Febry & Feby

Febry & Feby
Akhir Sebuah Kisah



Setelah 9 bulan mengandung baby Athiya dan kecemasan selalu datang menghampirinya. Feby selalu bertanya - tanya dalam hatinya, apakah dia bisa melahirkan dengan selamat atau tidak ? Pertanyaan itu selali terngiyang - ngiyang di pikirannya. Febry sebagai suami terus memberi semangat pada Feby dan selalu meminta Feby untuk berpikir positif.


Namun Febry juga hawatir memikirkan istrinya yang begitu aktif bergerak sampai dia pusing sendiri dengan kelakuan istrinya.


Masa - masa itu kini sudah mereka lalui, Feby sudah tidak merasakan betapa sakitnya pada saat ingin melahirkan. Dan Febry sudah bisa bernapas lega karena Feby sudah melahirkan.


Status mereka sudah berubah menjadi orang tua untuk baby Athiyah. Mereka harus benar - benar mendidik anaknya dan menjaganya.


Sekarang Febry dan Feby sudah berada dirumah mereka. Rasanya begitu berbeda semenjak ada baby Athiya yang hadir diantara mereka berdua. Rumah mereka tidak terasa sepi lagi. Kedua keluarga juga begitu bersemangat menyambut kehadiran baby Athiyah.


" Uuhhhhh cucu oma imut sekali " kata bu Irma.


" Imut kaya April hehee "


" Yang pastinya imutnya nurun dari ayahnya lah " sahut Febry membanggakan diri.


" Bu, masa Athiyah gak mirip sama aku ya ? " kata Feby kesal sedangkan Febry menahan tawa. Sejak di ruang bersalin Feby terus menanyakan hal itu samapai dia kesal sendiri.


" Kalau anaknya perempuan pasti mirip sama ayahnya Feb! "


" Masa gitu ! Padahal Feby yang melahirkannya kenapa jadi mirip sama Febry ! " perotes Feby.


" Kamu juga mirip sama bapa " sambung pak Ahmad.


" Iya Feb kamu mirip sama bapa " kata Andri dan Hilwa hanya tersenyum melihat adik iparnya.


" Sudah By terima kenyataan aja "


" Males ! "


" Bikin satu aja lagi Feb, siapa tau nanti mirip sama kamu " goda pak Rizki.


" Ih papa nih bisa aja "


" Ide bagus pa " sahut Febry kegirangan.


Semuanya pun tertawa karena Feby yang cemburu anaknya lebih mirip dengan Febry dari pada dia.


" Yang sabar ya sayang nanti kita bikin lagi biar mirip sama kamu hehee " bisik Febry.


" Dasar !! "


...****************...


Sore harinya Roby, Laras, Deni dan Sahrul datang berkunjung ke rumah Febry dan Feby untuk menengok keponakan mereka. Betapa berisiknya mereka saat melihat baby Athiyah yang cantik. Dan yang pastinya Feby juga di bully oleh mereka karena anaknya lebih mirip dengan Feby.


" Assalamualaikum " ucap mereka beremapat yang datang dengan membawa sebuah hadiah untuk baby Athiyah.


" Waalaikumsalam "


" Kalian kemana aja hmmm ? " tanya pak Rizki.


" Maaf om kerjaan kita gak bisa di tinggal jadi gak bisa temani Feby lahiran " jawab Roby.


" Ayo masuk lihat teman mu "


" Siap om "


" Ada makana gak om hehee ? " tanya Sahrul.


" Sahrul jangan bikin malu deh ! Baru juga dateng nanyain makanan " ucap Deni.


" Laper Den "


" Maaf om emang teman saya yang satu ini luar biasa gak ada malunya "


" Nanti abis makan jangan lupa cuciin piringnya ya " sambung Andri.


" Siap kak Andri, yang penting makan dulu hehee "


" Dasar ini anak "


" Feb nih teman kalian datang " ucap Hilwa.


" Mana mbak ? " tanya Feby.


" Haiii " tiba - tiba mereka masuk kedalam kamar.


" Ihhh jangan masuk dulu " kata Febry sambil menahan mereka agar keluar lagi.


" Laras aja yang masuk duluan " ucap Febry lagi.


" Asik ! makasih kak Febry " Laras langsung berlari kedalam memeluk Feby.


" Pelit banget ! "


" Bentar si Feby ganti baju dulu "


" Iya iya "


Beberapa menit kemudian Roby, Deni dan Sahrul sudah berada di kamar untuk melihat baby Athiyah.


" Mukanya mirip si Febry banget ya ! " teriak Deni.


" Ssstttttttt "


" Upps maaf - maaf hehee "


" Iya si, lebih mirip sama si Febry ya " sahut Sahrul membenarkan perkataan Deni.


Seketika Feby jadi cemberut lagi.


