Febry & Feby

Febry & Feby
H - 1



Mendekati hari pernikahan


Kedua keluarga tengah di sibukkan untuk mempersiapkan pernikahan Febry dan Feby yang akan di laksanakan esok hari.


Sanak saudara, tetangga dan para kerabat berdatangan untuk membantu dan menekong calon pengantin.


Dibalik itu mempelai wanita sedang gunda gulana menyambut hari pernikahannya, rasa gelisah terus menghantamnya sampai dia tidak bisa tertidur lelap. Entah apa yang dia hawatirkan sampai dia menjadi gelisah seperti itu.


" Astagfirullah, kenapa aku jadi gelisah gak karuan gini ya ? " Feby bertanya pada dirinya sendiri.


Feby mundar mandir di dalam kamarnya sambil menjenggut rambutnya.


" Baru kali ini aku merasakan gelisah seperti ini " begitu ucapnya.


" Makan pun aku jadi tidak napsu "


" Huhhhhhh "


Feby frustasi dengan keadaannya sendiri.


Tok


Tok


Tok


" Feb "


" Masuk aja mbak "


Mendapat izin dari Feby Hilwa segera masuk bersama anaknya yang tampan Faishal.


" Kamu kenapa Feb ? " tanya Hilwa yang heram melihat adik iparnya seperti orang kebingungan.


" Entahlah mbak "


" Bilang aja sama mbak "


" Aku gelisah mbak "


Hilwa sangat memahami kondisi Feby saat ini, dimana dia dulu pernah merasakan hal yang saa seperti Feby.


Hilwa mengusap lembut bahu Feby.


" Tenang Feb itu wajar kok, dulu mbak juga sama seperti mu "


" Serius mbak ? "


" Iya, itu hal yang wajar terjadi pada calon pengantin "


" Kira - kira Febry sama gak ya sama apa yang aku alami ? "


" Tanyakan aja nanti sama orangnya hehee " goda Hilwa.


" Ihhh mbak, kok aku jadi malu - malu gimana gitu "


" Itu kamu lagi jatuh cinta sama Febry "


" Masa si ? " jawab Feby sambil senyum - senyum sedangkan Hilwa hanya menggelengkan kepala.


" Padahal kita sahabatan malah jadi seperti ini "


" Mungkin kalian jodoh hehee "


" Mbak bisa aja "


Hening seketika, pandangan mereka tertuju pada Faishal yang sedang tertidur lelap di pangkuan sang ibu.


" Faishal anteng ya mbak "


" Alhamdulillah Feb, malah Faishal mau di gendong sama yang lain "


" Uhhhh emang pinter keponakan aunty " sahut Feby sambil mencium pipi Faishal.


" Kamu udah makan ? " tanya Hilwa


" Belum mbak "


" Makan dulu gih "


" Aku gak napsu makan mbak "


" Ihhh gak boleh gitu kamu harus makan ! "


" Iya nanti aja mbak "


" Mbak ambilin ya "


" Ehhh jangan mbak nanti aja biar aku aja "


Cklek


Pintu kamar terbuka, dan masuklah Andri tanpa permisi.


" Ihhh kakak ! Kebiasaan banget ya " protes Feby.


" Maaf - maaf hehee "


Hilwa hanya menggelengkan kepalanya.


" Ada apa kak ? "


" Ini " Andri memberikan piring yang berisi nasi kuning dan ayam serundeng.


" Makan dulu Feb " titah Andri.


" Aku gak napsu kak "


" Makan ! Kakak gak mmau sampai kamu sakit di hari bahagia kamu "


Mau tidak mau Feby mengambil makanan yang sudah Andri bawakan.


" Makan walau sedikit Feb, jangan sampai perut mu tidak terisi " kata Hilwa.


" Makasih kakak, makasih mbak udah perhatian sama aku "


" Lebay deh ! " Andri mengusap kepala adiknya.


" Ya sudah kakak keluar dulu ya, sayang mas keluar dulu ya "


" Iya mas "


Andri lekas meninggalkan kamar Feby dan kembali mengobrol di luar sana.


