Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 76 - Sebuah Rencana



"Aduh, kepala mommy sakit sekali El," ucap Arra, dia lalu melirik ke salah satu sudut ruangan melihat cctv yang menyala. Ini adalah kamar Eduroa dulu, jadi memang sudah terpasang oleh cctv. Sementara kamar yang tidak dipasang cctv adalah kamar milik Arra, kamar yang kini ditempati oleh Erzan.


Belum sempat menikmati rasa sakitnya, Arra mendengar suara baby El yang seperti mau menangis. Buru-buru Arra mendekap sang anak dan memeluknya erat.


"Tidak, tidak, tidak sayang, mommy tidak sakit. Kepala mommy baik-baik saja," ucap Arra dengan tergesa, dia tahu baby El akan menangis andai dia merasa sedih atau teraniaya.


Saat itu juga Arra melupakan semua rasa nyeri di kepalanya. Dia lantas menggendong Eleanor dan sedikit menimangnya.


Tidak lama setelah itu hanya datang ke dalam kamar ini dan mengambil baby El.


Dia cukup terkejut saat melihat penampilan Selena yang berantakan, rambut yang tidak tersusun rapi, seperti habis dijambak.


"Nona, Apa Anda baik-baik saja? Kenapa rambut Anda berantakan seperti itu?" tanya Anya, kini baby El sudah berada di gendongannya.


"Tidak apa Anya, aku hanya sedikit bermain dengan El."


Anya mengangguk meski rasanya sulit untuk dipercaya. Dia lantas keluar lebih dulu, membiarkan Selena untuk membenahi penampilannya.


Dan setelah Eleanor pergi, Arra kembali menyentuh kepalanya yang masih terasa nyeri. Eudora benar-benar menggunakan seluruh kekuatan ketika menjambak rambutnya.


"Aduh, sakit," rengek Arra, dia melepas ikatan rambut dan membuatnya tergerai. Duduk di meja rias dan menatap wajahnya sendiri di dalam cermin.


"Aku tidak boleh melawan, aku harus berpura-pura takut pada wanita itu," gumam Arra, dengan perlahan dia menyisir rambutnya kembali.


Setelah rapi tiba-tiba perhatiannya teralihkan ke arah pintu ketika mendengar suara pintu itu terbuka.


Dilihatnya Erzan yang kembali datang ke kamar ini dengan penampilannya yang sudah rapi, tampan sekali.


Tapi pria itu tidak menggunakan jas, hanya menggunakan baju rumahan.


Tadi Erzan sudah berniat untuk turun, dia lebih dulu mendatangi kamar Eleanor. Namun saat bertanya dimana Selena, Anya menjawab masih berada di kamar.


Karena itulah Erzan kembali kesini.


"Kenapa rambut mu di gerai, aku lebih suka melihatnya ketika terikat," ucap Erzan, dia menghampiri Arra dan menyandarkan tubuhnya di meja, sementara Arra masih setia duduk di kursinya.


"Zan."


"Mulai sekarang aku akan menjauhi kamu ketika di depan Eudora."


"Kenapa?"


"Ikuti saja rencana ku."


"Bagaimana kalau aku tidak mau."


"Berarti kamu tidak mencintai istri mu."


"Tau apa kamu tentang cinta."


"Bisa tidak, kita tidak usah berdebat?" tatapan Arra mulai terlihat kesal, sedangkan Erzan malah mengulum senyum.


"Apa gantinya jika aku menuruti perintah mu?"


"Astaga, aku begini demi istri mu tapi kamu malah memanfaatkan aku."


"Jika di belakang Eudora kita bisa bersikap mesra?"


"Aku jadi meragukan cintamu pada Arra!"


Erzan menatap dalam kedua mata Arra, membuat wanita ini seketika gugup. Buru-buru Arra memalingkan wajah, memutus tatapan itu.


Sampai akhirnya dia merasa tubuhnya terangkat, lalu berakhir berada di dalam dekapan Erzan.


"Selena, aku tidak suka rencana mu. Bagaimana jika kita gunakan rencana ku."


"Memangnya apa rencana mu?"


"Saat di depan Eudora kita terlihat mesra, saat di belakang dia kita akan latihan mesra."


"Ish! rencana macam apa itu_hempt." Belum sempat Arra menyelesaikan ucapannya, Erzan sudah lebih dulu membungkam dengan cara yang paling ampuh.


Melumaat bibir Arra lembut.