
Sebelum masa cuti mereka berakhir Febry ingin sekali mengajak Feby pergi berlibur. Namun Febry hanya ingin berdua saja tanpa mengajak orang lain.
Pagi itu Feby sedang membuat nasi goreng untuk sarapan. Perlahan Febry datang dan memeluk Feby dari belakang.
" Ihhh kamu bikin kaget aja ! " kata Feby yang tiba - tiba di peluk. Febry hanya mencium pipi Feby dengan lembut.
" Mandi sana "
" Nanti dulu "
" Mandi dulu sana, sarapanya udah jadi nih "
" Iya deh "
Febry melepaskan pelukannya dan berjalan ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian Febry sudah berada di samping sedang menikmati nasi goreng buatan istri tercintanya.
" By "
" Iya "
" Kita ke puncak yuk "
" Kapan ? "
" Hari ini "
" Serius "
" Tumben "
" Hari senin kita ka udah mulai sibuk kerja. Jadi aku mau ajak kamu liburan sebelum masuk kerja "
" Oke deh "
" Tapi berdua aja ya "
" Siap "
Betapa senangnya Feby saat suaminya mengajaknya liburan. Setelah sarapan Febry dan Feby segera bersiap untuk pergi.
" Udah siap " tanya Febry.
" Udah dong "
" Ayo kita pergi "
Liburan kali ini berbeda mereka habiskan berdua saja, biasanya saat ingin liburan pasti Roby, Deni dan Sahrul ikut serta menemani mereka berdua.
Dalam perjalan ke puncak Febry dan Feby sungguh menikmati pemandangan di sana. Kemudian Febry menepikan motornya di sebuah warung untuk beristirahat sejenak.
" Ngopi dulu ya By "
" Oke, aku pesenin ya "
" Iya istri ku hehee "
Feby hanya tersenyum sambil memesan kopi.
" Ini kopinya "
" Makasih istri ku "
" Sama - sama suami ku hehee "
" Nanti kita nyewa vila ya "
" Buat apa ? "
" Buat nginep "
" Gak mau nginep ah kita pulang aja "
" Kenapa ? "
" Dingin aku gak kuat "
" Kan ada aku " kata Febry sambil mengedipkan matanya.
" Dasar mesum ! " bisik Feby.
" Biarin, mesum sama istri sendiri ini "
" Iya terserah kamu "
Mereka berdua kembali menikmati secangkit kopi yang di pesan tadi sambil mata melirik - lirik pemandangan yang indah.
Tak lupa mereka mengabadikan momen kebersamaan mereka yang tengah berada di tempat yang indah.
" Febry kita foto - foto di kebun teh yuk "
" Febry - Febry ! "
" Eh iya hahaha suamiku maksudnya "
" Ayo " Febry langsung menarik tangan Feby dan membawanya ke tengah - tengah kebun teh.
Disana mereka berfoto ria sambil tertawa dan bercanda bersama. Setelah puas menghabiskan waktu untuk berfoto mereka pun pergi ke sebuah lestoran yang tak jauh daru tempat mereka berfoto.
Tanpa mereka sadari disana ada seseorang yang mereka kenal. Awalnya mereka tidak mengetahui keberadaan mereka namun ada yang memanggil nama mereka.
" Kamu yakin ngajak makan di lestoran ? "
" Iya "
" Kenapa gak di warteg aja si ? "
" Sekali - sekali gak apa - apa By "
" Ihhh nanti malah jadi kebiasaan, udah yuk ah kita cari warteg aja "
" Sstttt, ayo masuk "
" Tapi "
" Sekali - sekali kita makan di lestoran "
" Oke deh "
" Jangan hawatir aku yang teraktir "
" Iya terserah kamu "
" Ayo masuk "
" Oke "
Febry langsung merangkul Feby dengan mesra. Feby tak menyangka Febry bisa semesra ini, dia sangat mengetahui sifat sahabatnya bagaimana. Namun kali ini Febry begitu berbeda.
" Ehmmm " Feby berdehem.
" Kenapa ? "
" Bisa gak kamu jangan kaya gini ? hehee "
" Kenapa emangnya ? "
" Aku malu "
" Aku enggak "
" Febry ! "
" Udah diem janga banyak perotes ! "
Feby hanya berdecak kesal karena dia tidak biasa di perlakukan seperti itu.
" Kita duduk di sana aja ya biar keliatan pemandangannya " kata Feby.
" Iya istri ku "
Tiba - tiba ada suara yang memanggil nama mereka berdua.
