
" Senang bisa melihat mu kembali kerja lagi " ucap Jacky yang sangat senang melihat pujaan hatinya sudah masuk kerja.
" Gombal, pasti saat aku tidak masuk kerja kamu menggoda cewe lain kan ? "
" Tentu, mana mungkin aku tidak menggoda mereka " jawab Jacky sambil memincingkan matanya.
" Sudah ku duga "
" Tentu tidaklah kan sudah ada kuma hehee "
" Ckckck kamu pintar sekali ya menggomalnya "
" Apa kamu cemburu ? "
" Tidak ! "
Jacky cemberut saat mendengar jawaban Feby.
" Ya kalau kamu lebih nyaman dengan yang lain kenapa tidak. Masa aku harus egois mempertahankan mu kalau kamu sudah tidak mencintai ku lagi. Cinta itu tak harus memiliki kan ? "
Kecewa dan sedih menjadi satu, Jacky tidak percaya kalau Feby akan berkata seperti itu.
" Berarti Feby tidak mencintaiku ! "
Melihat wajah Jacky menjadi murung Feby segera mencubit pipinya.
" Ihhhh gemes jadinya liat kamu cemberut "
" Awwww sakit "
" Kenapa hmmm ? "
" Kamu tidak mencintai ku kan ? "
" Kalau tidak kenapa ? "
" Oh ayolah Feby jangan bercanda ! "
" Lagi kamu aneh. Kamu kan tau aku bukan type cewe lebay. Harus kah aku katakan setiap detik kalau aku mencintai mu ? "
" Ya tidak "
Jacky mulai mengembangkan senyumannya.
" Dasar unik "
" Ya sudah kita pulang yuk "
" Mau aku antar ? "
" Tidak usah, aku pulang sama Laras kok. pokoknya nanti malam harus datang ya melihat pertandingan team ku " "
" Baiklah sayang "
" Oke, aku pulang ya "
" Hati - hati ya sayang "
" Kamu juga "
Feby bergegas pergi ke arah Laras yang sudah menuggunya.Setelah itu mereka segera pergi. Begitu pula dengan Febry dan Roby yang bergegas untuk pulang kerumah. Namun perjalanan pulang mereka tehambat.
" Sayang " panggil Lisa yang tiba - tiba datang mendekti Febry yang sudah merapihkan peralatan kerjanya.
Melihat kedatangan Lisa membuat mood kedua laki - laki jadi buruk. Roby menjadi tidak suka dengan Lisa karena bertikai dengan temannya dan membuat persahabatan Febry dan Feby jadi renggang.
" Feb, aku tunggu di parkiran " kata Roby yang langsung berjalan meninggalkan mereka berdua.
Lisa mendapat tatapan tajam dari Roby namun dia tidak menghiraukannya dia malah bergelayut manja di lengan Febry.
" Sungguh tidak tahu malu ! " kata Roby dengan nada pelan namun masih bisa terdengar oleh Lisa.
" Kita main dulu yuk ? " ajak Lisa.
" Maaf aku gak bisa Lisa "
" Kenapa ? "
" Nanti malan final pertandingan ku "
" Ohh "
" Maaf ya "
Lisa langsung mengubah ekspresinya menjadi sedih agar Febry iba padanya dan mau menuruti kemauannya.
" Maaf sekali Lisa aku tidak bisa. Jadwal pertandingannya di majukan jadi mala sabtu karena malam minggu tempatnya mau di pakai "
Lisa tak bergeming dia masih memanyunkan bibirnya.
" Menyebalkan sekali ! " dala hati Febry.
Ingin sekali dia langsung pergi dan mengabaikan Lisa. Namun Febry tidak bisa berlaku seperti itu dia takut kena karma, suatu saat nanti adik perempuannya di perlakukan dengan buruk oleh laki - laki.
" Tapi kalau kamu ingin ikut aku akan menjemput mu nanti malam "
" Baiklah aku mau ikut "
" Oke nanti aku jemput ya " ucap Febry sambil mengelus kepala Lisa.
Setelah lama membujuk Lisa, Febry segera menghampiri Roby yang sudah menunggunya sejak tadi.
" Lama sekali " protes Roby.
" Kamu tau sendirilah "
Roby hanya menggelengkan kepalanya.
" Bro nanti pinjam motornya ya buat jemput Lara "
" Oke. Tapi setelah aku jemput Lisa ya "
" Ckckckk pasti lama "
" Aku pinjam sama Feby aja deh "
" Ya sudah "
...*****...
