
" Huhhhh bt banget, pulang kerja cuma di rumah " keluh Feby dan hanya dia yang mendengar perkataannya sendiri.
Setelah sampai di rumah Feby hanya duduk di ruang tamu sambil menonton televisi.
" Ganti baju sana ! " kata bu Siti.
" Nanti bu "
" Kamu kalau di bilangin susah "
" Iya ibu aku ganti baju dulu ya "
Tak ingn berdebat dengan orang tuanya, Feby segera masuk ke kamar dan segera mandi agar terlihat lebih segar.
Setelah mandi Feby kembali duduk di ruang tamu.
" Mau ngopi ? " tanya Hilwa.
" Tidak usah mbak "
" Feb, titi Faishal ya, mbak mau ke kamar mandi "
"Mana sini mbak " Feby dengan senang hati menggendong Faishal.
" Uuuu keponakan aunty ganteng banget "
Faishal hanya tertawa saat di gendong oleh Feby.
Beberapa menit kemudian Hilwa keluar dari kamar mandi dan mengambil alih Faishal.
" Mbak, aku bt di rumah ! " keluh Feby pelan karena takut bu siti mendengarnya.
" Sabar "
" Kak Andri belum pulang mbak ? "
" Sebentar lagi juga pulang "
" Mbak, aku pengen keluar "
" Iya sabar dulu Feb "
" Kalian ngomongin apa ayo ? " tiba - tiba bu Siti datang.
" Eh ibu hehee "
" Kamu mau keluar rumah ? " tanya bu Siti.
" Ti....tidak bu ! "
" Ibu izinin kamu keluar tapi ingat jangan berduaan sama Febry ! "
" Siap bu " Feby memberi hormat pada bu Siti.
" Nanti antarkan jahitan ini ke rumah pak Rt "
" Baik bu "
Terlihat Feby begitu senang saat bu Siti memberi dia izin untuk keluar.
" Cie seneng dong ketemu pujaan hati " goda Hilwa.
" Ahhh mbak ini bisa aja "
Hilwa hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan adik iparnya.
...****************...
" Mau kemana Feb ? " tanya Andri yang melihat adiknya sudah berpakaian rapih.
" Mau maen dong "
" Kan gak boleh keluar ! "
" Boleh dong "
" Mau kemana si Feb ? " tanya pah Ahmad yang matanya masih fokus ke televisi tanpa memandang anaknya.
" Mau maen pak "
" Bukannya baoa sudah bilang jangan keluar ! "
" Kata ibu tadi "
" Kata bapak ya tidak "
" Iya pak " Feby kembali tak bersemangat dan segera duduk di samping Andri yang tersenyum jahat padanya.
" Ngapain kamu duduk disini ? Gak jadi main nya ? "
" Kan gak di bolehin sama bapak " balas Feby cepat.
" Bapak cuma bercanda, sana pergi "
" Ihhh bapak ! Iseng banget si "
" Lagi kamu serius banget "
" Tau gak pak, wajah Feby udah sedih hahaha " kata Andri.
" Jahat banget sama aku "
" Udah sana pergi, sekalian antarkan jahitannya ibu "
" Iya pak "
Tanpa berlama - lama Feby segera keluar dari rumahnya dan menuju kerumah pak Rt untuk mengatarkan pakaian yang sudah di perbaiki oleh bu Siti.
" Yes akhirnya aku bisa main hehee, akan ku kejutkan mereka disana "
Kemudian Feby berjalan menuju warung mang Rohim dengan wajah ceria.
Di warung mang Rohim, seperti biasa mereka beremapat sedang berkumpul sambil menikmati secangkir kopi dan gorengan.
Feby berjalan perlahan kesana mendekati mereka berempat. Namun langkahnya terhenti saat dia melihat Febry.
Deg
" Kok aku degdegan ya ? "
Feby malah tidak melanjutkan langkah kakinya.
" Kenapa jadi malu begini si ? Padahal sebelumnya aku gak kaya gini kalau melihat Febry "
" Huhhhh udah terlanjur, aku kesana aja ! " ucap Feby lalu melangkahkan kakinya.
Feby terus berjalan hingga dia duduk di samping Sahrul dan mereka tidak ada yang menyadari ke hadiran Feby disana.
" Sangking asik mabar sampai tidak menyadari aku ada disini ! "
" Eh neng Feby, dari mana aja neng baru keliatan ? " tanya mang Rohim.
" Ada kok mang dirumah "
Seketika mereka berempat mengalihkan pandangannya ke arah Feby dengan ekspresi terkejut.
" Mau kopi neng ? "
" Boleh mang "
" Oke mamang buatin ya "
" Iya mang "
Mata Feby beralih pada mereka berempat yang memandanginya.
