
Setelah mereka berdua pulang kerumah masing - masing, tinggalah Roby, Deni dan Sahrul yang masih berada di pos ronda dengan sejuta ke bimbangan.
Jika Febry dan Feby bertengkar mereka harus menerima kosekuensinya. Tidak ada lagi berkumpul, kekompakan dan canda tawa. Hanya akan ada rasa canggung dan saling mendiami bahkan mungkin mereka berdua tidak akan mau saling bertatapan.
" Bagaimana ini ? " tanya Sahrul yang kebingungan.
" Pasti akan terasa sepi tidak ada mereka berdua " sahut Deni.
" Mana kita ada pertandingan ! Kalau mereka berengkar bagaimana denga team kita ? " kata Roby yang merasa gunda gulana melihat pertengkaran temannya.
" Berdoa saja semoga mereka tetap perofesional " balas Sahrul.
Pertengkaran Febry dan Feby cepat sekali menyebar bahkan di grup pemuda pemudi komplek saat ini tebgah ramai membahas Febry dan Feby. Mereka tampak penasaran dengan apa yang terjadi. Bahkan Roby, Deni dan Sahrul selalu ditanya kronologi keributan mereka.
...*****...
" Assalamualaiku " ucap Andri dan Feby yang baru saja sampai rumah.
" Kamu kenapa Feby " tanya Bu Siti panik yang langsung lari memeluk anaknya.
" Katakan sama ibu kenapa ? Siapa yang berani membuat mu menangis ? "
Feby tetap diam dan tidak menjawab pertanyaan Ibunya.
" Andri Feby kenapa ? " tanya Pak Ahmad yang ikut panik.
" Bu, Pak nantu saja bahasnya sekarang biarkan Feby sendiri dulu " jawab Andri cepat dan segera mengantarkan Feby kekamarnya.
" Pak, Bu, Feby kenapa ? " tanya Hilwa yang kebingungan.
Bu Siti dan Pak Ahmad hanya menggelengkan kepala mereka.
Tak lama Andri keluar dari kamar Feby dan berjalan ke arah istrinya.
" Tolong temani Feby sebentar ya sayang " bisik Andri dan Hilwa menganggukan kepala tanda mengerti.
" Andri, Feby kenapa ? "
" Duduk dulu Pak, Bu nanti Andri ceritakan "
" Baiklah "
Pak Ahmad dan Bu Siti pun duduk bersama dengan Andri.
" Tolong Bu dan Bapak jangan panik dan jangan marah ya "
" Jadi begini, Feby berngkar dengan Febry ! "
" Apa ?! "
Pak Ahmad dan Bu Siti membulatkan matanya karena tak percaya.
" Sebenarnya Feby bertengkar dengan pacarnya Febry. Jadi pacarnya Febry cemburu pada Feby. Dan Feby tak sengaja memukul wajah Febry hingga memar ! "
" Apa ?! "
" Oh tidak mengapa anak perempuan kita kasar sekali Pak ! " keluh Bu Siti.
Kemudian Andri menjelaskannya dari A - Z.
Pak Ahmad dan Bu Siti mendengarkan dengan baik. Andri meminta agar orang tuanya tidak memperpanjang masalah Febry dan Feby. Andri juga meminta agar orang tuanya jangan berseteru dengan keluarga Febry.
" Andri mohon Pak, Bu. Jangan berseteru dengan keluarga Febry. Kita harus menjaga persaudaraan dengan mereka "
" Lagi pula itu masalah mereka Andri. Kami sebagai orang tua hanya bisa menasehati " ujar Pak Ahmad.
" Syukurlah, aku takut Bapak dan Ibu akan berseteru dengan Om Rizki dan Tante Irma "
" Tidak Nak. Malah kami yang tidak enak dengan mereka karena Feby memukul Febry " balas Bu Siti.
...*****...
" Astagfirullah, kamu kenapa Nak ? " tanya Bu Irma panik melihat wajah anaknya yang memar.
" Tenang Ma, berikan Febry waktu untuk sendiri "
" Tapi Pa "
" Sssttttt "
Bu Irma langsung terdiam dan menatap anaknya dengan mata berkaca - kaca. Setelah Febry masuk kekamarnya Pak Rizki mengajak Bu Irma mengobrol.
" Sini Ma " Pak Rizki menarik tangan Bu Irma.
" Ada apa sebenarnya Pa ? "
" Febry bertengkar dengan Feby ! "
" Apa ?! "
" Luka di wajah Febry, Feby yang melakukannya "
" Apa ?! " Bu Irma menambah volume suaranya hingga Pak Rizki menutup telinganya.
" Ma, pelankan suara mu ! " keluh Pak Rizki.
