
Pagi ini cuaca begitu mendung sang surya belum menampakan cahaya. Namun Feby tetap bersemangat untuk berangkat kerja. Selesai dengan aktifitas paginya dirumah, Feby melesat menuju tempat kerjanya. Dan di depan gerbang komplek Feby sempat bertemu dengan Febry.
Tinnnnnnnn
Febry membunyikan klakson motornya agar Feby berhenti.
" By, jangan lupa bawa jas hujan " titah Febry.
" Tidak usah "
" Keras kepala ! Kamu udah sarapan ? "
" Sudah dong. Kamu ? "
" Sudah "
" Ayo kita berangakat kerja "
Mereka berdua beriringan di jalan Feby terus menatap Febry dari sepionnya. Sedangkan Febry terus menatap Feby. Di peremapatan jalan mereka berpisah karena tempat kerja mereka itu beda arah. Lalu mereka saling membunyikan klakson.
Tinnn
Tinnn
Feby mengacungkan jempolnya pada Febry saat berpisah di perempatan.
Sesampainya ditempat kerja Feby segera memarkirkan motornya ditempat parkir. Terlihat disisi gerbang sudah ada yang menatapnya.
" Fans " bisik Feby kecil sambil menatap laki - laki itu.
Dengan cepat Feby melangkahkan kakinya agar laki - laki itu tidak mendekatinya namun.
" Hai judes "
Tiba - tiba Jacky beradaa tepat berada di hadapannya.
Huhfff
Feby menghebuskan nafasnya kasar.
" Mau apa ? "
" Ikut aku sebentar ! " Jack menarik tangan Feby tanpa izin terlebih dahulu dan itu membuat Feby kesal.
" Jacky ! Lepas ihhh ! "
" Ikut dulu "
Seketika semua menatap mereka berdua. Hanya Jacky yang berani menggenggam tangan Feby di depan umum. Rasanya dia ingin mencabik - cabik tubuh Jacky.
" Duduk disini " pinta Jacky.
" Bu kopi susu dua ya "
" Siap "
" Ya ampun Jacky kamu benar - benar ya menarik tangan ku hanya untuk menemani mu minum kopi ! " perotes Feby.
" Iya hehee "
" *Sumpah ya ni cowo pagi - pagi udah ngajak ribut ! "
" Ekpresi Feby imut banget kalau marah hehehe* "
Kopi susu pun sudah di persiapkan di meja mereka.
" Ayo silahkan di minum "
" Yaa "
" Come on beb jangan jutek "
Feby hanya meliriknya dengan tajam.
" Aku menunggu jawaban mu ? "
Seketika Feby terdiam kopi yang ingin dia minum dia taruh lagi.
" Minum dulu aja Feb hehehe "
" Bodo "
Feby kembali mengambil gelas yang berisi kopi susu dan meminumnya perlahan.
" So, apa jawabannya ? "
" Boleh minta waktu lagi ? "
" Baiklah "
" Bisakah kita berteman dulu ? Maksudku untuk bisa lebih dekat "
" Tentu. Tapi aku tidak ingin kamu menghindar ya "
" Baiklah "
" Friend ? "
" Ya friend "
Mereka saling berjabat tangan.
" Nanti malam kamu mau maen gak ? "
" Mmmm aku mau latihan dulu "
" Latihan apa ? "
" Malam minggu aku mau tanding game online jadi mau latihan dulu sama team ku "
" Really ? "
" Ya "
" Keren ! "
" Biasa aja si "
" Boleh minta pertemanan gak ? "
" Tentu "
Jacky menuliakan nama akun Feby dan meminta pertemanan.
" Jangan lupa di terima ya "
" Siap "
Mereka berdua kemabali menikmati kopi mereka masing - masing.
" By the way, apa kamu tidak tertarik dengan wanita lain ? Kenapa harus memilih ku ? "
" Karena kamu unik "
" Unik itu sama aja dengan aneh kan ? " kata Feby sambil menaikan alisnya dan menatap tajam
" Bisa jadi hehehe "
" Bearti aku aneh ? "
" Bukan maksdu ku kamu berbeda "
" Jadi kapam kita bisa main. Nonton bioskop, makan di lestoran atau ke mall "
" Aku tidak suka itu ! " toalak Feby dan Jacky mengerutkan keningnya.
