Febry & Feby

Febry & Feby
Terimalah Maaf Ku



Beberapa hari kemudian, Jacky sudah sembuh seperti sedia kala. Jacky masih mempertimbangkan saran papanya itu. Dia ingin datang menemui Feby dan keluarganya. Tetapi dia takut mereka tidak akan menerima kedatangannya.


" Aku harus apa ? "


" Dua hari lagi aku akan pergi dari sini ! "


Jacky terlihat kebingungan sampai dia mengacak - acak rambutnya.


" Kenapa lagi kamu ? " tanya papanya yang baru saja melintas dihadapannya.


" Aku bingung pa "


" Huhhh..... kenapa kamu jadi lembek begini nak "


" Ah papa, jangan gitu dong "


" Ya kamu harus berani ambil tindakan ! Bagaimana si kamu ini ? "


Jacky hanya diam tanpa perotes.


" Ingat ! Berani berbuat harus berani bertanggung jawab " ucap papanya.


" Sudah ya papa mau temani mama mu dulu "


" Iyaa pa "


Jacky kembali diam, pandangannya lurus kedepan.


" Huhhhh, oke " Jacky berdiri


" Benar kata papa, aku harus berani bertanggung jawab "


...****************...


Malam hari


" Ma, mana Jacky ? "


" Tidak tau pa "


" Bi, tolong panggilkan Jacky ya, katakan padanya cepat turun makan malam "


" Baik tuan "


Ketika bibi hendak memanggil Jacky, tiba - tiba Jacky sudah berada di ruang makan.


" Itu dia " ucap mama dan papa Jacky.


Melihat Jacky sudah tiba, bibi langsung pamit pergi dari sana.


" Kamu mau kemana ? " tanya papa.


" Aku maubertemu Feby "


" Makan dulu "


" Tidak ma nanti saja "


" Makanlah walau sedikit nak "


" Baik ma "


Jacky menuruti permintaan mamanya.


Selesai makan malam Jacky meminta izin untuk pergi pada orang tuanya.


" Jacky pergi dulu ya pa, ma "


" Hati - hati nak " ucap mamanya.


" Semangat, apa pun keputusannya kamu harus terima dengan lapang dada " balas papanya.


Jacky menarik nafas dalam sebelum pergi.


" Huhhhhh oke, aku pasti bisa " Jacky memberi semangat pada dirinya.


Jacky pun pergi dengan mengendari sepedah motornya.


Jacky sengaja pergi pada malam hari karena pasti Feby sedang berkumpul dengan teman - temannya.


" Semoga Feby masih kumpul ditempat biasa "


Dengan cepat Jacky memacu motornya agar cepat sampai.


Beberapa menit kemudian.


Brrmmm


Brmmm


Cittt


Motor berhenti di deoan warung mang Rohim, dan benar saja Feby sedang berad disana bersama teman - temannya sesuai dengan dugaan Jacky.


" Itu dia "


Jacky berjala perlahn menghampir Feby yang sedang asik tertawa ria denga Febry, Roby, Deni dan Sahrul.


Semakin dekat Jacky berjalan semakin jelas Feby merasakan ada orang yang sedang memperhatikannya.


Tawa Feby terhenti saat melihat siapa yang datang menghampiri dirinya.


" Jacky ! " ucapnya pelan, namun masih terdengar dengan yang lain.


" Hai Feb "


Feby dan yang lainnya segera berdiri.


" Maaf mengganggu waktu kalian " ucap Jacky mendekati mereka berlima.


Mereka hanya diam melihat kedatangan Jacky.


" Feb, apa kita bisa bicara sebentar saja "


Feby langsung melirik Febry yang tepat berada di sampingnya. Febry pun mengiyakannya dengan anggukan kepala.


" Ayo, kita duduk disana aja " Feby langsung berjalan ke tempat yang dia tunjuk.


" Feb, aku " Jacky mencoba meminta izin pada Febry.


" Pergilah bicara dengannya " balas Febry yang mengerti apa yang di maksud Jacky.