Malam pun tiba mereka berlima sedang bersiap untuk bertanding. Rasa gugup tengah melanda mereka berlima.
" Huhhhh aku degdegan " kata Feby.
" Sama nih "
" Eh iya Feb aku pinjam motor boleh gak ? "
" Nih pake aja " jawab Feby sambil memberikan kunci motornya.
" Kalian berdua mau kemana ? " tanya Sahrul.
" Paling juga menjemput ayang mereka "
" Itu tau hehee " jawab Roby.
Selah kepergian mereka berdua, Feby teus mengecek handphonenya. Namun belum ada pesan atau telpon masuk.
" Kamu sedang menunggu seseorang Feb ? " tanya Deniyang sedari tadi memperhatikan Feby tengah sibuk mengecek handphonenya.
" Ah tidak kok "
" Kok Jacky lama sekali, dia juga tidak mengabari ku " dalam hati Feby.
" Feb pokoknya nanti kamu dekat dengan kita berdua aja ya "
" Ya ya aku tau Rul, soalnya ada nenek sihir hahaha "
" Aku tidak menyangaka Febry berpacaran dengan cewe kaya dia "
" Benar Den, masih mending cewe yang dulu pernah kita kerjai ya "
" Yang mana Rul ? "
" Itu loh yang di taman "
" Oh iya itu Citra "
" Sudahlah kawan biarkan saja kalau jodoh mau diapain " sahut Feby.
" Iya juga si, tapi lebih baik jodohnya itu kami Feb hahaha "
" Aku setuju sama kamu Rul "
" Ada - ada aja kalian berdua "
Sedang asik mengobrol datanglah Roby dan Laras di ikuti dengan datanganya Febry dan Lisa.
Saat turun dari motor Lisa sudah memasang wajah tidak mengenakan. Tatapannya masih tajam ke arah Feby. Sedangankan Feby tidak menanggapinya, dia lebig asik mengobrol dengan Deni dan Sahrul.
Ting
Suara notif pesan masuk terdengar dari handphone Feby.
📩Jacky : Aku sudah di depan komplek mu.
Feby mengembangkan senyumannya.
📩Feby : Baiklah, aku jemput ya.
📩Jacky : Tidak usah. Katakan saja kamu lagi dimana ?.
📩Feby : Aku sedang di pos ronda. Kamu lurus saja nanti juga ada pos ronda.
📩Jacky : Oke sayang aku meluncur kesana.
📩Feby : Ya sayang 😁.
📩Jacky : Senangnya di panggil sayang 😍 aku jadi ingin terbang.
📩Feby : Lebay deh.
📩Jacky : Tunggu aku ya.
📩Feby : Oke 😉.
Terlihat Feby hanya senyum - senyum sendiri di pinggiran pos ronda. Yang lain hanya menggelengkan kepalanya. Mereka saling menyenggol satu sama lain saat melihat Feby senyum - senyum sendiri.
Roby yang merasa aneh dengan sikap temannya itu segera mendekati Feby dan menempelkan tangannya di kening Feby.
" Ihh apaan si Rob ! " Feby menepis tangan Roby.
" Kamu yang kenapa dari tadi kita - kita perhatiin senyum - senyum sendiri. Udah gila ya ? "
" Haahaha apa si Rob, udah sana temani Laras " Feby langsung mendorong Roby ke arah Laras.
" Kak kamu baik - baik aja kan ? " tanya Laras hawatir.
" Aku baik - baik aja "
" Benar begitu "
" Hmmm "
Lisa hanya melirik Feby dengan tidak senang karena Feby menjadi pusat perhatian teman - temannya. Sedangkan Febry hanyandiam dan mendengarkan tanpa menoleh kearah Feby. Bukan dia takut dengan Lisa karena dia tidak ingin hal buruk terjadi lagi. Bahkan Febry sesekali mengajak Lisa mengobrol dan membiarkan Lisa memegang tangannya.
Bremmm
Citttt
Sebuah motor berhenti tepat di hadapan mereka. Seketika mereka menoleh ke arah motor itu dan pengendaranya. Saat sang pengendara motor tersebut membuka helmnya terlihat jelas wajah tampannya. Dalam sekejap dia menjadi pusat perhatian dari anak kecil hingga dewasa terus menatapnya.
" Bukan motornya saja yang keren tapi orangnya juga keren ! " begitu tutur mereka.
Perlahan laki - laki berjalan kearah mereka dengan senyum di bibirnya. Mereka hanya terdiam mematap laki - laki itu.