Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 61 - Merasa Tersaingi



Mommy Eleanor Hanya 1, istriku Arra.


Mommy Eleanor Hanya 1, istriku Arra.


Kata-kata Erzan terus terngiang di ingatan Arra, membuat wanita cantik ini yang awalnya coba tidak peduli jadi senyum-senyum sendiri.


Diantara rasa percaya dan tidak.


Baru kemarin Leo mengatakan tentang keluarga dan kini Erzan berkata seperti itu, membuat sudut hatinya yang dingin membeku mulai mencair.


Arra jadi ingin bertanya lebih tentang masa lalu yang kini jadi abu-abu. Tapi sudah 2 hari ini dia tidak melihat Leo datang ke rumah.


"Zan, dimana Leo? biasanya dia selalu berkeliaran di rumah ini, tapi sudah 2 hari ini dia tidak terlihat," tanya Arra, saat ini dia, Erzan dan Eleanor tengah sarapan. Ada juga Eudora di salah satu kursi, yang langsung melirik Selena ketika wanita itu bersuara.


"Dia sibuk," jawab Erzan singkat. Saat makan begini dia tidak suka bicara.


Semenjak tes DNA itu di mulai, Leo memerintahkan anak buahnya untuk mengawasi rumah sakit Medistra, ketika dia senggang pun Leo akan mendatangi rumah sakit itu sendiri.


Ingin memastikan tidak ada kecurangan selama proses berlangsung. Mengingat betapa pentingnya tes DNA ini untuk kehidupan sang tuan.


Dan setelah sarapan usai kini giliran Eudora yang buka suara. Dia mulai melaksanakan misinya untuk menjebak Selena.


"Selena, ayo kita keluar hari ini. Aku ingin meminta maaf dengan membelikanmu sesuatu," ucap Eudora, saat mengatakan itu dia memasang wajahnya yang memelas seolah menunjukkan kesungguhannya.


"Tidak perlu Eudora, aku lebih senang terkurung di rumah ini bersama Eleanor."


"Jangan begitu, Aku sama-sama ingin meminta maaf padamu."


Arra melirik Erzan, pria itu benar-benar bersikap seolah tidak tertarik dengan pembicaraan mereka. Dan entah kenapa malah membuatnya kesal.


"Baiklah, ayo kita pergi," jawab Arra akhirnya, membuat Eudora langsung tersenyum dan lebar.


Kucing bodooh masuk perangkap. Batin Eudora.


Ada Selena di rumah ini membuatnya sedikit merasa tenang, apalagi kemarin Hera dan Anya melaporkan tentang wanita itu, mengatakan jika Selena menjaga baby El dengan sangat baik.


Jam 10 pagi Eudora dan Arra mulai bersiap untuk pergi. Mereka sengaja pergi di jam ini agar nanti bisa makan siang sekalian diluar.


Kedua wanita ini bertemu di ruang tengah sebelum pergi dan melihat penampilan Selena setelah selesai berdandan membuat Eudora merasa semakin tak menyukai wanita ini.


Bukan hanya cantik, Selena juga terlihat seksi dan mempesona meski dia menggunakan baju yang tertutup sekalipun.


Untuk pertama kalinya Eudora merasa tersaingi.


Arra yang kini benar-benar sudah berubah, menjadi seorang artis membuatnya selalu memperhatikan penampilan dari atas sampai bawah. Kata Aira penampilan adalah citra yang harus selalu dia jaga.


"Ayo," ajak Eudora dan Arra hanya mengangguk.


Mereka berdua pergi, terlihat persis seperti sahabat.


Sampai akhirnya mereka tiba di salah satu hotel. Arra tidak merasa heran sedikit pun, karena di hotel ini pun ada pula pusat perbelanjaan yang cukup besar juga restoran mewah.


Mereka berkeliling dan mendapatkan banyak barang, saat jam makan siang mereka mulai merasa lelah.


Eudora memesan ruang VIP di restoran hotel itu, katanya untuk menjaga privasi Selena sebagai artis.


"Selena, aku mau ke kamar mandi sebentar."


"Hem, baiklah."


Eudora keluar dari ruangan itu dengan bibir tersenyum lebar.


Selamat menikmati harimu Selena. Karena setelah ini yang masuk bukan Aku, tapi Richard. Batin Eudora.


Senyum Eudora lebar sekali.