Febry & Feby

Febry & Feby
Game Online



" Berarti papa setuju kan, kalau Febry mama kenalkan dengan anak teman mama ? " tanya Bu Irma dengan penuh semangat pada suaminya.


" Iya mama atur saja bagaimana baiknya "


Senyuman terukir dibibir Bu Irma. Dia sangat senang akan berbesan dengan temannya. Febry yang memdengar perjodohannya hanya diam dan santai berjalan didepan orang tuanya.


" Kamu mau kemana Febry ? " tanya Pak Rizki.


" Mau keluar pa "


" Oh iya anatar kue ini ya kerumah Feby, mama sudah lama tidak berkunjung kesana " kata Bu Irma sambil memberikan kantong plastik yang berisikan dua kotak kue.


" Kan mama sibuk dengan toko mama, bagaimana bisa mama berkunjung kerumah Feby ? " jawab Febry dan segera berpamitan dengan orang tuanya.


" Anak itu dingin sekali ! Mama jadi gak yakin menjodohkan dia " Pak Rizki hanya menyunggingkan bibirnya dan Bu Irma duduk frustasi sambil memikirkan soal perjodohan tersebut.


Febry berjalan dengan santai menuju rumah Feby. Dalam perjalanan, dia berpapasan dengan Roby yang sudah berpakaian rapih.


" Rob, kamu mau kemana ? " tanya Febry.


" Mau keluar sebentar "


" Nanti ke pos gak ? "


" Gak tau deh liat nanti saja ya, Feb aku pergi dulu ya "


" Iya sana "


Roby pun berlalu dan Febry meneruskan perjalanannya sampai kerumah Feby.


" Tok... tok... tok... Assalamualaikum " ucap Febry.


Mendengar ada yang mengetuk pintu, Andri segera membukakan pintu tersebut.


" Waalaikumsalam, eh Febry masuk Feb "


" Iya makasih kak "


Febry mengikuti Andri dari belakang. Kedatangan Febry disambut oleh Pak Ahmad dan Bu Siti dengan hangat.


" Bu ini dari mama " kata Febry memberikan sebuah bungkusan pada Bu Siti.


" Terimakasih Febry " dengan senang hati Bu Sito menerima pemberian yang Febry bawa.


" Sama - sama Bu, maaf mama jarang mampir kesini "


" Tidak apa - apa Feb, ayo duduk dulu "


" Feby !!! Pacar kamu sudah datang nih " teriak Andri pada adiknya.


" Apaan si kakak pacar - pacar ! Mentang - mentang aku tidak punya pacar terus aja aku diledekin " gumam Feby dalam hatinya.


Febry hanya tersenyum mendengar Andri yang selalu menggodanya.


" Feb !!! Ih lama amat si kasian nih pacar kamu nungguin !! " Andri meneriaki adiknya lagi.


" Apa si kak ! " dengan cepat Feby keluar dari kamarnya. " Eh Febry. Tunggu bentar ya " Feby masuk lagi kedalam kamar "


" Andri kamu tuh seneng banget godain mereka berdua " ucap Pak Ahmad.


" Tidak apa - apa Pak santai saja " jawab Febry sambil tersenyum.


" Bagaimana kabar Pak Rizki dan Bu Irma ? " tanya Pak Ahmad pada Febry.


" Alhamdulillah baik pak "


" Ayo Feb " ajak Feby yang sudah mengganti pakaiannya.


" Mau kemana ? " tanya Pak Ahmad.


" Mau pacaranlah Pak hehee " sahut Andri yang selalu senang menggoda mereka.


" Iya pacaran di post puas " jawab Feby dengan memanyunkan bibirnya.


" Feb, pakaian mama mu belum ibu vermak soalnya banyak sekali yang minta di buru - buru "


" Tidak apa - apa bu, lagi pula mama tidak minta di buru - buru "


" Ayo Feb, nanti pada nungguin " ajak Feby sambil menarik tangan Febry agar Febry berdiri.


" Pak, Bu, kami pergi dulu, Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam "


" Tuh lihatkan Bu, Pak mereka cocok kan ? " ucap Andri.


" Kamu tidak dengar apa kata adik mu ? Febry itu sahabat baiknya ! " cetus Bu Siti.


" Iya Bu iya "


Feby berjalan berdampingan dengan Febry mereka terlihat begitu serasi. Sayangnya mereka berdua menganggap hubungan mereka hanya sebatas sahabat.


