Febry & Feby

Febry & Feby
Roby Punya Pacar



" Akhirnya menang juga hehee "


" Kak Feby mainnya nekat "


" Iya, padahal tadi udah hampir mati ya "


" Iya dong harus nekat " jawab Feby santai.


" Kalau tidak ada Febry pasti kamu mati terus Feb hahahhaa "


" Yee jangan gitu dong jadi malu nih " jawab Feby lagi. Febry hanya tersenyum mendengar celotehan mereka.


" Kamu mau kemana Feb ? " tanya Feby pada Febry.


" Ke warung. Mau ikut ? "


" Tidak "


Feby kembali bercakap - cakap dengan kedua temannya. Para anak kecil juga kembali bermain lagi. Tidak memakan waktu lama Febry kembali membawa dua kantong plastik yang berisikan makanan dan minuman dan meletakkannya dihadapn Feby dan dua temannya.


" Wah makasih Febry "


" Bocil sini mau jajanan gak ? " kata Febry menawari anak - anak kecil yang sedang bermain.


" Mauuuuu "


" Jangn berebut ya. Ayo baris nanti Kak Feby bagikan "


Febry sengaja membeli jajanan banyak karena dia ingin berbagi dengan yang lain. Wajah ya saja yang cuek tetapi sebenarnya Febry itu baik.


" Makasih Kak Febry " kata anak - anak kecil itu.


" Iya sama - sama "


Sedang asik menikmati jajanan, tiba - tiba datanglah Roby membawa kejutan. Mereka berempat begitu terkejut dan menatap heran.


" Hai guys " sapa Roby dengan wajah yang menggembirakan. Mereka beremapt hanya diam dan menatap Roby.


" Ayo turun sayang "


" Maaf ya aku telat datengnya " kata Roby. " Eh iya kenalin ini Laras pacar ku hehee " dengan bangga Roby mengenalkan pacarnya.


" Dan laras kenalin ini teman - teman ku. Ini si kembar Febry dan Feby, yang ini Deni dan Sahrul "


" Hai aku Laras "


" Hai Laras "


Feby ters memperhatikan Laras dari atas sampai bawah. Entah apa yang di pikirka Laras saat itu. Dia melihat Feby menatapnya sangat tajam.


" Sayang, teman kamu yang cewe natap aku sadis banget " bisik Laras.


" Dia memang seperti itu. Nanti kalau sudah akrab dia orangnya asik kok "


" Kayanya aku pernah liat kamu deh, tapi dimana ya lupa " kata Feby yang coba mengingat - ingat.


" Udah deh jangan sok kenal Feb " sahut Sahrul. Feby langsung memukul lengang Sahrul dan menyuruhnya diam.


" Kamu anak baru yang di Costemer Servis kan ? "


" Iya kak " jawab Laras. Sebenarnya dia sudah mengenali Feby seniornya. Tangan Laras gemetar dan enggan menatap wajah Feby.


" Heh jangan menatap tajam seperti itu ! Lihat tuh dia gemetaran " tegur Febry.


" Ih siapa yang natap tajam si ! "


" Maaf ya Laras memang si Feby tuh seperti ini kalau menatap orang " balas Deni sambil tertawa.


" Makanya Feb wajah mu jangan seram seperti itu, lihat pacarnya Roby sampai ketakutan " bisik Febry sambil tertawa pelan. " Kamu tuh perempuan tapi tidak ada anggunnya sama sekali hehee " Febry terus menggoda Feby sambil menyenggol bahunya Feby.


" Kurang ajar kamu ya ! " Feby membalas Febry dengan cubitannya sampai tangan Febry merah.


" Awww sakit tau !! "


" Ceritanya maksud dan tujuan kamu datang kemari mau pamer pacar sama kita - kita yang jomblo ?! " tanya Feby dengan raut wajah serius. Laras tak berani menatap dan dia hanya menundukan kepala.


" Iya dong hehee, makanya kalian cari pacar betah amat jadi jomblo ! Hahaha " jawab Roby dengan bangga.


" Huhhh pamer ! " sorak Deni dan Sahrul.


" Mana Den katanya mau deketin cewe komplek sebelah ? " sindir Roby pada Deni.


" Tenang, aku si santai aja " jawab Deni.


" Ini lagi si Febry ganteng doang pacar engga ada hahaha ! " sindir lagi Roby pada Febry. Febry hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku Roby yang pamer kalau dia sudah punya pacar.


