Hera dengan sangat rinci.


Sebenarnya dia dan Anya juga penasaran kenapa Selena tidak keluar. Setelah pergi dengan Eudora, Selena kembali dengan keadaan tidak baik.


Dan mendengar penjelasan itu Erzan membuang nafasnya pelan, entah kenapa ada perasaan tak nyaman ketika wanita itu dalam keadaan tidak baik-baik saja seperti ini.


Tanpa banyak kata lagi, Erzan membawa baby Eleanor untuk keluar. Anya dan Hera pun mengikuti.


"Kalian turun saja lebih dulu aku akan memanggil Selena untuk makan malam juga."


"Baik Tuan," jawab Hera dan Anya kompak.


Erzan mendatangi kamar Selena dan mengetuk pintunya. Diketukan ketiga pintu itu baru terbuka.


"Ada Apa?" tanya Arra dengan ketus, dia tidak menatap Erzan, hanya menatap Eleanor lalu mencebik. Seolah ingin mengatakan kepada sang anak jika dia sedang tidak baik-baik.


"Sudah waktunya makan malam, ayo kita turun."


Malas berdebat, Arra pun menurut. Dia keluar dan menutup pintunya rapat, dan sikap diam Selena itu membuat Erzan tak nyaman.


"Kamu tidak ingin menggodaku lagi?" tanya Erzan dengan nada bicaranya yang sangat kaku dan Arra langsung menjawabnya dengan cepat...


"Malas!"