Febry & Feby

Febry & Feby
Tiba - Tiba Datang



Keesokan harinya


Merasa dirinya sudah membaik Feby mencoba melakukan aktifitas di pagi hari. Diawali dengan mandi saat waktu subuh kemudian dia menunaikan solat subuh.


Walapun Feby merasa sudah membaik namun Feby belum berani untuk pergi bekerja karena takut terjadi sesuatu di jalan atau di tempat kerjanya. Feby juga tidak mau sampai merepotkan orang lain nantinya.


Ketika Bu Siti dan Hilwa hendak pergi kepasar, Feby merengek meminta ikut. Namun Bu Siti tetap melarangnya karena Feby masih butuh istirahat sampai benar - benar pulih.


" Lebih baik kamu beli sarapan saja sekalian masak air bikin kopi dan teh " titah Bu Siti karena dia tau anaknya sangat keras kepala.


" Iya Bu "


" Ini uangnya "


" Pakai uang aku aja "


" Alhamdulillah, uang belanja Ibu tidak habis " kata Bu Siti mengucap syukur uangnya tak berkurang.


" Iya Ibu bisa simpan untuk jajan "


Segera Feby memasak air terlebih dulu setelah selesai baru Feby pergi membeli sarapan di dekat rumahnya.


" Semoga tidak ketemu Febry " dalam hati Feby.


Feby tepat berdiri didepan rumahnya. Dari depan rumahnya sudah terlihat penjual nasi uduk. Dan untungnya masih sepi dengan cepat Feby berjalan kesana.


" Bu, nasi uduk 5 ya sambel sama kerupuknya di pisah ya "


" Tumben di pisah, nanti kangen lagi kalau di pisah " kata penjual nasi uduk sambil terkekeh.


" Isss si Ibu bisa aja "


Feby juga mengambil beberapa gorengan, donat dan kue basah dan di masukan kedalam plastik.


Setelah selesai Feby segera kembali kerumahnya dengan cepat dia tidak mau sampai bertemu Febry disana.


" Untung tidak ada si Febry di sana "


Padahal realitanya Febry sudah melihat Feby sedang membeli nasi uduk namun Febry sengaja berhenti dan duduk di depan rumah orang sambil menunggu Feby selesai membeli nasi uduk.


Bukannya tidak mau untuk bertemu dengan Feby namun Febry hanya ingin menghargai perasaan Feby takutnya moodnya rusak saat melihatnya di pagi hari ini.


Pagi hari sudah dilewati oleh Feby. Feby juga mengerjakan pekerjaan rumah bersama Ibu dan kakak iparnya. Dia sengaja melakukan itu untuk menguji tubuhnya agar tidak lemas.


Siapa yang ingin sakit untuk waktu yang cukup lama ? Pasti tidak ada. Semua orang pasti ingin sembuh dari sakitnya. Begitu juga dengan Feby yang tidak betah belama - lama merasakan sakit. Yang dia lakukan hanya berbaring dan tidur, makan pun tersa hambar di mulut.


Malam pun tiba Feby sudah menunaikan solatnya dan kini dia bersiap untuk pergi keluar rumah untuk berkumpul dengan teman - temannya. Rasanya seperti sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan teman - temannya padalan baru saja 3 hari dia berdiam diri di rumah.


" Kamu mau kemana ? " tanya Pak Ahmad.


" Mau keluar sebentar Pak "


" Memangnya kamu udah sembuh ? "


" Sudah Pak "


" Yasudah jangan malam - malam pulangnua takutnya kamu masih belum sembuh "


" Iya Pak "


Feby segera berjalan keluar rumah menuju pos ronda. Namun ketika dia tiba di sana tidak ada orang sama sekali di sana. Akhirnya dia menuju warung Mang Rohim. Dan benar saja teman - temannya berada di sana.


Dengan senyum yang terukir di bibirnya Feby melangkahkan kakinya menghampiri teman - temannya.


" Hai Guys ! " teriak Feby mengejutkan teman - temannya.


Mereka menoleh kearah Feby yang cengengesan. Mata meraka membulat melihat Feby yang tiba - tiba datang di hadapan mereka.


" Feby !!! "


" Kalian gak kangen sama aku ? "


" Keterlaluan kalian tidak mau menjenguk ku "


Kata Feby sambil duduk di sebelah Roby.


" Ini kita lagi priper untuk kerumah mu "


" Lihat nih bungkusan yang ingin aku bawa untuk mu "


" Kamk tinggal menunggu Febry saja "


Begitu kata mereka bertiga.


