Febry & Feby

Febry & Feby
Lamaran Dadakan



Pak Rizki dan bu Irma tersenyum senang melihat anaknya jatuh cinta pada sahabatnya. Tanpa berpikir - pikir lagi pak Rizki mengambil handphonenya dan menelpon pak Ahmad.


" Pa mau telpon siapa ? "


" Pak Ahmad "


" Untuk apa pa "


" Sstttt jangan katakan pada Febry " bisik pak Rizki.


Bu Irma mengerti maksud dan tujuan suaminya.


Selesai menelpon pak Ahmad, pak Rizki segera mengajak bu Irma serta April pegri.


" Febry "


" Iya ma "


" Maaf mama masuk "


" Masuk aja tante anggap aja rumah sendiri hehee " goda Roby.


" Kamu bisa aja Rob "


" Ada apa ma ? "


" Mama, papa dan April mau pergi sebentar ya "


" Oke ma "


" Mama pergi dulu, Roby tante pergi dulu ya "


" Iya ma "


" Iya tante "


Bu Irma bergegas pergi dari kamar anak laki - lakinya dengan penuh senyuman yang terukir di bibirya.


" Sudah ma ? "


" Sudah, ayo pa "


" Apil, ayo nak "


" Ayo pa ma, aku udah siap "


Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Febry dan Roby.


" Kasian gak di ajak " goda Roby.


" Ngapain juga aku ikut ! "


" Kalau ada Feby pasti mau ikut "


" Pasti itu si hehee "


" Febry Febry " Roby menggelengkan kepalanya.


" Deni sama Sahrul kemana ? "


" Paling masih tidur "


" Itu anak berdua kompak banget "


...****************...


Feby yang baru saja keluar dari kamarnya heran melihat semuanya sedang merapihkan rumah.


" Ada apa lagi ini ? "


" Feb tolong bangu gantikan gorden ya "


" Iya bu "


Feby memperhatikan sekitar sambil menggaruk kepala seperti orang kebingungan.


" Ada apa ? " tanya Andri.


" Harusnya aku yang bertanya, ada apa ? "


" Nanti juga tau " jawab Andri santai sambil tersenyum jahat.


" Oooooo " Feby segera menghampiri kakaknya lagi.


" Pasti ada laki - laki yang ingin melamarku lagi kan ? "


" Mana aku tau ! "


" Ayolah kak " Feby merengek tak semangat.


" Feby ! Kamu gak dengar ya ibu suruh apa ? "


" Iya bu siap " Feby segera memasang gorden itu.


" Menyebalkan sekali ! Lihat saja kalau aku di jodohkan lagi ! Kenapa harus ikut campur dengan masalah pribadi ku ! "


" Setelah itu jangan lupa mengganti taplak meja ya Feb "


" Siap bu "


" Huhhh pasti ini ada tamu terus di jodohin sama aku !! " keluh Feby dalam hati.


Menjelan sore hari.


Pak Ahmad sudah meminta Roby untuk mengabari Denu dan Sahrul agar ikut bersama mereka.


" Siap om "


" Jangan lupa ya Rob "


" Tenang om, nanti aku tungguin disana sama Deni dan Sahrul "


" Oke, om pergi dulu ya, Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Dirumah bu Irma sedang mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuan Febry. Mereka bertiga bersikap biasa saja seakan - akan tidak terjadi apa - apa.


" Mama belanja banyak banget " seru Febry sambil membuka kulkas untuk mengambil buah.


" Mama belanja untuk sebulan sayang "


" Ohhh "


" Kakak !! Itu apel aku !! " protes April.


" Terus ? "


" Jangan di makan !!! "


" Yahh udah kakak makan " jawab Febry santai sambil berjalan keluar.


" Ihhhh ngeselin banget punya kakak kaya gitu ! "


" Udah dong April, kan masih ada apelnya "


Kemudian April mengecek isi kulkas dan ternyata apelnya sudah tidak ada.


" Tuh kan gak ada mama !! " rengek April.


" Itu kan apel aku "


" Nanti mama belikan lagi ya, kamu jangan ngambek "


" Gimana aku gak ngambek, kalau mau makan apel aku bilang dulu sama aku ! "


" Ngeselin ! " bisik April.


Febry masih santai menghadali adiknya yang marah padanya.


...****************...


Malam yang di tunggu tiba, pak Rizki, Bu Irma dan April sudah bersiap.


