
Setelah selesai bekerja Febry dan Feby selalu menyempatkan untuk mampir di warung mang Rohim hanya sekedar berkumpul dengan teman - teman sambil meminum kopi bersama.
" Hai guys " sapa Feby pada teman - teman yang udh berada di warung mang Rohim terlebih dahulu.
" Ini dia bintang kita " sahut Sahrul sambil mempersilahkan Feby duduk.
" Wah kalian sudah star duluan " kata Feby sambil mengeluarkan ponsel dari tasnya.
" Kamu lama si sampenya " jawab Febry yang serius memainkan game online.
Feby berjalan dan memesan kopi pada mang Rohim dan mengambil beberapa cemilan. Kemudian dia kembali ketempat duduknya tepat di samping Febry.
" Mau ? " Feby menawari cemilannya pada Febry, dengan senang hari Febry mengambilnya dan segera memakannya.
Selesai bermain game online mereka berbincang - bincang sambil tertawa ria. Melihat keakrapan mereka membuat mang Rohim tersenyum karena mengingatkannya pada anaknya yang ada di kampung.
" Mana si Roby ? " tanya Feby.
" Biasa jalan - jalan dulu sama ayang " sahut Deni.
" Kasian deh kita gak punya ayang " kata Sahrul yang membuat semuanya tertawa.
Tak lama orang yang sedang mereka bicarakan datang.
" Lagi pada ngomongin aku ya ? " tanya Roby yang sudah duduk berhadapan dengan Febry.
" Kok tau si "
" Iyalah kan aku punya indra ke 6 hahaa "
" Huhhhh ngarang !!! " mereka menyoraki Roby dan menertawainya.
" Feb, kamu punya nomor telpon laki - laki itu ? " tanya Febry. Sedang yang lainnya fokus dengan ponsel mereka.
" Laki - laki yang mana ? "
" Itu yang mau dijodohin sama kamu "
" Oh, ada. Memang kenapa ? "
" Aku punya rencana "
" Apa tuh ? " Feby antusias mendengar rencana Febry sehingga mereka berdua duduk hampir berdempetan.
" Besok kita libur kerja. Bagaimana kita ajak mereka lari pagi ? "
" Oke, terus ? " Feby fokus mendengarkan dan sambil menatap wajah Febry. Kemudian Febry membisikan rencana itu pada Feby.
Kedekatan mereka berdua menarik perhatian teman - teman mereka. Sehingga Sahrul, Deni serta Roby ingin menjahili mereka berdua.
Bugk
" Hahahaha "
Febry dan Feby didorong oleh mereka bertiga dan membuat mereka berpelukan. Hampir saja Febry dan Feby berciuman, untung saja Febry cepat memalingkan wajahnya.
" Kalian gila ya ! Hampir aja kena " kata Feby sambil ikut tertawa.
" Lagian kalian berbicara serius sekali "
" Lagi bahas apa si ? "
" Sini aku ceritakan "
Febry membisikan rencananya pada Sahrul dan Deni agar mereka bisa membantu.
" Oh gitu "
" Gimana ? Kalian mau bantu gak ? "
" Tentu saja "
" Roby, besok jangan lupa bawa Laras ya "
" Siap "
Hari semakin sore mereka semua bergegas pulang kerumah masing - masing. Tidak lupa Febry selalu mengantar Feby terlebih dahulu.
Sebelum tidur Feby menyempatkan untuk mengirim pesan pada Reno laki - laki yang dijodohkan dengannya.
📩Feby : Hai, ini aku Feby. Besik kamu ada acara gak ? Kalau tidak ada kita lari pagi ke taman kota ya.
Pesan sudah dikirim tinggal menunggu balasan dari Reno.
Sedangakan Febry malah terus berbalas pesan dengan Citra. Sebenarnya Febry enggan membalas pesannya lagi. Tapi karena rencana yang dia buat, dia harus meladeni pesan Citra.
Beberapa menit menunggu balasan dari Reno. Akhirnya Reno merespon dan membalas pesan Feby. Malah Reno membuat panggilan video pada Feby. Mau tidak mau Feby harus meladeninya.
Pagi pun tiba. Mereka udah berkumpul di depan warung mang Rohim dan bersiap pergi lari pagi ke taman kota.
" Nanti kita berpencar ya Feb "
" Oke, ayo kita pergi "
Mereka malajukan motornya ke taman kota. Setibanya disana mereka berpencar.
