
Kedua keluarga tengah sibuk mengurus pernikahn Febry dan Feby yang sebentar lagi akan dilaksanakan.
Undangan yang sudah di pesan sesusai ke inginan mereka berdua sudah siap di sebarkan.
" Kalian gak foto dulu ? " tanya bu Irma pada Febry dan Feby.
" Tidak usah ma "
" Loh kenapa ? "
" Kita berdua gak bisa bergaya tante hehehe " jawab Feby.
" Ya ampun kalian ini ! "
" Lagian juga gak usah pake foto segala yang penting sah, ya kan By ? "
" Betul "
Mereka berdua melanjutkan menata undangan yang akan di sebarkan. Sedangakan bu Irma hanya menggelengkan kepalanya.
" Oh iya nanti malem jangan lupa ya " kata bu Irma lagi.
" Iya ma, nanti kita berdua ke sana mencoba baju nikah "
" Bagus. Nanti mama juga ikut kok hehee "
" Iya terserah mama aja "
" Bu Siti ikut juga kan Feb ? "
" Gak tau deh tante, nanti aku tanya ibu "
" Kok masih manggil tante si ?! Panggil mama dong "
" Hehehe iya maaf ma "
" Anak pinter ! " bu Irma mengusap lembut kepala Feby.
" Oke udah selesai tinggal di sebarkan " ucap Febry.
" Tunggu, Roby, Deni dan Sahrul dulu "
" Iya "
Febry segera berdiri dan berjalan menuju dapur meninggalkan Feby bersama mamanya.
" Apa kamu senang Feb ? "
" Senang banget ma "
" Mama juga senang akhirnya kalian mau di nikahkan juga "
" Yeeey akhirnya kak Feby, jadi kakak aku " sorak April yang begitu bahagia sampai memeluk Feby.
" Aku juga senang punya adik kaya kamu "
Febry tersenyum bahagia melihat mereka bertiga dari dapur.
" Assalamualaikum "
Akhirnya Roby, Deni dan Sahrul datang kerumah Febry.
" Waalaikumsalam "
" Tante apa kabar ? " tanya Deni sambil menyalami bu Irma. Begitu juga dengan Robu dan Sahrul.
" Alhamdulillah baik, ayo minum dulu. Tuh udah tante buatin siruo jeruk sama brownis "
" Wah tante baik banget "
" Terimakasih tante "
" Ya sama - sama "
Roby, Deni dan Sahrul ikut berganung dengan Feby sambil melihat kartu undangannya.
" Kok gak ada foto kalian ? " tanya Sahrul.
" Iya Feb, biar keliatan uwwu " sambung Deni.
" Mahal " bisik Feby yang membuat semua tertawa.
" Gaji kalian berdua gede masa mahal !? " kata Roby.
" Kita juga harus mikir kedepannya Rob " sambung Febry yang baru saja datang bergabung.
" Nah itu benar "
" Kalau terlalu mewah juga sayang, lebih baik uangnya buat nanti ya kan ? "
" Bener Feb " kata Sahrul.
" Iya juga si hehee " sahut Roby.
" Ada dangdutnya gak ? " tanya Deni.
" Emnang kenapa Den ? "
" Aku mau nyawer hahaha "
" Dasar kamu ini "
" Dangdut tidak ada, tapi kalau mau karokean ada "
" Mantap, nanti aku mau nyanyi ah " kata Sahrul.
" Jangan !!! " teriak Feby.
" Kenapa ? "
" Yang ada para tamu kabur semua hahaa"
" Wah parah kamu Feb. Lihat aja nanti aku akan keluarkan suara emas ku "
" Iya iya "
" Ayo kita bagiin ubdangannya "
" Ayo "
Febry memberikan sebagian undangan pada Roby, Deni dan Sahrul untuk di sebarkan.
" Kita berpencar kan ? " tanya Roby.
" Iya dong "
" Feby gak ikut ? "
" Ikut nanti sama aku "
" Oke deh "
Tak llama mereka pun pergi menyebarkan undangan pada nama yang tertera di undangan tersebut.
" Oh iya, Lisa tidak kamu undung ? "
" Lisa suda tidak bekerja di sana "
" Oh "
" Lalu Jacky ? "
Feby mmenggelengkan kepalanya.
" Bagaimana kalau kamu undang Lisa, lalu aku undang Jacky ? " kata Febry.