" Sudah siap ma ? "


" Sudah pa "


" Febry mana ? "


" Masih di kamar "


" Oke, papa aja yang ke kamarnya "


Saat pak Rizki hendak kekamar Febry tiba - tiba Febry keluar dengan pakaian rapih.


" Kamu mau kemana Feb ? "


" Mau pergi pa "


" Kamu ikut papa dulu sebentar "


" Tapi pa "


" Udah ayo ikut dulu "


" Oke deh, lagi pula mereka belum merespon pesan ku "


Akhirnya Febry mau juga ikut dengan orang tuanya.


Hanya memakan waktu sebentar mereka turun lagi dari mobil. Dan mobil mereka tepat berhenti di depan rumah pak Ahmad.


" Loh kok kesini pa ? "


" Ayo ikut saja "


Febry hanya diam mengikuti orang tuanya.


" Kalian di sini juga ? "


" Hehee iya dong " jawab Roby.


" Ada apa ini ? Kenapa semuanya kumpul di sini ? "


" Ada acar apa di rumah Feby ? " bisik Febry pada mereka bertiga.


" Feby mau di lamar ! " sahut Sahrul.


" Apa ? "


" Pak Ahmad dan kak Andri meminta kita untuk datang " balas Roby dengan wajah yang aneh.


Febry hanya diam tanpa kata, raut wajahnya berubah menjadi sedih.


" Siapa lagi yang akan melamar Feby ? "


Tak lama pak Ahmad keluar untuk menyambut mereka yang sudah menunggu diluar. Didalam sana sudah ada bu Siti, Andri, Hilwa dan Faishal.


" Ayo silahkam duduk " kata bu Siti.


Mata Febry mencari sosok sahabatnya yang tak kunjung keluar dari kamarnya.


" Nunggu Feby ? " tanya Andri.


" Ahh engga kak "


" Nanti juga keluar "


Tak lama Feby keluar dengan berpakaian rapih di dampingi oleh Hilwa dan Faishal.


" Mbak mana tamunya ? " bisik Feby.


" Katanya sudah datang ? " tanya lagi.


" Ayo ikut dulu "


Feby berjalan dan duduk di sebelah ibunya.


" Bagaimana kalau di mulai saja pak "


" Ya ya silahkan pak Rizki.


Febry dan Feby terlihat bingung.


" Lansung saja ya pak, kedatangan kami kemari untuk melamar anak bapak dan ibu yang bernama Feby Nur Damayanti "


" Apa ? " Febry dan Feby terkejut yang lain hanya tersenyum enatap mereka berdua.


" Dengan senang hati saya terima pam. Tapi saya tanya anaknya dulu. Bagaimana Feby ? "


" Aku ?? "


" Santai saja nak jangan gugup " kata bu Irma.


Feby lekas menoleh ke ibunya.


" Bu ? "


" Kok tanya ibu ? "


" Bagaimana Feby ? Apa kamu menerima Febry ? " tanya pak Rizki.


" Udah terima aja, nantikan bisa mabar hahaha " goda Sahrul membuat yang lain tertawa.


" Feby terima " dengan malu - malu Feby mengatakan itu.


" Alhamdulillah "


" Karena Feby menerimanya jadi saya akan secepatnya menikahkan mereka " sahut pak Rizki "


" Oh iya, sebelum menikah kalian jangan dekat - dekat dulu ! Jangan boncengan motor atau nongkrong bareng ! " titah bu Siti.


" Yah ibu, nanti kalau mau main gimana ? "


" Ga ada main - main dulu "


" Yang sabar ya adik ku " goda Andri.


" Huhhh rese !!! "


" Kamu juga Febry jangan dekat - dekat Feby dulu ! Jangan Jemput dia kerja "


" Siap ibu mertua "


Lamaran dadakan yang direncanakan pak Rizki berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Tinggal menunggu hari pernikahan itu tiba.


" Aku kira Feby akan di lamar laki - laki lain " kata Febry yang sudah berada di dalam kamarnya.


" Kalau sampai dia dilamar laki - laki lain pasti aku .... sudahlah yang penting dia bahagia saja "


" Kira - kira dia sedang apa ya ? "


Sementara itu Feby sedang senyum - senyum sendiri di dalam kamarya. Dia sengaja mengunci pintu kamar agar tidak ada yang sembarangan masuk.


" Aku tidak menyangka Febry akan melamar ku secepat ini. Bahkan kita tidak pacaran. Eh tapi bagus si menikah dulu baru pacaran hehee "


" Tapi aku jadi tidak bisa bertemu sama Febry, ya sudalah biarkan saja. Sekarang waktunya tidur "