Febry & Feby

Febry & Feby
Makan Siang



" Tau gak si tadi di tempat kerja, aku ketemu sama cowo yang sok asik dan nyebelin pula ! " kata Feby dengan ekspresi kesalnya sambil menikmati pisang goreng yang ada di tangannya.


Perkataan Feby membuat Febry berhenti memainkan ponselya lalu menoleh ke arah Feby dengan wajah serius.


" Kamu digangguin ? " tanya Febry yang sedikit agak kesal.


" Enggak si, dia malah selametin aku. Tapi aku risih aja karena dia sok asik. Terus dia tuh tau nama aku. Aneh kan ! Berarti dia tuh udah mata - matain aku sebelumnya "


Jika bersama Febry, Feby selalu banyak bicara dan Febry senantiasa mendengarkan cerita sahabatnya itu sampai dia selesai menceritakan ceritanya.


" Lalu ? "


" Ya begitu aku berterimakasih padanya karena menolong ku tapi ihhhh ngeselin banget orangnya "


Roby yang sudah mengetahui siapa laki - laki itu hanya diam dan mendengarkan Feby berbicara.


" Tidak usah diladeni " tegas Febry. Feby hanya diam setelah mendapat jawaban dari Febry.


" Feb, bukan cuma kamu aja yang merasa kesal bertemu seseorang. Febry juga sama hehee " ledek Roby.


" Really ? "


Febry diam sambil meminum kopi dengan santai.


" Febryyy !!!! "


" Apa ? "


Feby menatap Febry dengan serius.


" Iya " seperti biasa Febry selalu menjawab dengan singkat.


" Cewe atau cowo ? "


" Cewelah masa cowo hahaha " sahut Roby.


" Diamlah Roby ! "


" Ada cewe yang tergila - gila sama Febry tapi Febry selalu mengacuhkannya. Tapi tadi dia mendapatkan kesempatan untuk memempel dengan Febry hahaa "


" Serius ?! "


Roby menganggukan kepalanya sambil tertawa.


" Waw ! Kamu mau caru yang seperti apa si Feb ? Padahal cewe yang ingin bersama mu pasti good looking "


" Hanya fisik dan penampilan aku tidak tertarik. Fisik suatu saat bisa berubahkan gak selamanya akan cantik terus ! "


" Lalu mau cari yang seperti apa ? "


Febry menatap Feby lalu tersenyum.


" Pikirlah sendiri. Kamukan sahabat ku "


" Aneh !!! "


" Feby kenapa kamu gak peka ? Tipe yang Febry mau itu seperti dirimu. Dasar polos ! " gumam Roby dalam hatinya.


" Guys ! "


Tiba - tiba Deni dan Sahrul datang membawa berita.


" Malam minggu kita udah mulai tanding "


" Oke siap "


" Siapa lawannya ? " tanya Febry


" Komplek sebelah "


" Oh "


" Febry gimana nih jadi gak liburan bareng ? " tanya Deny.


" Aku si terserah kalian aja "


" Ke pantai atau ke gunun Feb ?


" Kemana aja deh yang penting liburan "


" Oke deh.


Setelah berkumpul di warung Mang Rohim mereka pun pulang kerumah masing - masing. Seperti biasa Febry selalu mengatar Feby pulang kerumah.


" Feb "


" Apa ? "


" Ahhh tidak "


" Mau mgomong tapi takut salah " dalam hati Feby.


" Kalau aku menerima wanita lain sebagai kekasih ku apa kamu keberatan ? " tanya Febry yang membuat mata Feby membulat.


" Tentu tidak, kamu kan sahabat ku masa aku keberatan. Lagi pula itu bagus bukan "


" Sudah ku duga dia menjawab seperti ini "


" Oke "


" Kalau aku bagaimana ? Apa kamu keberatan jika aku menerima laki - laki lain ? "


Febry hanya diam seribu kata. Dia ingin mengatakan tidak namun dia takuk akan menjadi salah paham.


" Itu terserah kamu By "


" Oke "


" Yaudah aku masuk dulu ya "


" Iya. Aku pulang "


" Hati - hati bestie "


Febry mengacungkan jempolnya sambil berjalan meninggalkan Feby.


...*****...


" Eh Febry " ucap Lisa. Dan Febey hanya menatapnya.


Seperti biasa Lisa selalu berpenampilan sepurna agar dia tampil menawan dijadapan semua orang.


" Nanti makan siang bareng yuk " ajak Lisa yang mulai tidak canggung dengan Febry.


