Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 78 - Kencan Ala Erzan



Selesai sarapan bersama.


Erzan mengajak Arra dan Eleanor untuk keluar, pergi ke pusat perbelanjaan dan tempat bermain anak. Anya juga akan ikut bersama mereka.


Sebelum pergi Arra lebih dulu bersiap. Pergi bersama Erzan, dia merasa harus menyembunyikan identitasnya yang seorang artis. Tidak ingin media dan para fans nya tahu.


Erzan adalah salah satu pengusaha yang banyak disorot oleh media pula. Bukan hanya karena kepiawaiannya dalam dunia bisnis, namun ketampanan Erzan pun mencuri perhatian.


Agar tidak menjadi pusat perhatian semua orang, Arra sengaja menggunakan celana hitam, baju kaos putih biasa lengkap dengan topi untuk menutupi wajahnya. Bukan memakai gaun seperti selama ini saat dia pergi keluar.


Selesai bersiap dia pun mendatangi kamar sang anak, melihat apakah Anya dan Hera sudah menyiapkan semua kebutuhan Eleanor.


Sampai disana ternyata sudah ada Erzan.


Pria dengan tatapan dingin ini seketika menatap Arra aneh.


Sebuah kencan yang sudah dia susun secara diam-diam seolah hancur begitu saja ketika melihat penampilan sang istri, bukan seperti teman kencan tapi Arra lebih mirip seorang mata-mata.


Astaga, wanita ini selalu bisa menghancurkan ekspektasi ku. Batin Erzan.


Dia menggelengkan kepalanya pelan, Arra memang tidak pernah bisa ia tebak.


"Kamu mau kemana?" tanya Erzan, meledek.


"Katanya mau ke Mall."


"Kamu tidak terlihat seperti mau pergi ke Mall."


"Lalu?"


"Seperti mau jadi pencuri."


"Ish!" kesal Arra, dia lalu mendengus sebagai tambahan. Lalu bergerak melewati Erzan dan melihat sang anak yang sudah siap untuk pergi juga.


"Eh tunggu dulu, aku mau ganti baju lagi," ucap Arra, melihat Eleanor dia jadi punya ide lain. Bukan berdandan seperti penguntit seperti ini, Arra ingin berdandan seperti baby sitternya saja. Jadi di tempat bermain anak nanti dia bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama baby El.


"Mau ganti baju apa lagi, sudah seperti itu saja." Erzan menjawab.


"Tapi nanti orang-orang akan mengira aku menculik Eleanor." Jawab Arra dengan wajahnya yang ketus.


"Siapa suruh berdandan seperti itu."


"Karena itulah Aku mau berdandan lagi, seperti Anya."


"Astaga!" Akhirnya Erzan kesal juga.


Tapi Arra tidak peduli, dia malah meminjam salah satu seragam Anya dan memakainya. Lalu mengepang rambutnya jadi dua dan menggunakan kaca mata.


Terserahmu saja, yang penting kita pergi. ucap Erzan di dalam hati. Mencoba tenang.


Akhirnya mereka semua siap, satu tangan Erzan menggendong Eleanor dan satu tangannya yang lain menggandeng tangan Arra.


Mereka benar-benar tidak sadar jika Eudora melihat dari salah satu sudut ruangan, melihat dengan tatapan benci, tidak terima.


Erzan dan yang lainnya akan pergi bersama supir, tidak di dampingi oleh Leo. Leo sedang sibuk sendiri dengan semua urusannya.


"Zan, kenapa harus gandengan? mana ada Tuan yang menggandeng tangan babysitter nya."


Erzan tidak menjawab, dia malah semakin menggenggam erat tangan sang istri.


20 menit perjalanan dan akhirnya mereka sampai di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.


Awal masuk semuanya memang terlihat seperti biasa, banyak pengunjung lainnya yang berada di lantai itu.


Namun saat Erzan mengajak Arra ke lantai 5, semuanya nampak aneh .


Lantai ini sepi sekali, seolah tidak berpenghuni.


Mereka masuk ke salah satu toko baju ternama. Di dalam sana mereka disambut oleh 2 karyawan wanita, toko ini masih beroperasi seperti biasa.


Tapi pengunjungnya hanya mereka saja.


"Jangan bilang kamu menyewa lantai ini untuk kita."


"Pilihlah apapun yang kamu suka."


"Astaga, jadi benar?" Arra menutup mulutnya yang menganga, lalu untuk apa dia harus menyamar seperti ini.


"Lalu untuk apa aku menyamar seperti ini?"


"Baju ini terlihat cantik untukmu." Erzan tidak peduli semua ucapan Arra, di malah memilih baju untuk istrinya.


"Kenapa tidak bilang?"


"Kamu mau warna apa?"


"Erzan! aku sedang bertanya!"


Cup!


Eleanor Hanya tertawa melihat tingkah kedua orang tuanya, sementara Anya mendadak pura-pura buta.