Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 59 - Latihan



"Kenapa?" tanya Erzan sekali lagi karena dilihatnya Selena malah melamun.


Dan ditanya lagi seperti itu membuat Arra menelan ludahnya dengan kasar, seketika kesadarannya kembali. Tidak mungkin dia mencegah kepergian Erzan.


"Setelah keluar tutup pintunya," jawab Arra dengan acuh, dia juga mulai melepaskan pegangannya pada lengan Erzan.


Sementara pria ini, tetap menunjukkan wajah datarnya.


"Keluarlah untuk makan malam, aku akan menemui Eudora lebih dulu," ucap Erzan.


Arra diam saja, tidak menjawab, tidak mengangguk apalagi menggeleng. Dia hanya diam memperhatikan Erzan yang kemudian keluar.


Erzan lantas meminta salah satu pelayan untuk memanggil Eudora agar datang ke ruang kerja.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya Eudora berada di ruangan ini.


Wanita ini menunduk, dia tahu Erzan pasti ingin memarahi dia.


"Eudora," ucap Erzan, hanya memanggil namum suaranya sudah mampu membuat Eudora takut. Eudora bahkan sampai meremat kedua tangannya sendiri, merasakan tangan yang basah dengan keringat dingin.


"Pertunangan kita sudah berakhir, kamu tidak lupa itu kan?" tanya Erzan, dia memang bicara dengan sangat pelan, namun Dingin sekali hingga menusuk sampai ke relung hati.


"Aku tahu Zan dan apa yang kamu lihat di kamar Selena tadi bukanlah hal yang sebenarnya terjadi. Wanita itulah yang menampar aku." Eudora mulai menangis, dituduh seperti ini rasanya sakit sekali.


"Lebih baik kamu pulang, aku tidak ingin rumah ini jadi tidak tenang.


Eudora menggeleng, dia tidak mau.


"Tidak Zan, aku mohon maafkan aku kali ini. Aku tidak akan mengulanginya lagi," jawab Eudora dengan buru-buru.


Belum sempat Erzan menjawab, terdengar suara pintu yang diketuk, memutus pembicaraan diantara mereka.


Arra masuk ke dalam ruangan ini, ingin mencegah Erzan mengusir Eudora.


Arra pikir, dia tidak akan bisa balas dendam jika wanita licik ini pergi.


Dan melihat Selena masuk, Eudora dengan segera menghapus air matanya. Tidak ingin terlihat lemah di depan wanita ini.


Tapi tentu saja usaha itu terlambat, karena Arra sudah melihat tangis Eudora.


"Zan, maafkan saja Eudora. Aku yakin dia menamparku hanya karena ingin melindungi Eleanor. Baginya kan aku masih seperti orang asing," ucap Arra, dengan beraninya dia berdiri disamping Erzan, sementara Eudora berdiri dihadapan mereka dan terhalang oleh meja kerja.


"Aku hanya tidak ingin rumah ini jadi kacau, aku ingin rumah ini tenang."


"Iya, aku juga janji tidak akan rusuh lagi," jawab Arra, lalu membuat gerakan V dengan menggunakan jari tangan kanannya.


Benar-benar terlihat menjijikkan di mata Eudora.


Namun Erzan malah menganggukkan kepala.


Sial! ku rasa dia memang sengaja ingin membuatku cemburu! Awas kamu Selena, aku akan membalas lebih sakit dari pada ini.


Saat itu Eudora keluar lebih dulu, sementara Arra masih berada di ruangan kerja ini.


"Zan, katamu kamu tidak akan tergoda dengan ku kan?" tanya Arra langsung, tanpa basa basi.


"Apa maksudmu?" Pertanyaan Selena terdengar menyebalkan, membuatnya memasang wajah tidak ramah.


"Kalau begitu jangan marah kalau tiba-tiba aku mencium mu seperti ini." Dengan segera Arra mengecup sekilas pipi Erzan, lalu bergerak cepat mengambil jarak. Nanti dia akan semakin sering membuat Eudora kesal dengan kedekatan yang lebih intim. Karena itulah Arra tidak ingin Erzan syok.


"Ingat jangan tergoda, jadi jangan marah juga," ucap Arra lagi.


"Jaga sikapmu!"


"Jangan marah."


"Selena Maiden!"


"Jangan marah, nanti Eleanor ku buat menangis."


Erzan terdiam, kini kepala nya sudah mendidih ingin marah. Sampai dia ingat jika Selena Maiden adalah seorang wanita penggoda.


"Benar, aku tidak akan pernah tergoda padamu."


"Bagus, ini latihan lagi biar tidak marah." Arra kembali mengikis jarak dan mengecup sekilas pipi Erzan. Tapi karena Erzan reflek menoleh, membuat bibir mereka yang bertemu sepersekian detik.


"Kya!! kenapa kamu menoleh!" kesal Arra.


Dia lantas pergi dari ruangan itu dengan sedikit berlari.


Meninggalkan Erzan yang geleng-geleng kepala dan kemudian membuat gerakan menghapus di bagian bibirnya.