Roby, Deni dan Sahrul hanya memperhatikan Jacky dengan wajah seriusnya.


" Kenapa kamu izinkan dia berbicara dengan Feby ? " tanya Roby.


" Sudahlah biarkan saja " jawab Febry santai sambil meminum kopinya.


" Kalau Feby kembali lagi pada Jacky bagaimana ? "


" Tidak apa, mungkin memang jalannya sudah seperti itu "


" Febry ! " Roby hanya menggelengkan kepala, lagi - lagi temannya itu harus mengalah.


" Santai aja Rob, kenapa kamu yang marah ? " kata Sahrul.


Roby hanya diam dengan raut wajah penuh kekecewaan.


...****************...


" Kamu mau kopi ? "


" Tidak usah Feb "


" Kenapa tidak mau menemui ku ? "


" Aku malu dengan apa yang aku lakukan pada mu "


Feby hanya tersenyum tipis saat mendengar perkataan Jacky.


" Kamu menyesal ? "


" Sangat "


" Maka terimalah penyesalan mu "


" Apa tidak ada kesempatan lagi untuk ku Feb ? "


" Jujur aku masih kecewaca atas perlakuan mu "


" Iya, aku sudah menebaknya. Kenapa kamu tidak jebloskan aku saja ke penjara ? "


" Aku tidak ingin melakukannya "


" Alasannya ? "


" Lupakanlah "


" Jadi tidak ada kesemapatan lagi untuk ku "


Feby menjawab dengan gelengan kepala dan senyuman.


" Kamu jujur sekali ya " Jacky tersenyum pada Feby.


Akhirnya Feby dan Jacky tertawa bersama.


" Sebenarnya, aku malu bertemu dengan mu. Tapi sebelum aku pergi, aku ingin meminta maaf pada mu. Terimalah maaf ku "


" Tentu, aku sudah memaafkan mu Jacky "


" Terimakasih. Kalau begitu aku pamit ya "


" Kamu tidak ingin bertemu dengan keluarga ku ? "


" Aku yakin mereka tidak akan menerima kedatangan ku "


" Mereka tidak mengetahui kejadian kita " jawab Feby santai.


" Apa ? "


" Aku meminta yang lain untuk menyembunyikanya "


Jacky langsung menatap Feby, matanya berkaca - kaca karena Feby menyembunyika kejadian yang sebenarnya. Betapa bodohnya dia mendengarkan hasutan Lisa dan temannya.


Plak


Feby memukul Jacky dengan kencang.


" Awww sakit Feb "


" Kamu kenapa diam saja ? "


" Aku bodoh sekali "


" Memang benar ! " goda Feby.


Jacky tertawa mendengar ucapan Feby.


" Ayo kerumah ku "


" Ayo "


Feby segera berjalan menghampiri sahabatnya dan teman - temannya.


" Guys, aku mau pulang dulu. Kalian jangan kemana - mana nanti aku kesini lagi "


" Untuk apa ? " tanya Deni.


" Ada deh "


" Feb, aku pergi dulu "


" Iya "


Setelah memberitahu mereka Feby segera menaiki motor Jacky dan pergi menuju rumahnya.


Hanya butuh beberapa menit untuk sampai di rumah Feby.


" Ayo masuk " ajak Feby lalu Jacky mengikutinya dari belakang.


" Assalamualaikum " ucap salam keduanya.


" Waalaikumsalam " jawab mereka.


" Jacky "


" Ibu, pak "


Jacky menyalami pak Ahmad, bu Siti, Andri dan Hilwa.


" Kamu kemana saja ? " tanya bu Siti yang terkejut melihat kedatangan Jacky.


" Apa luka mu parah Jacky ? " tanya pak Ahmad.