" Kita tunggu di sini Laras "
" Oke Kak "
Sambil menunggu target datang Feby dan Laras mulai pemanasan.
" Segar sekali udaranya " ucap Laras yang menikmati hembusan angin.
" Kamu jarang lari pagi ya ? "
" Pantas saja. Mending kamu ikut aku latihan biar tubuh mu lebih segar "
" Boleh banget Kak "
Sedang asik mengobrol tiba - tiba ada seorang gadis cantik yang berhenti dihadapan mereka berdua.
" *Febry dimana ya ? Katanya ketemuan disini ? Oh mungkin dia sedang lari kali aku tunggu di sini aja deh " gumam Citra.
" Ini yang namanya Citra ? Wantik banget badannya ideal. Bodoh sekali Febry gak mau sama dia padahal mereka serasai " gumam Feby dalam hatinya*.
Feby mengisyaratkan sesuatu pada Laras dan Laras paham apa yang harus dia lakukan.
" Pengen cepet - cepet malem ih " kata Laras
" Emang kamu mau kenapa si ? "
" Kan aku udah punya ayang hehee "
" Ayang ? "
" Iya dong. Bentar " Laras mengambil ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto.
" Loh ini kan Febry ! "
" Kok kamu kenal ? "
" Dia tinggal satu komplek sama aku "
" Masa si "
Citra terpancing karena mendengar nama Febry.
" Gak mungkinkan itu Febry yang mau di jodohkan sama aku. Mungkin hanya namanya saja yang sama " gumam Citra sambil melirik mereka berdua.
" Ah bukan kali "
" Beneran. Dia punya adik kan namanya April ? "
" Iya benar si "
" Iyalah. Tau ga si sebernarnya dia itu playboy. Kelihatannya dia pendiam dan juga baik. Tapi dia itu benar - benar buaya darat ! " seru Feby yang sedikit agak melebihkan. Deni yang sedang asik merekam aksi yang dimainkan Feby dan Laras hanya bisa tertawa dalam diam.
" Aku gak percaya "
" Nih kalau gak percaya pesan dari Febry "
Laras pura - pura terkejut dan merasa marah agar Citra lebih terpancing.
" Kurang ajar. Jadi dia membohongi ku ! "
Lama - lama Citra jadi geram sendiri dan akhirnya Citra menghampiri mereka berdua.
" Maaf mengganggu "
Feby dan Laras menoleh ke arah Citra yang wajahnya mulai memerah.
" Maaf tadi aku mendengar kalian menyebut laki - laki bernama Febry. Kalau boleh aku ingin melihat fotonya "
" Oh iya tentu saja " jawab Laras sambil memperlihatkan ponselnya.
" Astaga ! Benar ini Febry "
" Memang ada apa Mbak ? " tanya Laras.
" Apa Mbak korbannya Febry juga ? " tabya Feby.
" Ah tidak - tidak "
" Ayo kita lari lagi. Mbak kita duluan ya " kata Feby karena sudah luas melihat reaksi Citra yang begitu kecewa.
Citra terduduk lemas di sebuah bangku. Dia ingin sekali menangis namun dia malu karena dia berada ditempat umum.
" Aku gak nyangka kamu seperti itu Feb. Sebaiknya aku menunggunya disini "
Feby dan Laras berlari menuju Deni yang sedang merekam aksinya tadi.
" Gimana Den bagus gak akting kita ? " tanya Feby.
" Bagus dong "
" Ayo kita pergi nanti bisa kehuan "
" Ayo ayo "
Mereka bertiga berlari sambil membicarakan Citra yang terlihat sangat kecewa.
" Eh tapi aku merasa jahat banget sama tuh cewe " kata Feby yang merasa bersalah.
" Yasudah Feb, dari pada nanti endingnya malah gak bahagia. kan itu lebih menyakitkan " ucap Deni.
" Iya juga si. Eh tapi cewe itu cantiknya. Kok si Febry malah gak mau ya ? "
" Mungkin dia punya perasaan terpendam sama kamu hehehe " ledek Deni.
" Apaan si Den ! Mulai ngaco nih anak "
" Hati manusia siapa yang tau. ya gak Laras "
" Betul itu "
Feby hanya menggelengkan kepalanya dan tidak menanggapi perkataan temannya itu.