Febry & Feby

Febry & Feby
Jadi, Kamu Menerima Ku



" Kamu yakin mau nerima Lisa ? " tanya Roby yang sedang membereskan peralatan kerjanya bersama Febry.


" Iya "


" Jangan gila Feb ! "


Hening, hanya ada terdengar suara peralatan kerja yang saling bergesek saat di rapihkan.


" Feb pikirkan lagi "


" Sudah "


" Lalu Feby ? "


" Kita masih tetap sahabat seperti dahulu "


" Kamu yakin ? "


" Entahlah. Jalani saja yang ada " ucap Febry lagi sambil merangkul bahu Roby dan melempar senyumnya sebentar.


" Oke lah. Ayo kita pulang " ajak Roby.


Mereka berdua berjalan menuju parkiran. Disana sudah ada Lisa yang menunggu sejak beberapa menit yang lalu.


" Hai Feb " sapa Lisa pada Febry yang sudah berada di parkiran.


" Febry, aku duluan ya " kata Roby sambil menyalahkan motornya.


" Oke "


" Mau bicara disini atau dimana ? " tanya Febry pada Lisa yang mematung.


" Hmmm "


" Mau dimana ? " tanya lagi sambil menatap Lisa.


" Di tempat lain saja " ucap Lisa cepat.


" Baiklah, kali ini aku yang memilih tempat "


" Ya "


Mereka berdua pergi dengan mengendari motor menuju tempat yang Febry ingin datangi.


Hanya butuh waktu 15 menit mereka pun sudah sampai tempat tujuan.


" Ayo turun "


Lisa menatao tempat yang didatanginya sebuah warkop sederhana yang jelas sekali bukan levelnya. Febry sengaja membawa Lisa kesana karena ingin tahu reaksi Lisa.


" Maaf ya mengecewakan mu. Temaptnya begitu sederhana bukan seperti kelas mu yang tinggi " ujar Febry.


" Iya tidak apa - apa "


" Kamu mau pesan apa ? "


" Terserah kamu "


" Mbak pesan kopi susu, jus alpukat dan roti bakarnya 2 ya "


" Baik Mas "


Lisa tersenyum dengan manis dihadapan Febry. Dia masih ingat perkataan Roby kalau Febry orang yang sangat sederhana.


" Oke Lisa tenang ini hanya awalnya kedepannya buat laki - laki ini bertekuk lutut dihadapan mu "


Tak berapa lama pesanan mereka datang.


" Ayo Lisa di makan. Tenang makanan disini tidak beracun dan cukup higienis "


" Ya "


Tentu Febry langsung menikmati secangkir kopi dan roti bakar itu sambil menunggu Lisa untuk berbicara.


" Febry "


" Hmmm "


Lisa sangat malu untuk mengatakannya dan akhirnya dia kembali diam.


" Kenapa belum di cicipi ? "


" Ya "


Lisa meminum sedikit jus alpukat dan mencicipi roti bakar.


" Rasanya lumayan enak " batin Lisa.


" Febry "


" Ya "


" Jika aku jujur apa kamu marah ? "


" Tergantung "


" Aku mencintai mu "


Febru langsung menghentikan makannya dan mendengarkan Lisa.


" Sudah lama aku memperhatikan mu dan untuk pertama kali aku mengucapkan cinta pada laki - laki. Biasanya mereka yang lebih dulu mengatakannya "


" Jadi, apa kamu mau menerima ku menjadi kekasih mu ? " seketika wajah Lisa memerah karena malu.


" Kita jalani saja "


" Ya "


Perasaan yang bahagia menghantam Lisa.


Apa boleh aku berteriak ? Jika boleh aku ingin sekali berteriak dan mengumumkan karena aku sudah menjadi kekasihnya.


Saat itu tiada reaksi apa pun dari Febry. Wajahnya begitu datar tapi sesekali diatersenyum pada Lisa karena ini sudah jalan yanh dia pilih.


" Lisa, perlu kamu ketahui. Aku tidak suka di atur - atur, jika kamu ingin jalan - jalan dengan ku jangan mendadak memberitahunya karena kalu sudah ada dirumah aku juga punya kesibuka ku sendiri "


" Baiklah aku mengerti "


" Dan untuk malam minggu aku tidak bisa mengajak mu jalan - jalan karena aku ada jadwal pertandingan game online "


" Apa aku boleh ikut ? "


" Kamu yakin ? "


" Ya "


" Baiklah nanti aku jemput di rumah mu "


...*****...


