Febry & Feby

Febry & Feby
Kamu Sangat Cantik



" Nanti aku jemput ya " kata Febry yang baru saja berhenti di depan rumah Feby.


" Iya "


" Sekalian ajak bapak sama ibu "


" Iya "


" Iya doang "


" Yaudah kamu pulang sana "


" Kamu usir aku "


" Bukan gitu kalau lama - lama nanti ibu ngomel ! "


" Iya deh, aku pulang ya "


Feby mengganggukan kepala.


Saat hendak mengusap kepala Feby, tiba - tiba bu Siti keluar.


" Ehemmm "


" Ibu " ucap Febry lalu turun dari motornya menyalami bu Siti.


" Ibu, Febry pulang dulu ya "


" Iya hati - hati Feb "


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


Febry berjalan dan menaiki motornya sambil tersenyum ke arah Feby.


" Pulang ya " bisik Febry.


" Iya " balas Feby menahan tawa karena sedari tadi ibunya memperhatikan mereka terus.


Febry pun pergi dan tinggallah Feby dan bu Siti.


" Kebiasaan ! " omel bu Siti pada Feby namun Feby hanya terkekeh.


" Maaf bu hilaf "


" Dasar kamu ya, cepat sana masuk "


" Iya bu hehee "


Feby segera masuk kekamar karena tidak ingin di marahi ibunya.


...****************...


Malam pun tiba keluarga pak Ahmad dan Pak Rizki sudah tiba di tempat yang di janjikan untuk mencoba pakaian pengantin.


" Bagus banget ! Tapi apa aku pantas memakainya ? " dalam hati Feby.


" Kenapa bengong ? " tanya Hilwa.


" Bajunya bagus - bagus mbak " bisik Feby.


" Iya Feb "


" Kira - kira aku pantas gak ya ? "


" Pantaslah Feb "


" Feby " panggil bu Irma.


" Iya tante, eh mama hehee "


" Sini sayang "


Feby segera menghampiri bu Irma.


" Pilih yang mana yang kamu mau "


Feby melihat - lihat gaun pengatin itu.


" Bu " panggil Feby.


" Ihhh ini anak harus ibunya juga " kata bu Siti.


" Bingung bu hehehe "


" Biar calon suami mu yang pilihkan " balas bu Siti langsung melirik Febry.


Dengan senang hati Febry memilihkan gaun untuk Feby.


" Yang ini, ini dan ini " dengan cepat Febry mengambil gaun pengantin warna biru muda, abu - abu dan warna coklat susu.


" Kamu serius ? "


" Coba saja sana "


" Iya Feby ayo di coba "


" Baiklah aku coba dulu "


Sebenarnya Feby merasa tidak percaya diri memakai gaun pengantin. Namun apa boleh buat mau tidak mau dia harus memakainya.


" Ma ini pakainya gimana ? " tanya Feby pada bu Irma "


Pertanyaan Feby membuat yang lain tertawa.


" Dasar polos " kata Andri sambil menahan tawanya.


" Biar mbak bantu, mas tolong gendong Faishal ya "


" Iya sayang "


" Mari saya bantu juga " kata pemilik gaun pengantin.


Didalam sana Feby merasa tidak nyaman membuka bajunya dihadapan orang sekali pun sesama perempuan.


" Buka saja jangan malu "


" Iya Feb jangan malu "


" Oke oke sebentar "


Dengan terpaksa Feby membuka bajunya. Kemudian Feby dibantu untuk memakaikan gaun pengantin.


" Cantik " kata Hilwa.


Gaun pertama yang di pakai Feby adalah warna biru muda. Diruangan lain ada Febry yang juga mencoba baju pengantin denga warna senada dengan Feby.


" Ayo keluar "


" Malu "


" Ckkk ayo " Hilwa memaksa Feby untuk keluar.


Perlahan Feby berjalan hingga pintu dibuka oleh Hilwa.


Cklek


Terlihatlah Feby dengan gaun pengantin berwarna biru muda. Febry begitu terkesima saat melihat Feby yang begitu cantik.


Mendapat tatapan aneh, Feby jadi tambah tidak percaya diri dengan gaun yang dia kenakan.


" Kamu sangat cantik " puji bu Irma.


" Ya mama benar, kamu sangat canti " dalam hati Febry


" Jangan lama - lama melihat adik ku ! " goda Andri sambil menutup mata Febry dengan tangannya.