" Febry, Feby "
Yang di panggil pun segera menoleh.
" Hai "
Mereka berdua terdiam dan memperhatikan orang yang memanggil mereka.
" Jacky ! " ucap Feby.
" Kamu masih ingat aku ? "
" Ya "
" Apa kabar kalian berdua ? "
" Baik, kamu sendiri ? "
" Baik "
" Jacky, kenapa ninggalin aku si ? " sahut seorang wanita yang berjalan cepat kearah Jacky.
" Kamunya lama ! " jawab Jacky.
" Loh, Feby, Febry " ucap wanita itu.
" Lisa ! "
" Kalian berdua ? "
" Lebih baik kita duduk dulu " ucap Jacky.
Setelah sekian lama Febry dan Feby bertemu lagi dengan Jacky dan Lisa yang tak lain mantan mereka.
" Wah kebetulan sekali ya kita ketemu di sini " ucap Jacky.
" Iya " jawab Febry.
" Mbak " Jacky memanggil seorang pelayan.
Jacky memesan beberapa makanan dan minuman untuk di santap mereka berempat.
" Kalian berdua " tanya Feby.
" Jadi gini, orang tua kita ternyata saling kenal dan kita menjalani bisnis bersama " jawab Lisa.
" Ahh masa ? " tanya Feby sambil terkekeh.
" Sebenarnya si aku ada tujuan lain tapi Lisa belum merespon " sambung Jacky.
" Jacky ! " Lisa jadi malu karena perkataan Jacky.
" Febry maaf banget ya aku gak dateng keacara pernikahan kalian " ucap Jacky.
" Slow aja Jack, aku ngerti mungkin kamu lagi sibuk " balas Febry.
" Maafin aku juga ya Feb "
" Padahal kita berharap kalian dateng loh " kata Feby.
" Pengennya gitu Feb "
" Udahlah gak apa - apa, tapi kalian baik - baik aja kan ? "
" Ya "
" Tentu "
Ada sedikit rasa canggung saat bertemu Febry dan Feby karena Jacky dan Lisa pernah melakukan hal bodoh. Rasa bersalah terus menghantui mereka walau sebenarnya Febry dan Feby sudah memaafkan mereka berdua.
Selesai makan Jacky segera membayar tagihannya. Awalnya Febry menolak karena dia tidak ingin merepotkan Jacky. Namun Jacky bersih keras untuk membayarnya.
" Makasih banyak Jacky, jadi kamu yang bayar "
" Sama - sama Febry, aku senang bisa teraktir kalian "
" Kalau gitu sering - sering ya teraktirnya hahaa " ucap Feby.
" Bangkrut aku kalau sering "
Mereka berempat pun tertawa bersama.
" Mampir yuk kerumah " ajak Febry.
Jacky dan Lisa saling melirik.
" Iya kalian maen aja kerumah kita " sambunh Feby.
" Maaf banget lain kali aja ya Feby " kata Lisa.
" Loh kenapa ? "
" Kita bener - bener banyak kerjaan " sambung Jacky.
" Kapan - kapan main ya ke rumah kita "
" Siap "
" Kalau begitu kita pamit ya " ucap Febry.
" Oke, hati - hati ya Febry Feby "
" Kalian juga hati - hati "
Febry dan Feby segera pamit pada mereka berdua yang masih terdiam disana.
" Gak nyangka bisa ketemu mereka lagi " ucap Jacky yang masih memandang Febry dan Feby.
" Sama aku juga " balas Lisa.
" Apa kamu masih punya rasa sama Febry ? "
" Bohong kalau aku tidak punya rasa padanya "
Jacky hanya tersenyum.
" Kalau kamu ? Apa Feby masih ada di hati mu ? "
" Aku gak mau munafik, hati ini belum mampu menghapusnya "
" Aneh ya, kita berdua pura - pura tegar padahal "
" Yang terpenting, Feby bahagia aku juga bahagia. Mungkin Febry laki - laki yang tepat untuk hidup bersama Feby "
" Aku juga ikut bahagia kalau Febry bahagia, walau aku masih ingin bersamanya "
" Kita doakan saja agar mereka bahagia dan kita juga berhak bahagia kan ? " kata Jacky sambil melirik Lisa. Lisa pun membalas dengan senyuman.
" Iya itu pasti "
Jacky menggenggam erat tangan Lisa dan tersenyum padanya. Lisa juga membalas senyuman Jacky dan memeluk Jacky.