Sehabis mengantar Lisa pulang ke rumahnya Febry segera mengendarai motornya menuju rumahanya. Namun dalam perjalan tiba - tiba langit begitu mendung dan hujan pun muali menetes satu persatu. Akhirnya Febry menepikan motornya.


" Hujan. Perasaan tadi cuacanya cerah " begitu kata Febry. Dengan cepat Febry membuka jok motornya dan mengambil jas hujan.


Seketika Febry teringat dengan Feby. Biasanya jika hujan datang Feby merasa senang dan selalu sengaja membasahi dirinya dengan air hujan yang turun begitu deras.


" Kalau ada Feby pasti dia ngajakin aku hujan - hujanan. Dia tidak akan mau menepi sejenak menunggu hujan redah bahkan dia tidak mau memakai jas hujan "


Sahabatnya yang mempunyai karakter yang berbeda membuat dirinya nyaman dan enggan untuk mendekati yang lain.


Febry pun tersadar dari lamunannya dan segera memakai jas hujan miliknya. Kemudian segera Febry memacu motornya lagi hingga sampak rumahnya.


...*****...


Baru saja masuk kedalam rumah Lisa sudah melompat - lompat ke girangan. Para pegawai rumahnya memperhatikannya sambil menahan tawanya. Lisa berjalan sambil menari - nari lalu dia berhenti di sebuah vas bunga yang besar lalu dia membelai dan mencium bunga tersebut.


Pegawai yang memperhatikannya hanya menggelengkan kepalanya.


" Sepertinya Nona Lisa sangat bahagia hari ini "


" Iya, lihat lah dia sampai menari - nari "


Lisa menuju dapur dan meminta pembantunya membuat kan seseuatu untuknya.


" Bibi " panggil Lisa sambil tersenyum bahagia.


" Bibi, aku ingin coklat panas dan kue brownies ya "


" Baik Nona "


" Oh iya nanti antarkan kekamar ku ya "


" Baik Nona "


" Terimakasih Bibi "


" Sama - sama Nona " pembantu itu membungkuk hormat pada Lisa.


Lisa kembali berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sambil bernyanyi dengan merdu.


Sesampai nya di dalam kamar Lisa menghempaskan tubuhnya di kasurnya yang empuk.


" Ahhh senangnya " begitu katanya


Lisa masih tersenyum sendiri sambil membayangkan wajah Febry yang teramat tampan.


" Akhirnya kamu menerima ku juga. Awalnya aku tidak percaya kalau kamu bisa menerima ku secepat ini. Tapi ya inilah keajaiban "


Tiba - tiba Lisa berdiri diatas kasurnya dia melompat - lompat kegirangan. Kemudian dia mengambil sebuah guling lalu dia mulai memeluknya dan mengajak guling itu berdansa. Seolah - olah guling itu adalah Febry.


" Febry aku sangat mencintai mu " kata Lisa sambil memeluk erat guling itu.


" Kamu tahu Febry, aku menunggu mu begitu lama. Dan asal kamu tau aku tidak pernah mengatakan duluan kalau aku mencintai laki - laki karena selalu laki - laki yang menyatakan cintanya pada ku mereka yang lebih dulu tertarik pada ku. Tapi kamu selalu mengabaikan ku dan membuat tertarik padamu. Dan ya aku harus mengatakan cinta ku pada mu terlebih dahulu " Lisa mengungkapkan perasaannya sambil memeluk erat guling itu.


" Eh wait ! " Lisa memikirkan sesuatu.


" Oh God. Lisa kenap kamu tidak meminta nomer hpnya Febry "


Plakk


Lisa menepuk keningnya pelan. Betapa bodohnya dia, di saat dia sedang bersama Febry dia lupa untuk meminta nomer hpnya. Mungkin karena terlalu bahagia Lisa jadi melupakan semuanya.


" Sebaiknya aku mandi saja dulu sambil menunggu coklat panas dan brownies "


20 menit kemudian Lisa sudah selesai dengan ritwal mandinya. Kemudian dia memakai pakaian santai dan memaikan laptopnya diatas kasur.


Tok tok tok


Mendengar suara ketukan Lisa segera bangun dan membukakan pintu kamarnya.


" Nona ini pesanannya "


" Wah enak sekali. Tolong taruh di meja ya Bi " Lisa menunjuk meja yang berada di balkon.


" Baik Nona "


Setelah sudah selesai dengan tugasnya pembantu itu pamit untuk mengerjakan tugas yang lain. Sedangka Lisa sedang asik menikmati coklat panas dan brownies sambil memainkan laptopnya.