" Tidak "


" Ehmmmm "


" Cie - cie "


" Udah Feb gas terus "


Begitu kata para karyawan dan karyawati.


" Wanita ini sungguh tidak tau malu ! Tapi aku tidak ada pilihan lagi "


" Yasudah " kata Ferby sambil terus berjalan melewati Lisa dengan wajah senangnya.


" Yeeeyyyyyy !!! " Lisa bersorak kegirangan.


" Kamu hebat Lisa "


" Belum hebat, karena dia belum menjadi kekasih ku "


Febry terus berjalan dengan wajah datarnya. Baru kali ini dia berhadapan dengan wanita yang penuh obsesi untuk mendapatkannya.


Jika saja Feby mau menerima lamaran itu mungkin Febry akan senang hati menerimanya.


" Kenapa Feb ? " tanya Roby yang melihat Febry duduk dengan wajah kesal dan gelisah.


" Ada apa ? Katakan saja ? "


" Aku diajak makan siang "


" Lisa ? "


" Hmm "


" Kamu terima ? "


" Hmm "


" Yasudah jalani saja "


" Aku masih bingung dekati dia atau tidak "


" Ikuti kata hati mu aja Feb "


" Sebenarnya malas meladeni cewe itu. Tapi mau bagaimana Feby tidak peka "


Istirahat pun tiba Febry sudah terlanjur menerima tawaran Lisa.


" Jadi makan siang bareng ? "


" Iya dong " jawab Lisa senang.


" Tapi aku pakai motor bukan mobil "


" Tidak masalah asal bersama mu aku akan ikut "


" Ayo naik "


Dengan senang hati Lisa duduk dibelakang Febry sambil memeluknya erat.


" Maaf jangan seperti ini ya " tolak Febry.


" Oke "


" Febry susah sekali dirayu ! Aku harus memikirkan rencana lainnya agar aku bisa menjadi kekasihnya "


" Kita mau makan dimana ? "


" Dilestoran kesukaan aku aja "


" Baiklah "


Febry memacu motornya sampai tempat tujuan.


" Gila nih cewe mau nguras kantong aku ya ! "


Febry terkejut saat Lisa membawanya kelestoran Jepang.


" Ayo Feb "


Febry mengikuti Lisa tanpa berbiicara sepatah kata pun. Dia menilai wanita ini berbanding terbalik dengan sahabatnya.


Banyak sekali yang di bicarakan oleh Lisa entah itu tentang keluarganya mau pun dirinya.


" Aku juga jago masak loh Feb. Apalagi kalu membuat cake aku paling jago " begitu tuturnya.


" Cocok sekali dengan Mama ku "


" Nanti aku akan buatkan kamu kue spesial "


" Iya silahkan " jawab Febry santai.


Selesai makan siang Febry dan Lisa kembali ketempat kerjanya. Baru masuk pintu gerbang semua mata tertuju pada mereka berdua. Lisa sangat bangga karena sudah berhasil mengajak Febry makan siang bersama.


" Terimaksih ya Feb sudah mau makan siang bersama ku "


" Iya sama - sama " Febry segera meninggalkan Lisa karena tidak mau menjadi pusat perhatian.


" Sikapnya masih diangin saja ! Tapi tenang aku tidak akan menyerah untuk memdapatkan kamu Febry " ucap Lisa kemudian segera pergi keruangannya.


...*****...


" Gimana Feb ? "


" Gila dia mengajak ku makan di lestoran Jepang "


" Hah ? "


" Berbanding terbalik dengan Feby "


" Pastilah "


" Masih mau mendekatinya ? "


" Entahlah "


Febry jadi bingung kalau dia menjalin hubungan dengan Lisa pasti gaya hidupnya akan tinggi. Sedangkan Febry sangat sederhana.


" Lisa gimana berhasil gak ? "


" Kami belum jadian. Tapi tenang aku pasti akan mendapatkannya "


" Caranya ? "


" Aku akan mencari tau tentang dirinya melalui temannya "


" Memang kamu tau siapa temannya ? "


" Taulah namanya Roby. Ya aku akan mendapatkan informasi dari Roby tentang Febry "


Begitu pecaya dirinya Lisa untuk mendapatkan Febry. Menurutnya Febry itu laki - laki yang unik susah untuk di dapatkan maka dari itu dia harus berjuang.


Mengandalkan kecantikannya tidak mempan untuk Febry. Buktinya Lisa sudah berdandan secantik mungkin namun Febry tidak memujinya saat makan siang tadi. Febry malah banyak diam dan menikmati makanannya dari pada mendengarkan Lias berbicara.