Finding Lost Wife

Finding Lost Wife
FLW BAB 72 - Hanya Malam Ini



"Tuan!" suara Leo lebih tinggi dan akhirnya berhasil membawa kesadaran Erzan kembali.


"Awasi wanita itu, tidak perlu mengusiknya. Lagipula Arra tidak akan mengaku sebelum tes DNA itu keluar."


"Baik Tuan."


Panggilan itu akhirnya mati dan Erzan segera kembali masuk ke dalam kamar. Kedua matanya langsung tertuju ke arah ranjang, melihat Arra yang sudah menggeser baby El ke tengah dan dia sendiri tidur sambil menghadap sang anak.


Erzan melangkah mendekat, kini dia duduk ditepi ranjang, dekat dengan Arra.


"Kamu sudah tidur?" tanya Erzan, tapi Arra tidak menanggapi apapun. Sebenarnya dia belum tertidur hanya berpura-pura untuk menutupi detak jantungnya yang berdebar hebat.


Bagaimana bisa dalam sekejap saja hubungan di antara mereka berdua jadi se intim ini. Arra belum siap.


Dan diantara kedua matanya yang tertutup tiba-tiba dia merasa sentuhan lembut di atas kepalanya, Erzan membelainya dengan lembut.


Maka makin bergemuruh lah hati Arra dibuatnya.


Oh ya tuhan, sebenarnya apa yang terjadi pada Erzan. Apa dia benar-benar tergoda pada ku? Cih! katanya istrinya hanya 1! Batin Arra, lama-lama dia malah jadi kesal.


Akhirnya Arra menepis tangan Erzan di atas kepalanya.


"Bagaimana aku bisa tidur Jika kamu menggangguku terus?!" tanya Arra dengan ketus.


Tapi bukannya menyingkir, Erzan malah naik ke atas ranjang dan langsung berbaring sambil memeluk tubuh Arra.


"Erzan!"


"Diamlah, ayo tidur."


"Aku bukan istri mu."


"Aku tahu."


"Arra akan sangat marah jika dia tahu kelakuanmu seperti ini."


"Aku akan menunggu kemarahannya."


"Bagimana dia marah, dia kan sedang pergi. Harusnya kamu yang jaga sikap!"


"Aku akan menunggu dia pulang."


Erzan menyembunyikan kepalanya di tengkuk Arra. Semakin memeluk Arra yang memunggungi nya.


"Zan, jangan seperti ini."


"Bagaimana aku bisa tidur jika kamu memelukku seperti ini."


"Lalu bagaimana? apa maunya kamu yang memelukku?"


"Ish bukan begitu."


"Ya sudah sini." Tanpa perlu izin Arra, Erzan langsung Memutar tubuh istrinya hingga menghadap ke arah dia. Memeluk Arra erat, hingga wajah Arra bersembunyi di dada bidangnya.


Bukan hanya itu, Erzan juga mengarahkan satu tangan Arra untuk memeluk pinggangnya.


"Seperti ini mau mu kan? baiklah aku akan menurut," ucap Erzan, seolah sedang memutar balikan fakta.


Dan Arra yang merasa kesal pun akhirnya mencubit pinggang pria menyebalkan ini.


"Aw! itu cukup sakit." Arra. nama Arra, Erzan ucapkan di dalam hati.


Tapi saat merasakan sakit itu Erzan tidak melepaskan Arra tapi dia malah semakin memeluknya erat.


"Lepaskan aku Zan, aku tidak bisa bernafas."


"Jangan jadi pembohong."


"Pembohong apanya? Aku memang tidak bisa bernafas, kamu memelukku terlalu erat," kesal Arra.


Dia tidak tahu jika kata pembohong hanya Erzan ucapkan untuk menyindir istrinya ini, yang semakin lama sudah jadi ahlinya pembohong.


"Akhirnya aku percaya jika kamu benar-benar seorang artis."


"Kamu membicarakan tentang apa sih? Aku bicara apa kamu jawabnya apa!"


"Tidurlah."


"Lepaskan aku dulu."


"Hanya malam ini." Erzan semakin membenamkan wajah Arra di dalam dekapannya, sementara satu tangannya yang lain mengelus kepala Eleanor.


Bibir Erzan tersenyum kecil, malam ini terasa begitu indah, sangat nyaman dan membuat hatinya tenang. Kegelisahan yang sudah dirasakan beberapa bulan terakhir seketika hilang begitu saja.


Ketakutannya akan Arra yang hidup dengan tidak baik-baik saja pun akhirnya hilang.


Dan malam ini, akhirnya Arra dan Erzan tidur sambil saling memeluk erat.