Setelah itu Feby mencoba gaun berwana abu abu kemudian disuaul dengan warna coklat susu.


Apapun warna gaun yang dipakai Feby tetap saja dia terlihat cantik.


Selesai mencoba gaun pengantin mereka semua merundingankan gaun mana yang akan dipilih.


" Bagaimana Feb gaunnya kamu suka ? "


" Suka ma "


" Jadi mau yang warna apa ? "


" Yang tadi aku pilihkan aja ma " jawab Febry.


" Oke deh, calon suami mu yang minta ya Feb "


" Aku iya aja deh " Feby tidak bisa mengambil keputusan karena dia terlalu bingung.


" Cincin nikahnya sudah kami persiapkan pak bu " kata pak Rizki.


" Iya pak "


" jika ada yang dibutuhkan katakan saja ya pak " kata pak Rizki lagi.


" Tidak pak ini sudah lebih dari cukup "


" Tidak apa pak katakan saja pada kami jika membutuhkan sesuatu " balas bu Irma.


" Terimakasih banyak bu Irma pak Rizki semua insya allah sudah siap "


" Berarti tinggal menungga harinya tiba ya "


" Semoga dilancarkan ya bapak ibu " kata pemilik gaun pengantin.


" Terimakasih bu "


Semua urusan sudah selesai tinggal menunggu hari pernikahan tiba. Febry dan Feby di buat gelisah karena hal itu.


Sepulang dari tempat gaun pengantin Feby segera tidur karena besok dia harus pergi lebih awal dari biasanya.


" Feb besok kalau urusan di tempat kerja selesai langsung segera pulang ya " titah pak Ahmad.


" Iya pak "


" Jangan kemana - kemana dulu, seminghu lagi kamu akan menikah "


" Iya ibu "


" Kamu juga harus puasa "


" Siap, kalau begitu aku masuk kekamar dulu ya. Besok aku harus berangkat lebih awal.


" Bareng Febry ? "


" Enggak bu. Dia juga sibuk untuk mengurus surat cuti "


" Baiklah kalau begitu "


" Istirahat yang cukup Feb "


" Siap pak "


Feby segera masuk kekamarnya dan beristirahat.


" Gak nyangka ya pak, anak kita sudah mau menikah "


" Iya bu, perasaan anak - anak kita masih pada kecil "


" Kita tinggal berdua lagi deh pak "


" Tidak apa - apa bu jangan sedih "


" Biar ibu bawel sama Feby, tapi ibu sayag banget sama Feby "


" Iya bapa tau itu bu, doakan yang terbaik untuk anak kita agar rumah tangga mereka menjadi keluarga sakinah mawadah wa rohma "


" Aamiin, ibu selalu mendoakan yang terbaik untuk anak - anak kita pak "


Sementar itu, Febry masih membuka matanya, susah sekali rasanya dia untuk tidur malam ini.


" Aku jadi gak bisa tidur, akubtelpon Feby aja deh "


Febry lekas mengambil handphonenya.


Tut


Tut


Tut


📞Feby : Hallo


📞Febry : Kamu sudah tidur ?


📞Feby : Baru mau. Ada apa ?


📞Febry : Aku ingin menelpon mu saja


📞Feby : Kirain ada apa


📞Febry : Oh iya By, aku lupa mengatakan sesuatu


📞Feby : Apa ?


📞Febry : Kamu sangat cantik memakai gaun pengantin


Deg


Tiba - tiba jantung Feby berdebar.


📞Feby : Apaan si kamu gombal deh !


📞Febry : Seerius aku gak gombal


📞Feby : Sekarang udah pinter gombal ya


📞Febry : Karena kamu


📞Feby : Kok karena aku ?


📞Febry : Kalau gak cinta sama kamu aku gak bisa gombal hehee


📞Feby : Dasar !


📞Febry : Tapi serius kamu sangat canti tadi


📞Feby : Iya terimakasih sudah bilang aku cantik


📞Febry : Ya sama - sama


📞Feby : Aku mau tidur ya, udah ngantuk


📞Febry : Oke, mimpi indah ya


📞Feby : Kamu juga tidur ya jangan begadang


📞Febry : Iya By


📞Feby : Selamat malam calon suami ku mimpi indah ya hehee


📞Febry : Iya calon istri ku


📞Feby : Dasar gombal


Akhirnya mereka sama - sama menutup telponnya dan bersiap - siap untuk tidur.