
Masih di sebuah club.
Suara musik yang begitu kencang membuat Feby tidak nyaman ditambah lagi banyak laki - laki dan wanita yang bersentuhan.
" Ckkkkk " Feby mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Ada apa ? "
" Aku tidak nyaman disini " mulai bosan.
" Tunggu ya sebentar lagi "
" Iya "
" Senyum dong "
Feby terpaksa memberikan senyumannya.
" Nah gitu "
Beberapa menit kemudian.
" Kalian kenapa diam saja, ayo di minum " bujuk teman Jacky selaku yang punya acara.
" Iya tenang " jawab Jacky santai kemudian melirik Feby untuk mengajaknya minum bersama, mau tidak mau Feby menggambil gelas yang ada di depannya.
Gluk
Gluk
Minuman itu sudah di minum oleh Feby.
" Sial !!! Feby, kamu bodih sekali " umpat Sahrul dari kejauhan. Wanita yang bersama Sahrul juga ikut memperhatikan Feby dan dia berdecak kesal.
" Bodoh sekali ! "
" Kenapa sayang ? "
" Tidak apa - apa kok om "
...****************...
Feby tak menyadari kalau minuman yang dia minum sudah di berikan obat. Jacky dan Lisa tersenyum penuh kemenangan. Hanya dalam hitungan menit obat itu mulai beraksi.
Tiba - tiba penglihatan Feby guram, bebrapa kali dia mengucek matanya. Di tambah lagi kepalanya begitu pusing.
" Ada apa sayang ? "
" Ga tau nih ! Kok aku jadi pusing ya ? "
" Sini aku pijit "
" Kita pulang aja yuk "
" Oke "
Jacky berpura - pura mengiyakan permintaan Feby untuk pulang, padahal Jacky berniat ingin membawa Feby ke kamar yang berada di club itu.
" Ayo aku bantu berdiri "
" Mereka mau kemana ? " tanya Sahrul yang segera mengikuti mereka berdua.
Jacky membawa Feby kesebuah kamar yang sudah di persiapkan oleh Lisa. Saat Jacky sudah berhasil membawa Feby masuk kekamar itu, Lisa tertawa penuh kemenangan. Lisa tidak menyadari kalau ada Sahrul disitu yang merekam apa kejahatan mereka berdua.
" Kurang ajar kalian berdua ! "umpat Sahrul.
Sementara itu, Feby dan Jacky sudah berada di dalam kamar.
" Kenapa membawa ku ke sini ? Aku sudah bilang, aku ingin pulang ! " perotes Feby sambil memegang kepalanya.
Jacky hanya diam dan membaringkan tubuh Feby, namun Feby menolak.
" Apa - apaan ini ? "
" Kamu sedang sakit, tidurlah sebentar disini "
" Tidak ! Aku ingin pulang " Feby menolak untuk berdiam di kamar itu lalu Feby berjalan sempoyongan ke arah pintu.
Dengan cepat Jacky menangkap Feby dan memeluknya dari belakang.
" Jacky lepas ! "
" Aku ingin " berbicara penuh hasrat.
" Jangan gila ! Aku tidak akan memberikannya " tolak Feby, kemudian Feby mendorong Jacky.
" Lumayan juga, walaupun tidak berdaya tenaga mu kuat juga ya " kata Jacky, dengan cepat Jacky menarik Feby dan menjatuhkannya di atas tempat tidur.
" BERENGSEK !! "
" Aku janji akan menikahimu sayang "
Jacky menciumi leher Feby dengan penuh hasrat. Beberapa kalu Feby memberontak tapi Jacky berhasil mengatasinya.
Butiran air mata keluar dari mata Feby dan mengalir membasahi pipi saat Jacky menguasai tubuhnya.
...****************...
Deni berhasil membawa Febry dan Roby ke club tanpa membuang waktu Deni berlari masuk kedalam.
" Tunggu Den ! " kata Roby.
" Apa lagi ? Ayo cepat masuk ! "
" Jelaskan dulu "
" Oke, kita harus menolong Feby secepatnya ! Untuk lebih jelasnya nanti saja kalau Feby sudah di selamatkan "
" Apa !? "
Febry segera berlari kedalam club mencari sosok sahabatnya yang sangat dia cintai.
" Dimana Feby ? " tanya Febry.
Tak lama Sahrul datang menghampiri mereka bertiga.
" Kalian lama sekali ! " bentak Sahrul.
" Feby sudah dibawa kekamar " ucapnya.
" Dimana ? " tanya Febry panik.
" Iya "
" Febry tatap tenang, jangan sampai kita mencari masalah sebelum Feby ketemu "
" Aku mengerti "
Febry mencoba berjalan dengan tenang ke kamar yang Feby dan Jacky tempati.
" Apa ada Lisa di sini ? "
" Ya, dia sedang asik bercumbu, nanti akan ku berikan videonya "
Seperkian detik sampailah mereka berdua di depan kamar tersebut.
