Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 40 - Sudah Terbiasa



Tentu saja Erzan terperangah mendengar ucapan Leo, kedua matanya bahkan nampak melebar tak percaya.


Ucapan yang dilontarkan oleh Leo terdengar seperti sebuah omong kosong.


Sudut bibir Erzan bahkan tertarik sedikit membentuk sebuah seringai. Merasa lucu dengan ucapan sang asisten.


Dan melihat reaksi tuannya tentu saja Leo merasa wajar. Hal ini memang terasa sulit untuk diterima akal sehat.


"Nyonya Arra mengambil uang dalam jumlah yang sangat besar, tapi setelahnya dia menghilang." terang Leo lagi, disetiap pencariannya pada sang nyonya, selalu terhubung dengan Selena.


"Saya tidak berani mengatakan jika wanita yang kini berada di kamar baby Eleanor adalah nyonya Arra, tapi kita bisa menyelidikinya Tuan." terang Leo lagi.


Sementara Erzan kembali tergugu, dia sudah seperti orang gila yang kehabisan akal untuk mencari istrinya, hingga mencurigai wanita lain sebagai Arra.


Ini benar-benar gila.


Tapi semua kata yang diucapkan oleh Leo terasa masuk akal. Tentang Arra dan Selena yang terlalu banyak persamaan.


Jam 4 pagi pembicaraan kedua pria itu usai.


Saat matahari semakin meninggi, Arra pun membuka matanya dan melihat sang anak yang masih berada di samping.


Bibir Arra tersenyum, ternyata ini bukan mimpi.


"Sayang," panggil Arra pelan, dia membelai wajah sang anak dengan lembut.


Tidak berselang lama kemudian Hera dan Anya masuk ke dalam kamar ini. mereka juga memberikan baju ganti untuk Selena.


"Nona, ini adalah baju ganti Anda," ucap Anya, dia yang menyerahkan baju itu.


"Terima kasih." Arra mengambilnya dan segera mandi, tubuhnya memang sudah begitu lengket. Terlebih semalam dia terlalu banyak berlari dan berteriak, tubuhnya penuh dengan peluh.


Arra keluar dari dalam kamar mandi dengan tampilan yang lebih segar, dia langsung mengambil sisir di salah satu laci meja, menggunakannya dan mengembalikannya.


Arra kemudian bergerak kesana kemari, mencari dengan tepat semua keperluan Eleanor, seolah kamar ini adalah miliknya sendiri.


Hera dan Anya bahkan saling pandang, melihat seolah Selena sudah terbiasa dengan ruangan ini. Padahal Selena baru menginap semalam tapi dia sudah berhasil mengingat semuanya.


Hera dan Anya memang heran, namun mereka tidak berani buka suara. Terlebih saat melihat baby Eleanor yang begitu tenang di dekat wanita cantik ini.


Disaat Arra sedang memegang baby El, terdengar suara pintu kamar yang diketuk.


Hera membukanya, melihat ada Leo berdiri disana.


Kedatangan Leo kesini untuk menyampaikan pada Selena bahwa tuan Erzan sudah pergi. Selama itu pula Selena akan tetap di kurung di rumah ini.


Arra yang mendengar itu memasang wajah marah, seolah menunjukkan dia ingin segera pergi. Padahal dalam hatinya dia tengah bersorak, kepergian Erzan akan membuatnya memiliki banyak waktu dengan baby El.


"Saya permisi Nona," pamit Leo dan Arra mengangguk.


"Apa makanan baby El sudah siap?" tanya Arra dan Hera langsung menjawab Iya, makanan baby El sudah siap sejak jam 6 pagi tadi.


"Boleh kah aku memasak lagi untuk baby El? tiba-tiba aku ingin memasak untuk dia," pinta Arra.


"Maaf Nona, bukan saya tidak mengizinlan, tapi semua makanan baby El harus terjamin. Itu adalah perintah tuan Erzan."


"Kalau begitu ikutlah dengan ku ke dapur, pastikan sendiri jika masakan ku aman untuk Eleanor."


Hera tidak bisa menolak.


Arra memimpin langkah menuju dapur di rumah itu, membuka lemari pendingin dan mempersiapkan semuanya tanpa kesulitan sedikitpun.


Yang Hera heran bukan tentang masakan Selena, tapi kenapa wanita ini begitu menghapal letak semua benda?


Apa nona Selena pernah tinggal disini?