" Kalian jangan berkata seperti itu "


" Lihat mamanya Athiya cemburu " jawab Febry membuat yang lain melirik ke arah Feby.


" Wait, slow Feb hehee " kata Deni yang mendapat tatapan tajam.


" Jangan sampe sifatnya seperti mamanya hahaha " sahut Roby yang membuat yang lain tertawa.


" Dek liat mama mu di bully sama mereka " kata Feby mengadu pada anaknya.


" Tenang kak Feby ada aku di pihak mu " sambung Laras.


" Emang cuma kamu yang pengertian Ras "


" Eh iya ini hadiah untuk baby Athiyah " kata Roby memberikan hadianya pada Feby. Yang lain juga ikut memberikannya.


" Mmm makasih om dan tante "


" Maaf ya Feb kalau hadiahnya gak mewah " kata Sahrul.


" Slow aja si, kalian uda dateng juga kami udah seneng banget "


" Aku gak nyangka sama kalian berdua " kata Roby.


" Iya sama Rob. Dari sahabat menjadi suami istri dan sekarang udah jadi orang tua " ucap Deni.


" Tau banget dari kecil bagaimana persahabatan kalian berdua, dan sekarang kalian udah punya anak " sahut Sahrul.


" Walaupun aku baru kenal sama kalian, tapi aku tuh merasa kalau kak Feby sama kak Febry udah cocok banget " kata Laras.


Febry dan Feby hanya tersenyum dan saling pandang saat mendengar perkataan temannya.


" Febry, Feby " panggil mbak Hilwa.


" Iya mbak ? " jawab Febry dan Feby.


" Ada teman kalian "


" Siapa mbak ? "


" Sebentar " Hilwa menoleh kebelakang.


" Ayo silahka masuk " ucal Hilwa pada mereka.


Alangkah terkejutnya mereka yang berada di dalam kamar melihat siap yang datang.


" Feby selamat ya " ucap Lisa yang langsung memeluk Feby.


" Makasih Lisa "


" Seneng dong udah jadi ayah " ucap Jacky.


" Alhamdulillah Jacky "


Kemudian Jacky dan Lisa bergabung dengan Roby, Laras, Deni dan Sahrul. Disana mereka berbincang - bicang melupakan masa lalu yang pernah terjadi. Rasa syukur terus terucup oleh Febry dan Feby atas apa yang mereka dapatkan.


Febru dan Feby juga masih tak percaya kalau mereka bisa sampai menikah. Padahal mereka itu sahabat sejak kecil. Ternyata diam - diam Febry menaruh benih - benih cinta dalam hatinya untuk sahabat kecilnya itu.


Feby yang awalnya tidak mempunyai persaan yang sama dengan Febry terus mengabaikannya. Hingga akhirnya Feby jatuh cinta juga dengan Febry walau jalannya begitu rumit untuk mmereka berdua.


Teman - temannya yang sudah menyadari ada perasaan diantara mereka. Dan mereka medukung sekali kalau mereka menjalin hubunga yag lebih serius. Apa lagi Roby yang menjadi saksi tumbuh ya cinta mereka berdua.


Dan sekarang telah hadir benih cinta mereka yang sangat mereka nantikan. Selama tiga tahun lamanya mereka menanti kehadiaran sang buah hati, sampai mereka memeriksa kesehatan mereka namun mereka terus bersabar menunggu. Dan akhirnya baby Athiyah pun lahir dengan selamat. Wajahnya begitu cantik dan pipinya yang merah membuat orang yang melihatnya jadi gemas.


" Aku masih gak menyangka " ucap Feby yang kini hanya tinggal bersama Febry dan baby Athiyah di kamar.


" Gak menyangka kenapa sayang ? "


" Awalnya kita cuma sahabat dan sekarang kita seperti ini hehe "


" Aku udah lama menyimpan perasaan pada mu "


" Kenapa gak ngomong ? " Feby memasang wajah serius.


" Ssttt, pelangkan suara mu. Athiyah sudah tidur "


" Eh iya lupa heehee "


" Dasar ! "


" Jawab pertanyaan aku "


" Aku tidak ingin merusak persahabata kita, makanya aku tahan perasaan ku ini "


" Mmm so sweet banget si kamu, eh tapi tunggu "


Febry mengerutkan dahinya.


" Kalau kamu punya rasa pada ku dari dulu, kenapa waktu kita di jodohkan kamu malah menolak ? "


" Karena kamu belum mencintai ku, aku tidak ingin memaksaka hal itu "


" Padahal kalau kamu mau, aku juga tidak akan menolak " ucap Feby malu - malu.


Febry tersenyum bahagia kemudian Febry langsung memeluk Feby.


" Aku mencintaimu By "


" Aku juga mencintaimu "


Persahabatan berakhir dengan pernikahan.