Didalam sana Feby sudah menangis karena tidak bisa melawan Jacky yang asik di atas tubuhnya. Jika saja Feby tidak dalam pengaruh obat, Feby pasti sudah menghajarnya.
Brak
Pintu di dobrak oleh Febry dengan sekuat tenagga, terlihatlah Jacky yang mencumbui Feby. Tangan Febry terkepal dengan cepat dia berlari kearah Jacky dan menariknya.
Bugk
Jacky jatuh kelantai.
" Kurang ajar ! " Febry tidak memberi kesempatan pada Jacky untuk bangkit. Pukulan demi pukulan diberikan agar Jacky tidak berdaya.
" Feby "
Sahrul segera mengambil selimut untuk menutupi tubuh Feby. Untung saja Jacky belum sempat membuka seluruh pakaian Feby hanya merobeknya dan membuka kancing jeans Feby.
" Kurang ajar ! Sudah ku bilang jangan menyentuh sahabat ku ! "
" Febry udah Feb ! Dia udah gak berdaya " cegah Sahrul.
Febry yang diselimuti oleh emosi tak sadar denga apa yang dia lakukan. Dia mencekik Jacky dengan kencang.
" Febry, lepasin Feb nanti dia mati ! "
Mendengar ada keributan, beberpa staf club dan pengunjung berlari ke kamar tersebut.
" Woy !!! "
Beberapa orang turut memishkan Febry dan Jacky.
" Mas tenang mas jangan main hakim sendiri "
" Ada apa ini ? " tanya Manager club.
Melihat keadaannya mereka semua sudah paham apa yang telah terjadi.
Sahrul menjelaskan apa yang telah terjadi pada Manager itu.
" Ada buktinya ? "
" Ada Pak " sahut seorang wanita yang bersama Sahrul.
" Ini minuman yang telah di beri obat " kata wanita itu lagi membawa barang bukti.
" Bawa pelayan yang sudah menaruh minuman ini dengan obat dan juga wanita itu "
Beberapa menit kemudian, Roby dan Deni telah berhasil membawa Lisa dan juga seorang pelayang yang di suruh oleh Lisa.
" Tega sekali kamu Lisa " ucap Febry.
" Aku bisa jelasin Feb "
" Kita sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi ! "
" Tapi !!! "
" Diam, kamu harus bertanggung jawab " ucap Manager.
Tak berapa lama polisi datang membawa Lisa, Jacky dan seorang pelayan club untuk di tindak lanjutkan. Sedangkan Feby di bawa ke klinik dan di kawal dengan beberapa polisi.
" Feb, sebaiknya kamu kabari Pak Ahmad kalau tidak Kak Andri " saran Roby.
" Tapi aku harus bilang apa ? "
" Tunggu Feby sadar dulu aja " sahut Deni.
Setelah lama menunggu Feby pun sadar kembali, namun efek obat itu masih terasa. Feby di mintai keterangannya oleh polisi tentang kejadian yang menimpanya.
Karena Feby sudah pulih Feby dan yang lainnya di minta untuk datang kekantor polisi untuk di mintai keterangannya.
" Feby, kita harus memberi kabar pada keluarga mu " kata Roby.
Feby hanya menganggukan kepalanya.
Kemudian Febry mengambil handphonenya dan menghubungi pak Ahmad.
" Katakan sama bapak, aku baik - baik. Hanya mengalami tabrakan kecil. Jangan katakan hal yang sebenarnya aku tidak ingin mereka hawatir dan Jacky di nilai buruk oleh mereka "
" Aku mengerti " jawab Febry.
Walaupun Feby kesal dengan kelakuan Jacky namun Feby tidak mau Jacky di nilai buruk oleh keluarganya.
📞Pak Ahmad : Bagaimana Feb ?
📞Febry : Sudah ketemu pak, Feby baik - baik saja hanya Jacky yang terluka.
📞Pak Ahmad : Innalillahi, apa yang terjadi ?
📞Febry : Mereka kecelakaan, tapi tenang saja pak, bapak jangan hawatir mereka sudah di tangani.
📞Pak Ahmad : Syukulah, titip Feby ya Feb
📞Febry : Tentu pak, Febry akan menjaga Feby.
Selesai menghubungi pak Ahmad, mereka di minta masuk untuk di mintai keterangan. Lisa juga telah mengakui perbuatannya itu dan dia menyesal atas apa yang dia lakukan.
" Bagaimana saudari Feby ? Apa mau di tindak lanjutkan ? "
Lisa hanya bisa menangis dan pasrah dengan keputusan yang akan di berikan.
" Saya memaafkan mereka dan mencabut tuntutannya dengan satu syarat ! Jangan tampakan lagi wajah mu di hadapan ku ! Jika kamu berniat jahat lagi aku tidak akan segan - segang melaporkan mu ! "
" Baiklah aku akan pergi "