" Eh siapa bilang Febry gak punya pacar ? Nih pacarnya hahaha " ucap Sahrul sambil menunjuk Feby yang sedang asik memakan cemilan.


" Laras kamu kok diam aja ngomong dong " kata Feby.


" Dia takut sama kamu " jawab Roby.


" Dih takut kenapa ? " Feby.


" Kan sudah aku bilang wajah mu itu menyeramkan jadi dia takut hahaha " ledek Febry. Feby yang diledek segera mencubit Febry lagi.


" Laras gak usah takut santai aja, jangan disamain ditempat kerja sama diluar tempat kerja ya hehee "


" Iya Kak " jawab Laras sambil tersenyum.


" Maen lagi gak ? " tanya Deni.


" Iya mumpung udah berlima nih "


" Nanti aja guys kasian nanti kalau kita tarung si Laras di cuekin sama si Roby " sahut Feby.


" Yaudah kita ngopi aja yuk di kafe mang Rohim " ajak Sahrul.


" Ayo "


Mereka pun pergi menuju warung mang Rohim yang tidak jauh dari pos tempat mereka main.


" Mamang mau kopi ya " pesan Feby dengan wajah cerianya.


" Oke siap " tanpa bertanya Mang Rohim membuatkan untuk mereka karena Mang Rohim sudah hapal pesanan mereka berlima.


" Eh iya Laras ngopi gak ? " tanya Feby. Laras malu - malu untuk menjawab pertanyaan Feby dan dia hanya berbisik - bisik pada Roby. Feby yang tidak ingin terlihat menakutkan dimata Laras, berjalan mendekati Laras dab langsung menggandeng tangan Laras agat dia memilih sendiri apa yang dia mau.


" Pilih aja yang kamu mau, tapi maaf ya tempatnya seprti ini dan hanya minuman seperti ini bukan di kafe mahal hehehe " kata Feby.


" Iya tidak apa - apa kak seperti ini juga nyaman "


" Bener nih, biasanya kalau orang pacaran maunya ketempat yang mewah gitu loh " sindir Feby, dia sengaja berkata seperti itu karena ingin tahu sifat Laras.


" Kakak bisa aja, aku juga tidak pilih - pilih kak " jawab Laras. " Kak aku mau susu coklat aja "


" Oke baiklah, mang susu coklatnya satu lagi "


" Oke "


Mereka pun duduk kembali sambil berbincang - bincang.


" Ternyata kak Feby tidak seburuk yang aku pikirkan, kelihatannya aja judes, jutek dan pemarah tapi aslinya baik hati banget " batin Laras.


" Kalau di tempat kerja aku memang serius dan tidak banyak bicara. Tapi kalau dirumah " perkataan Feby terpotong.


" Tidak bisa diam, cerewet dan kasar hahaha " jawab Roby, Deni dan Sahrul.


" Tuh dengar sendiri kan. Jadi santai saja oke "


" Iya kak " jawab Laras tersenyum manis.


Mang Rohim sudah membawakan pesanan yang di pesan Feby tadi dan ada juga gorengan beserta kue. Laras memperhatika matanya Feby yang masih memar namun tak separah waktu pertama kena pukulan.


" Kak Feby, mata kakak kenapa ? " tanya Laras membuat yang lain menatap Feby. Deni dan Sahrul juga baru sadar dengan mata Feby.


" Eh iya aku baru sadar loh Feb "kata Deni.


" Coba sini aku lihat " kata Sahrul yang sudah ingin memegang wajah Feby.


Plak


Dengan cepat Febry yang menepis tangan Sahrul.


" Pacarnya marah guys hahahaa ampung bang jago "


" Ini biasa abis akrobat hehee "


" Kamu jatuh atau dipukul orang Feb ? " tanya Deni.


" Panjang deh ceritanya hehee udah jangan dibahas " ucap Feby.


Karena sudah jam 10 malam merek pun pulang kerumah masing - masing.


" Sayang udah jam 10 pulang yuk " kata Roby. Laras menganggukan kepalanya tanda setuju.


" Kita juga pulang besok semangat cari cuan lagi " kata Deni.


" Semuanya duluan ya " kata Laras sambil tersenyum.


" Hati - hati Laras " Feby.


Setelah membayar kopi pada Mang Rohim mereka berempat pulang. Seperti biasa Febry selalu mengantarkan Feby pulang kerumahnya.