Febry & Feby

Febry & Feby
Malam Pertama



Setelah usai acara resepsi pengantin di minta untuk beristirahat karena seharian mereka berdua memyambut tamu yanh datang ke acara resepsi mereka.


" Kok belum kekamar Feb ? " tanya Hilwa heran. Adik iparnya masih saja berada di dekat dirinya dan April.


" Nanti mbak belum ngantuk " jawab Feby sambil mengelus pipi Faishal yang tertidur lelap.


" Kakak istirahat aja emang kakak gak cape ? " tanya April.


" Cape Pril "


" Makanya kakak istirahat "


Feby masih terdiam di dekat April.


" Febry masih mengobrol di luar, kalau dia duluan yang masuk ke kamar kamu pasti tambah malu " bisik Hilwa sambil terkekeh.


Feby menatap Hilwa dengan penuh ke cemasan.


" Feb, kamu gak istirahat ? " tanya bu Siti.


" Iya nanti bu "


" Sana istirahat nanti kamu sakit "


" Iya bu "


Mau tidak mau Feby berankak dari duduknya dan masuk kedalam kamar.


Saat masuk ke dalam kamarnya, Feby terkejut karena kamarnya sudah di ubah khusus untuk pengantin baru.


" Hah ? Siapa yang mengubah kamar ku ? "


Feby tersenyum memandang tempat tidurnyanyang di tata sangat rapih. Namun saat asik dengan pemikirannya sendiri tiba - tiba pintu kamarnya terbuka.


Cklek....


Feby langsung terkejut melihat siapa yang masuk ke kamarnya. Dengan cepat feby mengalihkan pandangannya.


" Belum tidur By ? "


" Belum "


Febry hanya tersenyum menatap sahabatnya yang menjadi kaku saat bersama dengannya.


" Kamu gak ganti baju ? "


" Nanti aja "


" Mau di gantiin sama aku ? " tanya Febry sambil menahan tawa.


" Apa si !? "


" Makanya ganti bajunya, yakin mau tidur pakai baju seperti itu ? "


" Kamu keluar dulu "


" Buat apa ? "


" Aku mau ganti baju ! "


" Ganti aja "


" Aku malu kalau ada kamu "


" Aku kan suami kamu "


" Iya tau, maaf ya keluar dulu sebentar aja "


" Iya deh "


Febry langsung keluar dari kamar dan mengobrol sebentar dengan yang lain.


" Kok keluar lagi Feb " tanya Andri.


" Iya kak hehee "


" Di usir Feby ya ? heehee "


Febry hanya tersenyum dan menundukan kepalanya.


Sudah beberapa menit menunggu di luar sambil mengobrol Febry pun pamit pada semuanya untuk masuk ke kamar.


" Semoga berhasil ya Feb " kata Andri.


" Oke kak "


Perlahan Febry berjalan menuju kamar dan membuka pintu.


Terlihatlah sahabatnya yang duduk di atas tempat tidur sambil memainkan handphonenya.


" Belum tidur juga ? "


" Belum "


" Nungguin aku ? "


" Hihhh ngapain nungguin kamu ? "


Tanpa berkata - kata lagi Febry langsung membuka kemejanya dan celananya di hadapan Feby.


" Febry ! Kamu gak tau malu ! "


" Kenapa harus malu ? Kan kamu istri aku "


" Ya tapi bilang dulu kalau mau ganti pakaian "


" Iya maaf "


Tak lama handphone Feby berdering, ternyata Roby melakukan panggilan video call.


📞Feby : Ada apa Rob ?


📞Roby : Ehhh diangakat ! Kirain lagi hahaha


📞Feby : Jangan ngeres deh !


📞Sahrul : Mabar gak ?


📞Febry : Besok aja mabarnya


📞Deni : Udah - udah jangan ganggu pengantin baru


📞Febry : Yaudah matiin teleponnya


📞Roby : Siap - siap oke deh baik - baik ya kalain


Roby segera mematikan teleponnya takut mengganggu mereka berdua.


" Ihhh.... Sini handphonenya ! "


" Tidur udah malem "


" Nyebelin "


Febry langsung terbaring di sebelah Feby tanpa menghiraukan Feby yang merajuk. Sesekali Febry melirik Feby yang masih duduk terdiam dan pandangannya mengarah ke arah lain.


" Tidur "


" Iya "


" Ihh si Febry kenapa jadi ngeliatin terus si ? Aku jadi degdegan "


" Feby "


" Iya " Feby langsung menatap Feby namun hanya sebentar dan kembali mengalihkan pandangannya.


