
Sehabis makan malam Arra berniat pergi ke kamar sang anak. Saat menaiki anak tangga dia berpapasan dengan Leo.
Sang asisten pun menyingkir dan menundukkan kepala memberi hormat.
Sementara Arra tidak peduli akan hal itu, dia terus melangkah melewati Leo dengan acuh.
Bagi Arra Leo dan Erzan sama saja, pria iblis.
Sampai di kamar Eleanor, ternyata di sana ada Eudora. Wanita itu tengah memperhatikan anaknya yang sedang terlelap di atas ranjang.
Dalam hatinya Arra berdecih, sedari dulu Eudora memang selalu berpura-pura seperti malaikat. Ingin terlihat baik oleh semua orang namun selalu memperlakukannya dengan buruk.
Jika dulu Arra akan diam, tapi kini tidak lagi. Dia akan mancing Eudora untuk menunjukkan sikap aslinya.
"Eudora, pergilah dari kamar ini, jangan ganggu tidur El," ucap Arra, bicara tanpa memanggil Nona. Lancang sekali bagi Eudora.
Eudora bahkan langsung menoleh dan menatap tajam sang pengasuh.
"Selena, jaga sikapmu. Panggil aku dengan sebutan Nona."
"Malas, Erzan saja ku panggil namanya lalu untuk apa kamu ku panggil nona."
Astaga! wanita ini bar-bar sekali! geram Eudora, namun dia masih menahan diri untuk tidak mengumpat dan berkata kasar.
Sementara Hera dan Anya hanya mampu terperangah dengan keberanian yang di miliki oleh Selena.
Dan melihat Eudora yang masih bergeming disana membuat Arra kesal.
Arra tidak tahu jika Eudora sengaja bertahan disini hingga Erzan datang.
Biasanya sebelum tidur Erzan akan selalu mengunjungi Eleanor untuk memberikan ciuman selamat malam pada sang anak.
"Minggir! aku mau membawa baby El ke kamar ku," ucap Arra, dia bahkan sedikit mendorong tubuh Eudora untuk menyingkir dari sisi ranjang.
"Apa-apaan kamu, kenapa membawa El tidur bersama mu?!" Eudora tidak terima.
"Dari semalam dia juga tidur bersama ku." Arra tidak peduli, dia langsung mengangkat baby El yang tertidur dan di gendongnya.
Anya dan Hera mengizinkan, karena mereka tahu bersama dengan Selena baby El akan tenang.
Beberapa hari ini Anya dan Hera memang selalu mengamati.
Tapi saat Arra ingin keluar dari kamar itu, Eudora dengan segera menahan lengannya.
"Jangan lancang! kembali kan Eleanor di ranjangnya." kesal Eudora, kini tatapannya sudah berubah tajam. Dia marah sekali.
Tapi Arra tidak menjawab, dia malah melirik Hera memberi isyarat agar Hera saja yang mejawab i.
"Maaf Nona, biar saja baby Eleanor dibawa oleh nona Selena. Tuan Erzan juga sudah mengizinkan, asalkan baby El tidur dengan nyenyak itu tidak masalah." Terang Hera.
Eudora mengepalkan tangannya kuat sekali, hingga kuku-kukunya memutih. Mendengar ucapan Hera dan melihat baby El yang begitu nyenyak di pelukan wanita sialaan ini sungguh membuatnya geram.
Eudora merasa di rumah ini semua orang membela Selena.
Argh!! Sial! wanita ini harus segera ku singkirkan!
Dan setelah Hera berkata seperti itu, Arra segera membawa sang anak untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Membaringkan Eleanor di atas ranjang nya dengan bibir yang tersenyum.
"Mommy sangat menyayangi mu El," gumam Arra, diciuminya pipi sang anak dengan lembut.
Mereka berdua berbaring disana, Arra terus menatap lekat wajah Eleanor hingga akhirnya dia mengantuk juga.
Jam 10 malam Erzan masuk ke kamar Selena, setelah Hera mengatakan jika Eleanor berada di kamar ini.
Dia berdiri di samping ranjang dan melihat keduanya tidur.
Lagi-lagi hatinya berdesir.
Erzan lantas mencium pipi sang anak, sampai tidak sadar jika ujung rambutnya menyentuh wajah Arra. Membuat wanita ini tersadar dan dapat mencium aroma maskulin milik Erzan.
Namun saat Erzan bangkit, Arra dengan segera kembali menutup mata.
Pura-pura tidur.