" Ada apa dengan kalian ? "
" Sejak kapan kamu di sini ? " tanya Deni.
" Belum lama "
" Kok kita gak tau ya ? "
" Kalian terlalu serius ! Sampai gak sadar aku disini "
Plak
Roby memukul tangan Feby
" Ehh bener dia Feby hahaha "
Plak
Febry membalas Roby karena sudah memukul Feby.
" Awww sakit Feb "
" Hayo loh Roby, calon suaminha marah ! " kata Sahrul.
" Maaf - maaf bang "
Febry hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
" Feb sana duduk dekat Febry ! " titah Sahrul.
" Jangan duduk dekat Sahrul nanti Febry marah " sambung Deni.
" Aku di sini aja "
" Udah sana, jangan sok jaim ! Dulu aja duduk nya dekat Febry terus "
" Iya iya bawel banget kalian ! "
Akhirnya Feby pun pindah tempat duduk menjadi di sebelah Febry.
" Neng nih kopinya "
" Makasih mang "
" Sama - sama neng "
Saat Feby duduk di saming Febry, Febry tiada henti memandangi Feby di tambah dengan senyuman.
Feby yang menyadari akan hal itu langsung menundukan kepalanya.
" Kenapa ? Kok wajahnya di sembunyiin ? " bisik Febry.
" Ehmmmmm !!! Febry jaga sikap ya !" kata Roby.
" Jangan di pandangin terus Feb "
" Wah kayanya si Febry udah gak sabar nih "
" Apa si kalian !? Orang cuma ngobrol biasa "
" Kenapa kalian jadi jaim begini si ? Feby juga, biasanya dia gak bisa diem kaya cacing kepanasan sekarang jadi diem kaya gini ! " protes Sahrul.
" Apaan si gak gitu juga ! " Feby mengelak.
" Terus kenapa ? "
" Gak ada topik yang mau di bahas " Feby mengelak dengan menahan tawa.
" Alasan !! " ucap Roby, Deni dan Sahrul.
" Dari pada jailin aku, mending kita mabar yuk "
" Ayo ! "
Tanpa menunggu lama mereka membuka game mobile legend.
" Main di rank ya ! " titah Roby.
" Siap ! "
Masing - masing dari mereka memilih hero andalan mereka.
" By, nanti kamu ikuti aku aja " titah Feby.
" Feby sama aku aja Feb ! " kata Roby.
" Apaan si, aku mau sendiri ! " balas Feby.
" Guys lawan kita agak berat ! " ucap Sahrul.
" Lawan aja ! " balas Deni.
Hanua menunggu beberapa detik permainan pun di mulai.
Welcome to mobile legends !
Five second till the enemy reaches the battlefield, Smash them!
" Aku ke tengah ! " ucap Feby.
" Iya "
Feby terus mengarahkan heronya kedepan untuk menyerang lawan.
" Awas Feb, ada Sun !!!! " teriak Sahrul.
" Mana ? "
" Itu di dekat kamu ! "
Tak lama lawan keluar dari tempat persembunyiannya dan menyerang hero milik Feby.
" Oh no !!!! " teriak Feby.
Dengan sigap hero milik Febry datang menyelamatkan hero Feby.
" Tenang ada pangeran datang ! " goda Deni sambil terkekeh.
Mereka terus melanjutkan permainanya hingga akhirnya.
Victory
Mereka pun menang dalam permainan.
" Akhirnya menang " ucap Roby.
" Lanjut gak ? " tanya Deni.
" Kayanya engga deh ! Aku harus pulang "
" Kok pulang By ? "
" Kalau berlama - lama sama kalian takutnya gak di bolehin keluar lagi ! "
" Yaudah kamu pulang aja Feb "
" Ayo aku anatar By "
" Ehh jangan ! "
" Kenapa ? "
" Kata ibu jangan deket - deket sama kamu terlalu lama ! "
" Den, mau gak antar Feby ? " kata Febry.
" Siap, ayo Feb "
" Aku jalan aja, lagian dekat juga "
" Feb, jangan bikin calon suami mu hawatir ya " balas Sahrul.
" Iya iya "
Akhirnya Feby menuruti perkataan Febry untuk pulang kerumah diantar oleh Deni.
" Semuanya aku pulang ya "
" Iya Feb "
" Febry ! Jangan hawatir aku akan menjaga keselamatan permain suri mu sampai istanannya "
Plak
Satu pukulan kencang mendarat di bahu Deni.
" Ayo jalan, jangan meledek terus ! "
" Pukulannya masih sakit aja ! " keluh Deni membuat yang lain tertawa.