" Liat aku "


" Gak mau ! "


" Kenapa gak mau liat aku ? "


" Aku malu "


Febry tersenyum menatap sahabatnya itu. Perlahan Febry menarik tangan Feby, namun Feby enggan untuk mendekat.


" Ihhhh jangan ngeliatin aku kaya gitu "


Feby menutup mata Febry agar tidak bertemu pandang.


" Kenapa di tutup mata aku ? "


" Aku malu diliatin sama kamu "


" Aku malu " batin Feby.


Saat berada di pelukan Febry, Feby memejamkan matanya.


" Lucu banget dia kalau malu - malu " dalam hati Febry.


Karena terbawa suasana Feby mengecup bibir Feby.


Feby terkejut dan membuka matanya.


" Bolehkan ? " tanya Febry.


" Aku malu " Feby menundukan kepalanya namun Febry menahannya dan langsung menciumnya.


" Udah " ucap Feby mengalihkan pandangannya.


" Sekali lagi "


" Aku malu "


" Yaudah tidur aja ya "


" Iya "


Bukannya tidur Febry malah berada di atas Feby dan menindihnya.


" Febry kamu ngapain ?? "


" Stttt.... pelankan suara mu "


" Iya tapi jangan seperti ini "


Febry tidak menghiraukan Feby yang melarangnya agar tidak melakukan hal itu. Febry malah menghujani Feby dengan ciuman hangat.


" Aku mencintai Feby " ucap Febry dan kembali menciumi Feby.


" Aku juga mencintai mu Febry " balas Feby sambil mentap wajah Febry.


Mendengar Feby juga mencintainya Febry tersenyum dan kembali mencium bibir Feby. Tanpa segan Feby juga membalasnya.


" Boleh aku melakukannya ? "


Feby hanya mengganggukan kepalanya.


Mendapat persetujuan dari Feby, Febry segera melakukan aksinya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


" Aauuwwwwww "


" Sakit ? "


" Iya "


" Udahan ya "


" Lanjut aja "


" Yakin ? "


" Iya, tapi pelan - pelan "


" Iya sayang "


Tak ingin istrinya kesakitan Febry memainkannya perlahan. Namun tetap saja Feby kesakitan sampai air matanya berlinang.


Malam itu mereka lalui dengan penuh kasih sayang. Walaupun terselip rasa sakit yang Feby rasakan namun dia tetap menikmatinya.


Tak terasa pagi pun tiba, tetapi sepasang pengantin baru ini belum kunjung terbangun dari tidurnya.


Feby masih berada di dalam dekapan Febry dan mereka enggan membuka matanya.


" Mereka belum bangun ? " tanya bu Siti pada Hilwa.


" Belum bu hehee "


" Biarkan saja mereka "


" Iya bu "


" Mereka sedang menikmati malam pertamanya hehee "


Hilwa dan bu Siti terkekeh bersama saat melewati kamar Feby.


" Ngggg " Feby menggeliat dan perlaham membuka matanya.


" Selamat pagi sahabat ku "


" Hahhh !!! Ngapain kamu disini ? "


" Pura - pura lupa, aku tuh suami kamu sekarang "


" Oh iya aku lupa "


" Lupa karena menikmati suasana semalam "


" Ihhhh jangan meledek ! "


" Mau lagi "


" Udah pagi "


" Sekali lagi ya "


" Gak mau "


" Kenapa gak mau ? "


" Aku cape "


" Yaudah, pakai baju kamu "


" Iya "


Saat ingin beranjak dari tempat tidur tiba - tiba Feby kesakitan.


" Kenapa ? "


" Perih "


" Coba aku liat "


" Jangan ah aku malu "


" Gak apa - apa "


" Febry udah ih aku malu "


" Kamu berdarah By "


" Apa ? "


" Maaf ya "


" Gara - gara kamu si ! "


" Tapi enak kan ? " goda Febry.


" Ihhh kamu tuh jadi mesum si "


" Biarin, mesumnya sama kamu ini "


" Dasar ! Yaudah aku mau mandi dulu "


" Ikut "


" Gak boleh "


" Iya deh "


Feby bergegas keluar dari kamarnya. Saat melangkahkan kakinya keluar kamar yang lain menatapnya sambi tersenyum.


" Ehhh pengantin baru bangun "


" Gimana tidurnya nyenyak gak ? "


Feby tersenyum malu dan menutup wajah ya dengan handuk.


" Aduhh malu banget dong malah di ledekin " kata Feby yang cepat - cepat berjalan ke kamar mandi.


Selesai membersihkan diri, mereka duduk bersama para keluarga. Disana banyak sekali yang menggoda mereka sampai - sampai Feby malu di buatnya.