Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 55 - Menjadi Wanita Penggoda



"Erzan!" panggil Eudora, sebuah panggilan yang berhasil memutus tatapan di antara Arra dan Erzan


Arra memalingkan wajahnya dan melihat kedatangan Eudora dari arah ruang tengah, sementara Erzan masih terus menatap lekat Selena.


Tatapan Selena tadi seolah ingin mengatakan sesuatu, tapi entah.


"Kamu pulang cepat?" tanya Eudora dengan suaranya yang lembut, dia langsung berkata seperti itu saat sudah berdiri di hadapan Erzan. Bicaranya lembut sekali, tidak seperti saat sedang bicara dengan Arra. Wajahnya juga terlihat teduh, penuh kehangatan.


Dan mendengar suara itu, mendadak Arra merasa jijik. Entah berapa wajah di miliki oleh wanita ini.


Merasa muak, Arra pun segera berlalu dari sana. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia menyadari 1 hal. Dia tidak akan lagi kabur dari wanita itu, Arra sudah putuskan untuk membalas semua rasa sakit yang selama ini dia rasa.


Dan pembalasan yang paling ampuh untuk Eudora adalah mengunakan Erzan.


Tapi hanya membayangkan untuk menggoda pria itu saja sudah membuat Arra jijik.


"Huwek!" jijik Arra, tanpa sadar dia seperti itu hingga mencuri perhatian Erzan dan Eudora yang ada di belakangnya.


"Hii menjijikan!" kesal Arra, dia tidak sanggup melakukannya sekarang. Jadi Arra terus melangkah menuju ruang makan.


"Kenapa wanita itu? benar-benar aneh, apa jangan-jangan dia hamil?" ucap Eudora, berucap dengan banyak pertanyaan. Sengaja dia lakukan untuk membuat Selena terlihat buruk di mata Erzan.


Eudora melihat, Erzan yang tidak menanggapi apapun. Bahkan langsung menaiki anak tangga dan menuju lantai 2.


Tapi Eudora tidak menyerah, dia mengikuti langkah Erzan.


"Apa kamu tahu Zan, sepertinya Selena dan Leo memiliki hubungan," ucap Eudora lagi, dia akan terus meracuni pikiran Erzan dengan sisi buruk Selena.


"Tapi aku tidak menyangka jika Selena sampai hamil seperti itu. Wanita yang bekerja di dunia hiburan memang memiliki hidup yang bebas."


Tapi Erzan tetap tidak menanggapi, dia ingin segera mencuci tangannya dan menemui sang anak. Tidak biasa meninggalkan Eleanor membuatnya begitu rindu meski baru berpisah beberapa jam. Rasanya pun sangat takut Eleanor akan menangis saat dia pergi.


"Eudora, bisakah tidak menganggu ku?" tanya Erzan, sebuah pertanyaan yang ingin membuat Eudora diam. Dulu Eudora tidak seperti ini, gadis baik yang sudah dia kenal sejak kecil.


Namun semakin lama Eudora jadi berubah, dia terlalu banyak mencampuri urusan Erzan. Membuatnya merasa sangat tidak nyaman.


"Baiklah Zan, maafkan aku."


Erzan segera membuka pintunya dan masuk, meninggalkan Eudora yang terpaku dan membuang nafasnya pelan.


Sabar Eudora, sebentar lagi, sebentar lagi dia akan jadi milikmu.


Eudora tersenyum dan kembali turun ke lantai 1.


Di meja makan, Arra makan dengan perasaan yang tidak tenang. Dia masih memikirkan bagaimana caranya untuk menggoda Erzan dan membuat Eudora marah.


Menjijikkan sekali, apa harus aku melakukan itu?


Tapi hanya itu satu-satunya cara untuk membuat Eudora marah dan kesal.


Setelah itu dia pasti akan menyiksa ku, dan kali ini aku harus mendapatkan bukti.


Tapi bagaimana caranya? masa tiba-tiba aku langsung menggoda. Huwek.


Eh! tunggu dulu, bukannya tadi pagi dia bilang tidak akan tergoda padamu?


Arra tersenyum, sambil mengingat-ingat kejadian itu.


Aku akan menantangnya.


Senyum Arra semakin lebar. Dia akan berubah menjadi wanita penggoda, sebelum sadar jika Selena Maiden adalah wanita yang seperti itu.