" Boleh juga "
" Kitaa undang melalui sosial media mereka aja "
" Oke "
Walaupun Lisa dan Jacky telah berlaku buruk, Febry dan Feby tetap menganggapnya sebagai teman bukan musuh. Namun karena tak enak hati Lisa dan Jacky yang memutuska untuk pergi agar tidak mengganggu kehiduap Febry dan Feby lagi.
Mereka berdua sudah mengirim undangan melalui sosial media kepada Lisa dan Jacky. Mereka berdua berharao Lisa dan Jacky bisa datang di hari pernikahan mereka.
" Sudah dikirim ? " tanya Febry.
" Sudah "
" Kalau begitu kita pergi sekarang "
" Oke "
Selesai menyebarkan undangan Febry mengajak yang lainnya untuk makan bakso.
📩Febry : Kalau sudah selesai kita makan bakso di tempat biasa !
📩Roby : Siap
📩Sahrul : Oke
📩Deni : Sip
📩Feby : Otw wkwkwk
" Dasar, kalau bakso aja cepet langsung otw "
" Iya dong hehee "
" Ayo kita pergi ! "
" Ayo "
Beberapa menit kemudia mereka sudah berkumpul di tempat yang Febry katakan.
" Aku aja yang pesan, kalian duduk aja " kata Feby.
" Eh iya minumnya apa ? " tanya Feby.
" Es teh manis aja By "
" Yang lain ? "
" Samain aja Feb "
" Ya samain aja "
" Oke "
Saat Feby memesan bakso dan minuman mereka sibuk bertanya pada Febry.
" Feb, Lisa sama Jacky di undang ga ? " tanya Roby
" Di undang "
" Hah ! " Sahrul terkejut
" Serius Feb ? " tanya Deni
" Iya serius, aku undang melalui sosial media aja "
" Lagi ngapain kamu undang si ? "
" Biarkan saja Rob "
" Kalau mereka bikin kacau bagaimana ? " tanya Deni.
" Gak akan, kalian tenang aja "
" Kalian ngomongin apa si ? Serius banget ? "
" Ngomongin bakso. Aku udah lapar nih " elak Sahrul "
" Sabar ! Tuh dia pesanan kita " ucap Feby.
" Misi mbak, mas "
Seorang pelayan mengantarkan 5 mangkuk bakso dan 5 es teh manis.
" Terimakasih mas "
" Sama - sama mbak "
Melihat bakso yang sudah di sajikan membuat lambung mereka bergejolak. Tanpa menunggu lama mereka segera menyamtapnya sampai bersih.
Setelah selesai makan bakso Febry dan Feby buru - buru pamit karena nanti malam mereka akan me coba baju pernikahan jadi mereka tidak bisa berlama - lama disana.
" Guys kita duluan ya " ucap Febry.
" Kalian mau kemana ? "
" Kita berdua udah ada janji mau mencoba baju nikah " jawab Feby.
" Tapi ini ? " kata Deni.
" Tenang aku yang bayar " kata Febry.
" Makasih bro hehee "
" Jadi enak nih kita hehee "
" Sering - sering aja kaya gini Feb "
" Bisa bolong dompet ku ! " kata Febry.
" Yaudah ya kawan, kita duluan " ucap Feby.
" Iya hati - hati kalian "
Dengan cepat Febry dan Feby pergi dari sana.
" Pelan- pelan aja Feb " titah Feby.
" Kenapa ? "
" Gak apa - apa "
" Oh kamu mau lama - lama sama aku ya hehee "
" Ihhh apa si " Feby mencubit pinggang Febry.
" Iya iya ampun jangan di cubit "
" Makanya jangan jail ! "
" Iya engga By "
Hening sejenak.
" Nanti pilih gaunnya warna apa ya ? " kata Feby.
" Terserah kamu, tapi aku pengen kamu pake gaun warna biru kalau engga abu - abu. Pasti terlihat cantik "
" Masa ? "
" Iya bener "
" Yaudah nanti liat aja deh cocokan mana "
" Warna apa aja si cocok buat kamu By "
" Dasar gombal ! "
" Kok gombal ? Aku serius "
" Bodo ah "
" Kamu jadi malu - malu gitu sama aku ?
" Ga tuh biasa aja "
" Keliatan kok dari spion kamu senyum - senyum sendiri " goda Febry.
" Ihhhh Febry !! Benerin gak spionnya ? "
" Ini udah bener ! "
" Tau ah "
" Iya iya, tuh aku udah benerin "
Plak
Lagi - lagi Feby memukul bahu Febry.
" Awww sakit By "
" Makanya jangan meledek terus "
" Iya deh janji "