" Ma..maaf Pa "
" Kenapa mereka bisa bertengkar Pa ? "
" Semua bermula karena Lisa yang cemburu dengan Feby "
Mata Bu Irma membulat dan tangannya menutup mulutnya yang ternganga. Pak Rizki mulai menceritakan panjang lebar dari A - Z tentang kejadian tersebut.
" Tidak akan Pa, Mama akan menasehatinya nanti "
" Duh Mama jadi tidak enak dengan Bu Siti dan Pak Ahmad "
" Papa juga, bagaimana besok kita berkunjung kesana ? "
" Ide bagus Pa "
...*****...
Ke esokan harinya pada malam pertandingan. Roby, Deni dan sahrul harap - harap cemas menanti kedatangan Febry dan Feby. Merwka bertiga takut kalau Febry dan Feby tidak datang mengikuti pertandingan. Bahkan salah satu dari mereka tidak bisa di hubungi.
" Bagaimana ini Roby ? " tanya Deni.
" Entahlah "
Tibalah Sahrul membawa dua orang pemain cadangan takut Febry dan Febu tidak bisa datang.
" Guys, kalau Febry dan Feby tidak datang, apa boleh menggantikannya untuk sementara ? "
" Boleh banget bro "
" Kita juga takut kalau Febry dan Feby tida datang "
Beberapa menit kemudian datanglah Febry dengan motornya. Wajahnya masih memar karena terkena pukulan Feby.
" Febry ! " ucap mereka bertiga.
" Aky kira kalian sudah berangkat kelapangan "
" Kami masih menunggu kamu dan Feby " balas Roby.
" Bagaimana wajah mu masih sakit ? " tanya Deni.
" Masih "
" Aku tidak menyangka kalau Feby seuat itu ! " sahut Sahrul.
Namun Febry hanya tersenyum.
Saat mereka ingin oergi ketempat pertandingan tiba - tiba Feby muncul dengan motornya.
Citttttt
Feby membergentikan motorya.
" Kalian mau berangkat ? "
" Iya Feb "
" Ayo kita berangkat " ucap Feby tanpa menoleh ke arah Febry yang sedang menatapnya sejak tadi.
Mereka berlima langsung tancap gas ke lokasi pertandiangan.
Setibanya di sana para pemuda dan pemudi menatap ke arah Febry dan Feby dengan heran.
" Katanya mereka berdua berngkar ? Tapi kok masih tetap bersama ? "
" Aneh sekali ! "
" Salut sama mereka berdua ! " sahut salah satu pemuda.
" Salut kenapa ? "
" Lihat mereka berdua sedang tidak baik - baik saja, tapi mereka masih kompak untuk team mereka. Mereka tetap perofesional "
" Iya juga si "
" Coba kita lihat cara bermain mereka di pertandiangan akan kacau atau tidak ? "
Bisik mereka sambil menatap Febry dan Feby.
Ke hawatiran jelas meladan Roby, Deni dan Sahrul. Mereka takut Febry dan Feby tidak maksimal mengikuti pertandiangan. Ketegangan jelas terukir di wajah mereka bertiga.
" Kalian kenapa ? " tanya Feby yang begitu heran melihat ekspresi temannya yang tegang.
" Ah tidak apa - apa " jawab Roby.
" Tenanglah, aku akan tetap perofesional ! " balas Feby.
" *Febry luka mu separah itu kah ? Pasti aku sudah gila memukul sahabat ku ! Tapi itu salahnya kenapa sok jadi pahlawan ! "
" Sejak tadi kamu mendiami ku By. Beberapa kali aku mencoba mendekat tapi mu tapi kamu malah menjauh By* ! "
Akhirnya pertandingan di mulai dan team konoha yang di panggil pertama. Tanpa basa basi team konoha menyerang musuhnya dengan beberapa strategi.
Febry dan Feby telah membuktikan bahwa mereka tetap perofesional walaupun keadaan mereka sedang tidak baik - baik saja.
Para penonton yang menyaksikan perfoma team konoha yang kompak bersorak riya saat mengalahkan team lawan hingga team konoha berhasil masuk ke babak final melawan team Jafar.
" Yessa !! Kita masuk ke babak final "
Mereka berlima sangat senang dan melompat ke girangan karena berhasil menang.
Sangking senangnya Feby lupa kalau hubungannya dengan Febry sedan tidak baik - baik saja. Tanpa sengaja Feby memeluk Febry sambil tertawa bahagia. Ketika hendak melepas pelukannya itu, Feby tersadar dan mengingat kalau dia sudah berjanji akan menjauhi Febry.
Mendadak waktu seakan bergerak dengan lambat saat mereka berhadapan. Mata mereka saling bertatapan dengan cukup lama. Tak ada ekspersi apapun saat mereka bertatapan hanya saling memancarkan wajah datarnya.
Feby segera membuang mukanya dari hadapan Febry dan mulai tertawa lagi dengan Roby, Deni dan Sahrul.