Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 47 - Satu Rahasia



Deg! Arra sangat terkejut ketika tubuhnya jatuh di atas dada Erzan. Bukan hanya jatuh, namun Erzan juga menahannya dengan kuat, pria ini menumpu bebannya dan juga baby El.


"Berhati-hatilah, jangan membahayakan anakku," ucap Erzan, dia sangat terkejut saat melihat tubuh Selena yang seperti goyah. Untunglah dengan cepat dia masih mampu menahan nya.


Erzan lantas kembali mendudukkan Selena di kursi dan mengambil udara dari gendongan wanita ini.


"Aku yang akan membawa Eleanor ke atas," ucap Erzan lagi, dia terus bicara meski Selena belum menanggapi apapun.


Bahkan Erzan juga langsung pergi begitu saja meninggalkan Selena di ruang itu.


Eudora yang awalnya begitu kesal melihat Erzan memeluk Selena, kini akhirnya bisa kembali tertawa.


Karena nyatanya Erzan bersikap seperti itu bukan untuk dekat dengan Selena, melainkan hanya karena Eleanor.


Dengan tertawa kecil Eudora menghampiri Selena.


"Bagaimana? sudah patah hati nya?" tanya Eudora dengan nada menghina. Setelah ditinggal pergi oleh Erzan begitu saja Dia sangat yakin jika Selena tengah patah hati.


"Perempuan sepertimu jangan bermimpi untuk bersanding dengan Erzan, sadarlah bahwa kamu hanyalah seorang pengasuh." tegas Eudora lagi. Dia mengibaskan rambut panjangnya kebelakang.


"Kamu mau tau satu rahasia?" tanya Eudora, dia mendekati Selena dan siap berbisik.


"Aku adalah calon istri Erzan." bisiknya lalu tertawa penuh kebanggaan.


"Calon istri?" tanya Arra dan Eudora mengangguk, susah payah Eudora menghentikan tawanya karena terlalu bahagia.


"Tentu saja, aku adalah calon istri Erzan, nyonya di rumah ini."


Arra tahu itu, tapi entah kenapa kini rasanya dia ingin menentang akan hal itu.


"Benarkah? ku pikir Erzan masih memiliki istri, siapa ya namanya? Ah iya Arra, Erzan bahkan seperti orang gila mencari istrinya itu. Apa kamu calon istri keduanya?" tanya Arra dengan wajahnya yang polos dan juga sedikit meledek, istri kedua bukanlah hal yang bisa dibanggakan.


"Jaga ucapan mu!" Eudora mulai kesal, garis tawa di wajahnya pun langsung hilang seketika.


"Apa bagusnya jadi istri kedua? orang akan menilai kamu seperti wanita hina yang menggoda suami orang lain."


Mendengar itu Eudora mengangkat tangan kanannya siap menampar Selena, namun belum sampai mendarat tangan itu sudah lebih dulu ditahan oleh Arra.


Bahkan Arra mencengkeram kuat pergelangan tangan Eudora, sekuat tali yang pernah Eudora ikat di kedua tangannya.


"Arg! lepas!" pekik Eudora, tapi Arra tidak menuruti. Arra justru semakin mencengkram kuat tangan itu dan kemudian mendorong tubuh Eudora hingga jatuh di atas sofa.


Eudora merintih, mengeluh sakit dan terus memegangi pergelangan tangan kanannya yang terlihat merah.


"Dasar wanita kurang ajar! akan aku adukan kamu pada Erzan!" ancam Eudora, matanya mulai terlihat merah, nyaris saja dia menangis. Perlakuan kasar ini tidak pernah dia dapatkan sebelumnya.


"Katakan saja, aku tidak takut!" jawab Arra, menjawab dengan suaranya yang membentak.


Kali ini dia tidak akan lagi mau ditindas, dia bukanlah Arra yang dulu.


Dia adalah Selena Maiden.


Dan setelah membuat Eudora kesakitan, Arra segera pergi dari sana. Dia langsung naik ke lantai 2 dan menuju kamar.


Bahkan membanting pintu kamarnya dengan kuat.


Brak!


Erzan yang baru keluar dari kamar Eleanor sampai mengeryit bingung.


Lalu meminta penjelasan pada Leo yang juga baru naik ke lantai 2.


"Maaf Tuan, hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Mereka malah bertengkar."