" Kembar ? Tumben lama datengnya ? " tanya salah seorang temannya yang sudah menunggu di pos.


" Biasa ngobrol dulu " sahut Feby.


" Ayo ah mulai "


" Eh tunggu ! Si Roby belum dateng ? " kata Feby.


" Kenapa ? "


" Tadi dia pergi naek motor gak tau mau pergi kemana "


" Oh yaudah, ayo mulai "


" Yah kembar, kurang satu grup kita kalau gak ada si Roby "


" Udah gak apa - apa beremapat dulu aja "


Akhirnya mereka memulai permainannya tanpa Roby. Mereka sangat serius dengan ponselnya, sesekali mereka berteriak atau memaki lawan ataupun temannya sendiri. Apa lagi Feby, dia selalu emosi jika temannya tidak bisa diajak kerja sama dan memaki lawannya yang menantangnya.


" Yang bener dong maennya ah !!! " teriak Feby.


" Sorry gak liat musuhnya "


" Maju dong maju ! "


" Ah lama nih, aku aja yang maju deh ! " kata Feby yang bersemangat.


" Bentar Feb jangan maju entar dikepung ! " balas Febry.


" Yah kelamaan ! "


Febry lebih banyak diam dan jarang bersuara kalau Feby cereboh baru Febry akan buka suara.


" Nah kan mati ! Tadi aku bilang jangan maju ! " gerutu Febry.


" Aaaaaa kesalllll !!!! " teriak Feby. Dan yang lain hanya menertawakan Feby yang sedang emosi.


Hanya menunggu beberapa menit hero yang Feby mainkan hidup lagi. Kali ini Feby lebih serius tapi tetap dia tidak sabaran.


" Feb jangan kesitu ! " teriak salah satu temannya. Namun Feby tidak mendengarkan. Akhirnya terpaksa hero Febry yang mengawal hero Feby dari belakang.


" Awas Feb !!! "


Hero Feby kembali diserang. Untungnya ada hero Febry yang menyelamatkan.


" Feb mudur dulu Feb "


" Iya aku mudur dulu "


" Jangan sampe kalah kawan " titah salah satu temannya.


" Iya ini aku lagi bertahan "


" Musuhnya nyebelin banget ! "


" Mereka nantangin mulu loh ! "


" Serang balik "


" Aku aja yang maju " kata Febry.


" Aku di belakang ya "


" Jangan sampe mati lagi Feb, kamu ikutin aku aja "


" Iya "


Pertarungan yang semakin sengit membuat keempat orang itu tambah serius. Anak - anak kecil yang sedang bermain sampai menyudahi permainannya dan melihat mereka berempat yang sedang bertarung game online. Anak - anak itu juga serius kadang mereka juga berteriak karena kesal.


" Kak awas kak ada musuh bersembunyi " kata anak itu memeringati Feby "


" Dimana ? "


" Oh iya, awas guys hati - hati "


" Febry, mereka mengincar mu Feb "


" Iya nih lagi cela dulu buat menghindar "


" Kak awas kak !! "


" Aaaa " anak - anak itu teriak karen hero Febry dan Feby diserang oleh musuh. Dengan strategi Febry bisa keluar dari kepungan musuh - musuhnya.


" Aduh hampir aja " kata Feby membuang napas kasar.


Akhirnya mereka berempat menyerang balik musuhnya tanpa ampun. Mereka mulai berteriak dan memaki. Febry hanya serius tanpa bersuara hanya berdecak kesal.


" Ayo dikit lagi kawan "


" Bertahan sampai titik darah penghabisan "


" Semangat - semangat "


" Jangan kasih kendor "


Musuh juga semakin kuat dan terus melawan serangan mereka berempat. Feby kembali dengan aksi nekatnya. Heronya sudah berada didepan dan melawan musuh. Tidak tinggal diam Febry juga mengikuti hero Feby. Disusul oleh kedua temannya dari belakang "


" Rasakan ini !! "


" Yeeeee !!!! Menang !!! " Feby dan kedua temannya bersorak dan anak - anak itu juga ikut bersorak.


Aksi nekat Feby membawa timnya menang dalam pertandingan. Walaupun heronya harus beberapa kali mati karena kecerobhannya namun diakhir Feby bisa memenangkan pertarungannya. Febry tidak kalah bagus dengan Feby. Setiap Feby atau kedua temannya di kepung selalu Febry yang menolongnya dan hero Febry dijuluki dewa penyelamat.