" Jacky butuh pemuliha pak, bu "


" Tapi sekarng bagaiman ? "


" Alhamdulillah sudah sembuh "


" Alhamdulillah "


" Pak, bu, kak Andri, mbak Hilwa. Sebelumnya Jacky minta maaf karena sudah mengecewakan kalian. Jacky harus pergi keluar negri untuk membantu orang tua Jacky "


" Lalu hubungan kalian ? " tanya Andri.


Mereka berdua menggelengkan kepala.


" Maafkan Jacky sudah mengecewakan kalian "


Diam sejenak.


" Tidak apa pak, bu. Feby dan Jacky masih bisa berteman baik " sahut Feby.


" Kalau itu keputusan kalian mau bagaimana lagi. Tapi kalian jangan saling menjauhi "


" Tentu tidak pak " balas Jacky tersenyum hangat "


Sejujurnya keluarga Feby tidak ingin hubungan Feby dan Jacky berakhir. Tapi mereka juga tidak ingin terlalu ikut campur dengan hubungan mereka berdua.


Selesai bertemu dengan keluarga Feby, Jacky segera pamit pada mereka. Dan langsung pergi mengantar Feby ke warung mang Rohim.


" Ayo gabung dulu sebentar " ajak Feby.


" Tidak "


" Kenapa ? Kamu malu ? "


" Kalau malu itu sudah pasti. Tapi aku harus segera pulang masih banyak yang harus aku kerjakan "


" Alasan ! "


Jacky tersenyum pada Feby.


" Hai guys "


" Hai "


" Sebentar banget " sahut Deni.


" Iya, ngapain lama - lama nanti kalian kangen lagi hehee "


Roby, Deni daan Sahrul membuat ekspresi yang aneh.


" Untuk apa merindukan mu ! " balas Sahrul.


" Benar ya, kalau gitu aku gak akan gabung lagi "


" Ehhhh jangan gitu dong Feb "


" Dasar ! "


Jacky hanya tersenyum.


" Jacky, kamu mau ngopi ? " kata Roby


" Tidak terimakasih, aku mau pulang "


" Kenapa buru - buru ? Ayo ngopi dulu lah brother " sahut Deni.


" Aku harus pulang bro "


Febry hanya memperhatikan.


" Aku ingin minta maaf pada kalian atas kelakuan ku "


Febry segera berdiri.


" Lupakanlah, yang sudah terjadi biarkan terjadi "


" Aku sekalin mau pamit pada kalian, mungkin ini hari - hari terakhir ku disini "


" Memang kamu mau kemana ? "


" Aku mau ke luar negri bersama orang tua ku "


Mereka hanya diam dan menganggukan kepala mereka.


" Kalau begitu aku pamit ya "


Jacky bersalaman dengan Roby, Deni dan Sahrul.


" Hati - hati bro " kata Roby


" Oke "


" Kalau kamu buka lowongan pekerjaan ajak aku ya hehee " ucap Sahrul.


" Siap "


" Ajak aku juga ya " sahut Deni.


" Siap "


Giliran Jacky berpamitan dengan Febry.


" Feb, aku pamit ya "


" Hati - hati. Jangan lupakan kita ya "


" Tentu tidak "


" Feby, aku pamit ya "


" Iya, hati - hati ya, semoga kamu mendapatkan yang terbaik "


" Aamiin, dan semoga kalian cepat bersatu ya hehee "


" Apa ? "


" Ah tidak "


Plak


Satu pukulan mendarat di lengan Jacky.


" Kamu ini benar - benar kasar ya ! " ucap Jacky sambil mengelus lengannya.


" Makanya jangan meledek "


" Iya - iya judes "


Mereka pun tertawa bersama.


" Febry, jika aku tidak bisa memeluk Feby, mau kah kamu mewakilinya ? "


" Tentu "


Jacky dan Febry berpelukan, rasa haru tercipta disana sampai - sampai Feby meneteskan air matanya.


" Baiklah aku pergi ya. Terimakasih atah sudah menerima ku di sini "


" Sama - sama Jacky "


Jacky pun pergi dengan perasaan yang lega. Dia tidak lagi terbebani atas kesalahan yang sudah dia perbuat.