" What ?! "
" Tapi kalau kamu mengajak ku makan di lesahan aku tidak akan menolak "
" Baru kali ini ketemu cewe yang gak suka dengan tiga hal tersebut "
" Boleh tau alasannya kenapa ? "
" Karena terlalu mewah dan disana pasti tidak bebas. Terlalu banyak aturan ! "
Perkataan Feby membuat Jacky terdiam. Biasanya wanita yang dia dekati selalu minta hal - hal yang mewah tapi ini sungguh unik sekali.
" Aku masuk ya Jacky " kata Feby lalu berjalan menuju pemilik warung kopi. " Berapa Bu ? "
" Ehhh tidak usah Feb, aku yang bayar "
" Jangan "
" Kan aku yang mengajak mu "
" Oke. Terimakasih ya " Feby berjalan masuk menuju tempat kerjanya sedangkan Jacky hanya diam terpaku melihat Feby.
Hari ini hari yang beruntung bagi Jacky. Awalnya Feby tidak menerima kehadiarannya bahakan bisa dibilang judes saat di dekatnya tapi sekarang Feby sudah melunak dan bisa menerima Jacky. Walaupun Feby belum menrima Jacky menjadi pacarnya namun Jacky tetap senang karena Feby menganggapnya sebagai teman.
" Jum.at berkah " gumam Jacky sambil tersenyum.
...*****...
" Febry " panggil Lisa yang melambaikan tanga kearahnya. Degan cepat Lisa menghampiri Febry yang sedang memarkirkan motornya.
" Hai, selamat pagi "
" Pagi "
" Kamu udah sarapan Feb ? "
" Sudah "
" Ini untuk mu "
Tiba - tiba Lisa memberika kotak makan yang berisi cake.
" Apa ini ? "
" Buka saja "
Kemudian Feby membuka kotak makan itu.
" Bagimana kamu suka ? "
" Ya. Terimakasih " kata Feby sambil tersenyum.
Sebenarnya Febry tidak terlalu suka dengan cake namun dia menghargai apa yang di berikan oleh Lisa.
" Oh ya, boleh gak aku minta nomer hp mu ? "
Febry mengerutkaan keningnya.
" Memang kamu belum punya nomer ku ? "
Lisa menggelengkan kepalanya pelan.
" 08xxxxxxxxxx "
" Oke terimkasih febry "
" Iyaa sama - sama "
Mereka berjalan bersama menuju tempat kerja mereka. Semua orang menatap mereka dengan senyuman. Mereka berdua kelihatan serasi sekali sampai semua orang iri pada mereka.
" Apa mereka sudah jadian "
" Mungkin "
" Serasi sekali mereka "
" Aku jadi iri ! "
Begitu kata mereka yang melihat Febry dan Lisa berjalan bersama.
" Selamat bekerja ya Feb "
" Kamu juga "
Febry sudaah berada di tempat kerjanya sedangkan Lisa menuju ruangannya. Sekali - sekali Lisa menoleh kebelakang menatap Febry namun Febry tidak balik mentapnya.
" Bro. Kalian udah jadian ? " tabya Roby.
" Ya "
" Waw selamat ya Bro "
Febry hanya menggarukan kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum.
Sedangakan Lisa berjalan dengan gaya kerunagnya sambil tersenyum sangat indah.
" Wah wah wah, sepertinya ada yang senang nih "
" Pagi - pagi gini wajahnya berseri - seri "
Ledek temannya Lisa.
" Iya dong hari ini aku sangan senang sekali "
" Coba aku tebak. Kamu udah jadian ya sama Febry ? "
" Ya "
" Aaaa. Selamat ya Lisa akhirnya penantian mu nerbuah manis "
" Aku juga ragu padanya. Tapi ternyata dia menrima ku. Sumpah aku senang sekali "
" Cie - cie jangan lupa pajak jadian ! "
" Tenang aaku akan teraktir kalian "
" Benar kah ? "
" Ya "
" Asik kita di teraktir "
" Kalian tahu tidak. Aku membuatkan Febry cake dan dia menerimanya. Ya ampun aku senang banget "
" Dia gak jutek lagi sama kamu ? "
" Tidaklah sekrang bahkan leboh hangat pada ku "
" Kamu hebat Lisa bisa menarik perhatian Febry "
" Siapa dulu dong Lisa hhahaha " Lisa tertawa.
" Sebenarnya aku degdegan memberi cake pada Febry. Takutnya Febry tidak menerimanya. Tapi ternyata cake ku di terima dengan baik. Bahkan Febey tersenyum pada ku. Sungang senang rasanya. Jum.at berkah " batin Lisa.
Lisa sudah bersandar di kursinya sambil memainkan rambutnya dan membayangkan soal Febry kekasih yang selama ini di nantikan.