Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 65 - Tidak Ada Penolakan



Erzan mengiringi langkah Arra menuruni anak tangga menuju lantai 1, dengan tangan kanannya yang menggendong baby El.


Dia berjalan sedikit dibelakang, melihat Selena yang sedang mengacuhkan dia dan bersikap dingin.


"Selena, kamu tadi meninggalkan semua belanjaan mu di restoran. Tapi Leo sudah membawanya kembali dan sekarang ada di ruanganku," ucap Erzan, untuk pertama kalinya dia lebih dulu buka suara, memulai pembicaraan di antara mereka.


Dan mendengar tentang barang-barang yang sempat dia lupakan itu membuat Arra akhirnya ingat dengan Eudora. Tadi Arra sudah menelpon Sasy dan bertanya apakah dia benar menghubungi Richard.


Tapi sungguh Sasy tidak melakukan itu, Bahkan sang asisten sampai rela bersumpah.


Dari keterangan Sasy, Arra mulai paham jika ini semua adalah ulahnya Eudora.


Kepala yang tadinya hanya merasa kesal kini berubah jadi marah. Kini giliran dia yang akan membalas perbuatan Eudora.


Sampai di ujung tangga Arra menghentikan langkah, berbalik menatap Erzan yang juga mengikuti pergerakan dia.


"Apa kamu menyelidiki masa lalu ku?" tanya Arra, tapi Erzan malah diam, mendadak bingung. Padahal dari tadi di dia selalu menunggu Selena untuk bicara.


Dan masalah lainnya adalah, masa lalu Selena yang menjadi wanita malam rasanya tak pantas untuk jadi bahan pembicaraan.


"Jawab! malah diam."


Erzan hanya mengangguk kecil sebagai jawaban, namun satu anggukan itu mampu membuat Arra menghembuskan nafasnya berat.


Berarti selama ini dimata Erzan dia benar-benar sudah tidak punya harga diri bahkan Ara sampai mengelus dadanya yang terasa sakit, benar-benar merasa kecewa pada dirinya sendiri.


"Kamu tahu aku wanita malam?"


Erzan mengangguk lagi, membuat Arra ingin menangis.


"Tau begitu aku tidak sudi menggoda mu!" ucap Arra dengan merengek dan membentak.


Sementara Erzan hanya diam, masih bingung sebenarnya situasi apa yang sedang dia hadapi.


Namun akhirnya Erzan mengambil sebuah kesimpulan, bahwa Selena ingin keluar dari dunia kelamnya itu. Meninggalkan status lamanya yang menjadi wanita malam dan kini benar-benar menjadi seorang artis tanpa menjual diri lagi.


Karena itulah Selena lari dari Richard. Ya, Erzan meyakini itu.


"Lagipula aku tidak akan tergoda, jadi goda saja. Apa salahnya?" tanya Erzan, bicara dengan wajah dan suara yang sama-sama datar. Menyebalkan sekali!


Hii! rasanya Arra benar-benar ingin memukul kepala Erzan menggunakan sendal yang sedang dia pakai.


Tapi Arra coba tenang, dia menarik dan membuang nafasnya pelan. Berulang kali sampai otaknya benar-benar jernih kembali.


Rasanya tidak ada salahnya pula menjadi wanita penggoda untuk saat ini, lagi pula dia memang ingin memanfaatkan Erzan untuk membalaskan dendam pada nenek mampir Eudora.


"Baiklah, sini ku goda lagi. Tidak ada penolakan!" Arra langsung memeluk lengan kiri Erzan, bergelayut manja disana dan menarik pria untuk kembali berjalan menuju meja makan.


Erzan benar-benar menurut, lebih baik melihat Selena yang urakan begini daripada melihat wanita itu diam dan wajahnya ditekuk.


Eleanor juga bahagia sekali, sesekali dia tertawa melihat tingkah ibunya yang seperti ulat bulu, menempel kuat pada lengan sang ayah.


Sampai akhirnya mereka tiba di meja makan dan Eudora yang melihat itu langsung menjatuhkan piring yang dia pegang ...


Pyarr!!