" Ya sudah aku pulang lagi aja deh "


" Dasar ! "


" Memang kamu sudah sembuh Feb ? "


" Wajah mu saja masih pucat ! "


" Lebih baik kamu pulang saja. Ayo aku antar "


Mereka bertiga masih hawatir dengan kondisi Feby takutnya Feby masih sakit dan memaksakan diri untuk keluat rumah hanya untuk berkumpul dengan mereka.


" Aku baik - baik aja kok "


" Iya "


" Kalau masih sakit bilang ya nanti aku antar pulang " sahut Sahrul.


" Tenang saja "


" Alhamdulillah Feby sudah membaik " ucap Deni merasa bersyukur temannya sudah sembuh.


" Kenapa gak hubungi aku, nantikan bisa aku jemput " kata Roby.


" Iya Feb, ini tiba - tiba datang membuat kita terkejut aja " sahut Deni.


" Sengaja hehee "


Tak lama Febry pun datang membawa sekotak martabak manis. Dia masih tidak menyadari kalau ada Feby di sana.


" Nih guys " Febry menaruh martabak itu di atas meja kemudian dia duduk dihadapan Feby sambil memainkan handphonenya.


Feby hanya diam tidak ingin berbicara apapun saat Febry datang. Yang lain juga hanya diam dan menikmatai martabak yang di bawa Feby.


Saat Febry ingin mengambil sepotong martabak matanya bertemu dengan mata Feby.


" Feby ! " ucap Febry terkejut, lalu Febry menatap temannya satu persatu.


" Kamu gak sadar Feb dari tadi Feby ada di hadapan mu ? " tanya Roby. Febry hanya menggelengkan kepalanya.


Mereka bertiga tertawa melihat Febry seperti orang ke bingungan saat melihat Feby. Sedangakan Febry dan Feby hanya diam sambil memainkan handphonenya.


" Ayolah kita latihan mumpung personilnya lengkap nih " ajak Sahrul.


" Oke "


Mereka serempak membuka aplikasi mobile legend.


Sreng


Sreng


Sreng


" Ayo di rank "


" Siap "


Mereka memilih rank sebagai tempat pertandingan mereka. Kemudian mereka memilih hero masing - masing yang menjadi andalan mereka untuk bertanding.


Sesekali Febry mencuri - curi pandang ke arah Feby yang sangat serius mengutak atik handphonenya.


Setelah hero mereka semua sudah 100% akhirnya mereka memulai pertandingan.


Welcome to mobile legend


Mereka memulai pertandingannya menghabisi para lawan mainnya.


Seperti biasa Feby selalu mengambil posisi di tengah untuk menyerang. Dan dia lebih dulu yang maju melawan musuhnya.


" Feb santai aja Feb "


" Iya tenang, cuma meledek mereka aja " ucap Feby.


Saat Feby nekak ingin menyerang sendiri pasti di belakangnya ada Febry yang melindungi. Tanpa banyak bicara Febry mengarahkan heronya ke tempat hero Feby berada dia takut Feby akan di seranh oleh musuhnya.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka menang. Kekompakan mereka saat bagus sekali mereka saling melindungi satu sama lain dan tidak main sendiri. Makan mereka selalu menang dalam pertandingan.


Tidak hanya satu kali mereka bermain, mereka mengulanginya beberapa kali. Hingga akhirnya tak terasa sudah jam 9 malam.


" Guys aku pulang ya " ucap Feby.


" Oke Feb. Jangan malam - malam pulangnya takutnya kamu sakit lagi " jawab Roby.


" Hmm "


" Ayo aku antar "


Tiba - tiba Febry menawarkan dirinya untuk mengantar Feby pulang. Roby, Deni dan Sahrul hanya saling melirik satau sama lain.


" Tidak usah aku sendiri saja "


" Jangan begitu Feb, kamu masih belum terlalu pulih "


" Apa salahnya kalau diantar Febry ? "


" Biasanya juga kalau pulang kerumah kamu selalu diantar Febry.


" Bukan begitu guys, aku tidak mau nanti pacarnya melihat aku sedang bersama dia " jawab Feby cepat.


" Tenang dia tidak ada di sini " balas Roby.


" Ayo By, aku memaksa " ucap Febry lagi.


Feby bingung jadinya, dia tidak mau kalau ribut lagi dengan Lisa karena hal sepeleh. Tapi di pikir - pikir Lisa juga tidak ada di sini apa salahnya menerima tawaran Febry.


" Kalau aku terima nanti seperti yang sudah - sudah tiba - tiba nenek sihir itu datang ! " keluh Feby dalam hatinya.