FIND YOU In MY MEMORIES

FIND YOU In MY MEMORIES
78. Tertunda



“Tuan muda, tudan muda ...” Panggil Zulaikha, menyadarkan Sabi dari pikirannya yang melayang karena kecantikan Zulaikha.


“Ah, iya?!” Gumam, Sabi tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang sedikit terkejut, menyadari dirinya yang blank saat melihat perubahan gadis itu. “Ada apa Zu?” Tambahnya lagi.


“Tidak tuan muda. Saya hanya ingin menyapa anda.” Jawab Zulaikha, menyibakkan rambutnya ke belakang telinganya dan tersenyum malu.


“Eh, Queen ...” Gumam Nyonya Sura, saat melihat kehadiran Queen yang baru saja datang membuat beberapa mata tertuju padanya.


Jas berwarna merah muda dipadukan dengan vast berenda warna putih, membuat dua buah kalung emas yang tersusun rapih tergantung indah di depan dadanya yang sedikit terbuka. Rok yang lumayan pendek senada dengan warna jasnya, membuat kaki jenjangnya yang ditutupi oleh buts putih sampai lutut. Semakin membuat kakinya terlihat jenjang dan menjadi pusat perhatian tentunya.



Beberapa kamera yang telah siap untuk memotret keluarga Andi Syafar, berpindah fokus dan memotretnya. Membuat Queen Lee, terlihat seperti seorang super model. Berjalan dengan percaya dirinya bersama lampu kamera yang terus berkelap kerlip menyinari setiap langkahnya.


What?! Gumam Sabi, melihat Queen dengan dahi yang berkerut.


Apakah dia sudah gila memakai rok mini seperti itu?!


Seorang pegawai dengan pakaian hitam putih datang menghampiri Queen, menuntunnya ke tempat duduknya.


Queen tersenyum, dan sedikit menganggukkan kepalanya lembut membalas kebaikan karyawan itu. Membuatnya sangat terlihat ramah di depan kamera dan itu membuat Zayn mendesis kesal.


“Queen ...” panggil Sabi, namun Queen tak menoleh dan membuatnya kembali memanggilnya dengan sedikit berteriak.


“Queen ...”


“Hmm .. apa?” Sahutnya, tanpa menoleh. Sok sibuk dengan handphonenya.


Cihh ... belagu sekali.


“Apa kau sudah gila, hah?!”


Queen menoleh dan melihat Sabi dengan alis yang berkerut. “Kenapa lagi?”


“Rokmu!” Sabi mengibas-ngibaskan celananya dengan tatapan arogan. “Terlalu pendek.” Dia bahkan sampai membuat garis di pahanya, untuk menunjukkan betapa pendeknya rok yang Queen gunakan saat duduk.


“Lalu kenapa kalau pendek?” Sergah Queen dengan santainya, membuat Sabi mengusap wajahnya kesal.


****!!!


“Ini!” Seru Sabi, mengulurkan taplak meja itu tepat di depan wajah Queen, membuat gadis itu mengerang kesal karena wajah sang pria idamannya terhalang oleh taplak meja yang diulurkan oleh Sabi.


“Aaiishh, apa ini?!”


“Ambil.” Sahut Sabi singkat, dan Queen menggeleng tidak mau. “Baiklah kalau kamu tidak mau, biar aku yang melakukannya.” Sabi menarik nafasnya dan membuka lebar taplak meja itu, meletakkannya di atas paha Queen hingga menutupi seluruh paha gadis itu secara menyeluruh.


“Eeh ...” gumam Queen, menganga melihat sikap Sabi padanya.


Zulaikha tidak bisa tidak memperhatikan bagaimana perlakuan Sabi pada Queen yang terlihat sedikit arogan tapi peduli, dan Ridwan yang menyaksikan aksi Sabi, juga terlihat terhenyuk. Tangan Ridwan spontan menepuk pundak Zayn, dan laki-laki itu menoleh pada pemandangan yang membuat matanya langsung menatap tajam, pada Sabi dan Queen yang tidak jauh dari tempatnya duduk.


“Apa kamu pikir ini luar negeri sampai memakai rok super mini seperti itu ke acara resmi seperti ini?!” Gerutu Sabi menatap arogan Queen. “Jangan lepaskan itu, atau akan kutumpahkan air di rokmu sampai kamu harus menggantinya dengan celana panjang. Silahkan pilih.” Cercanya, lalu pergi meninggalkan Queen tanpa sempat membiarkan gadis itu menyahut.


Queen Lee termangu melihat pundak Sabi yang perlahan berjalan menjauh darinya. Dia seperti mendapat dejavu. Mengingat bahwa dulu seseorang selalu menutupi roknya jika kependekan, dan itu membuat perasaannya selalu berbunga.


Tapi sekarang, orang itu hanya diam dan malah Sabi yang melakukan itu padanya. Suasana hatinya langsung merosot mengingat itu.



...........


Beberapa petugas keamanan datang dengan raut wajah yang sedikit panik, sambil berlari menghampiri seorang karyawan yang bertugas sebagai MC lalu membisikkan sesuatu, membuat beberapa mata fokus ke depan dan juga heran seketika.


Ekspresi MC itu langsung berubah, dan petugas keamanan itu langsung pergi undur diri turun dari panggung.


“Sepertinya ada yang tidak beres.” Gumam Ridwan, memperbaiki posisi duduk kacamatanya.


“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya atas keterlambatan dari keberlangsungan acara pada hari ini, dan sepertinya acara ini tidak bisa dilanjutkan.” Ucap Mc, membuat semua tamu yang hadir menjadi bertanya-tanya. “Tuan Andi Syafar dan keluarga mengalami kecelakaan saat dalam perjalan menuju ke tempat acara.” Sambung Mc itu lagi, dan tamu semakin riuh menganga mendengar ucapannya.


Para kameramen dengan cepat langsung memeriksa handphone mereka, dan benar. Mereka menemukan kabar tak mengenakkan itu. Segera mereka meninggalkan ruangan itu, menuju rumah sakit tempat keluarga Andi Syafar dan keluarga dirujuk untuk berburu berita yang menggegerkan itu. Karena tidak ada yang lebih bagus bagi wartawan selain berita terbaru dari para keluarga kaya raya dan pastinya ini akan menjadi berita yang trending dan menguntungkan bagi mereka.


“Kecelakaan, lagi?!” Gumam Zayn, dengan wajah datarnya.


Sabi dan Nyonya Sura langsung bergegas meninggalkan ruangan itu, menuju ke rumah sakit dengan Pak Jaka sebagai penuntun jalan mereka.


“Cepat cari tau dimana mereka dirawat.” Pintah Nyonya Sura dan Pak Jaka langsung menelfon seseorang.


Bersambung ...