Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 50 - Sisi Kekanakan



Arra kembali membuka matanya saat terdengar suara pintu kamar yang tertutup.


Erzan sudah keluar dari dalam kamar ini.


Disana Arra termenung, dia membuang nafasnya pelan dan kembali menatap sang anak.


Arra sadar, Dia sangat tahu bahwa Erzan begitu menyayangi Eleanor. Arra juga merasa sangat bersalah ketika ingat dulu dia ingin menggugurkan anaknya.


Tapi dengan berjalannya waktu, Arra jadi sangat menyayangi janin yang ada di dalam rahimnya. Namun saat itu juga dia malah mengatahui fakta tentang Erzan yang akan memisahkan mereka.


Eudora datang ke rumahnya dan memperkenalkan diri sebagai calon istri pilihan keluarga Harold, seorang wanita berkelas yang akan pantas bersanding dengan Erzan.


Lagi, Arra membuang nafasnya berat.


Cukup sudah mengingat masa lalu yang menyakitkan itu. Kini dia hanya akan hidup sebagai Selena Maiden.


Arra kembali menutup mata dan tidur.


Pagi datang.


Eudora sibuk menyiapkan sarapan di dapur sementara Arra sibuk mengurus baby Eleanor.


Baju Arra bahkan terlihat sedikit basah, karena baby El mandi sambil memainkan air di dalam bak nya.


"Nona, biar saya yang pakaikan baju untuk baby El, lebih baik Anda ganti baju," ucap Anya, dia juga mengambil baby El dari gedongan Arra yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.


"Hem, baiklah. Setelah itu langsung saja suapi baby El. Kita bertemu di meja makan."


"Baik Nona."


Setelah memberikan kecupan singkat di pipi sang anak Arra pun pergi meninggalkan kamar Eleanor.


Tapi sialnya baru menutup pintu kamar itu tiba-tiba dia bertemu dengan Erzan, mereka saling bersitatap di depan kamar Eleanor.


"Jaga matamu, jangan lancang!" kesal Arra, tapi dia tidak berusaha untuk menutupi dada itu tetap membiarkannya seperti itu saja.


Dan Erzan malah berdecih, di depannya Selena bersikap seperti seorang wanita yang suci. Padahal dia sudah tahu sejak lama siapa Selena Maiden, seorang wanita malam yang dengan sukarela menyerahkan tubuhnya demi sejumlah uang.


"Apa menjadi artis membuatmu lupa dengan masa lalumu sendiri?" tanya Erzan, melihat sikap angkuh yang selalu ditunjukkan oleh Selena membuatnya ingin menghancurkan keangkuhan itu, masa lalu Selena adalah senjatanya.


Dan mendengar ucapan Erzan, membuat Arra mengurutkan dahi.


Masa lalu? tanya Arra di dalam hati dengan perasaan yang mendadak bingung. Tentang masa lalunya sebagai Selena Maiden dia memang tidak pernah tahu sedikit pun.


Dan mendengar ucapan Ersan itu membuatnya jadi penasaran juga. bagaimanapun kini semua orang mengenal dia sebagai nama itu.


Arra melihat Erzan yang menatapnya remeh, benar-benar tatapan yang sangat dia benci.


"Kamu tidak akan pernah berhasil menggoda ku," ucap Erzan, setelah mengatakan itu dia melewati Selena begitu saja dan membuka pintu kamar sang anak, lalu masuk dan menutup pintunya.


Sementara Arra langsung berbalik dan menatap pintu itu dengan tatapan benci.


"Ciuh! Siapa juga yang mau menggoda dia, huwek!" Arra berlagak muntah, rasanya jijik sekali saat membayangkan dia yang menggoda perhatian Erzan.


Tubuhnya bahkan langsung merinding, benar-benar menjijikkan.


"Huwek!"


Saking jijiknya, Arra bahkan sampai tidak sadar jika kelakuannya itu membuat Leo tersenyum kecil di ujung sana. Dia yang tengah mengamati malah merasa lucu sendiri.


Dia pernah melihat sisi kekanakan itu pada Nyonya Arra.


Ketika Arra masih menjadi pramugari aktif di Harold Kingdom Airlines.