" Aku terharu " ucap Feby sambil memakan makanan yang di berikan kakaknya tadi.


" Ya sudah kamu makan dulu aja ya "


" Mbak mau kemana ? "


" Liat ponakan kamu udah pules, mbak mau kekamar dulu "


" Oke deh "


" Jangan samapai kamu gak tidur Feb "


" Iya mbak nanti aku coba tidur "


" Iya mbak, makasih ya "


" Sama - sama adik mbak ya cantik "


Setelah Hilwa keluar dari kamar, Feby segera menghabiskan makanannya agar cepat untuk tidur. Namun Feby tetap masih gelisah tak menentu.


" Kenapa masih gelisah aja si ? " keluh Feby sambil menggaruk kepalanya.


Tak lama pintu kamar terbuka lagi.


" Kamu belum tidur Feb " tanya Bu Siti yang segera duduk di atas tempat tidur Feby.


" Aku gak bisa tidur bu "


" Kemari "


Feby segera mendekat pada bu Siti dan menaruh kepalanya di pangkuan bu Siti. Dengan penuh kasih sayang bu Siti mengusap kepala anaknya.


" Kenapa tidak bisa tidur ? "


" Aku jadi gelisah bu "


" Itu hal wajar Feb, semua calon pengantin pasti akan merasakan apa yang sedang kamu alami ini "


Feby hanya diam termenung.


" Tak terasa kamu sudah besar nak "


" Aku masih putri kecil ibu "


" Iya - iya, ya sudah sekarang tidur "


" Ibu temani aku "


" Iya ibu akan temani kamu "


Begitu damai rasanya saat Feby berada di pagkuan ibunya. Terasa rasa gelisah itu hilang seketika dalam dirinya dan akhirnya Feby bisa tertidur lelap.


" Feb, ibu gak nyangka sebentar lagi kamu menikah. Ibu akan selalu bedoa untuk kebahagian mu " ucap bu Siti.


...****************...


Sementara itu di rumah Pak Rizki juga tengah sibuk untuk mempersiakan apa saja yang akan di hantarkan ke rumah pak Ahmad. Bu Irma juga sebagai tuan rumah tidak segan untuk membatu bahakan dia yang paling sibuk.


" Ma, sini duduk dulu " ajak April.


" Sebentar sayang "


Takut mamanya kelelahan April menarik tangan mamanya untuk duduk bersamanya.


" Ini minum dulu ma "


" Makasih sayang " bu Irma segera meminum jus yang di berikan oleh April.


" Mama istirahat dulu "


" Mama masih banyak kerjaan Pril "


" Udah mama disini aja ! "


" Iya iya "


Sedang asik bersantai tibalah Roby, Deni dan Sahrul.


" Tante "


" Eh kalian "


" Tante izin ke kamar Febry ya " kata Roby.


" Iya iya silahkan sayang masuk saja "


" Makasih tante "


Mereka bertiga segera masuk kekamar Febry. Perlahan Roby membuka pintu kamar dan terlihatlah Febry yang sedang gelisah.


" Cieee penganten ! " goda Sahrul.


" Ck kalian kemana aja ? "


" Kamu nunggui kita ? " tanya Deni.


" Iya "


" Tumben ? " saahut Roby namun Febry hanya diam.


" Kenapa bro ? " tanya Sahrul.


" Aku jadi gelisah "


" Tenangin diri bro jangan tegang hehee " goda Deni.


" Suatu saat kalian akan merasakan di posisi seperti ini "


Mereka bertiga hanya tertawa melihat Febry yang sedang gelisah.


" Kalian gak ada yang ke Feby ? "


" Gak Feb " jawab Roby.


" Lagi pula Feby cewe pasti dia gak mau kalau di temenin sama kita " sahut Deni.


" Iya benar itu " balas Sahrul.


" Iya juga si "


" Santai Feb jangan tegang " goda Roby.


Febry hanya menggelengkan kepalanya saat dia gelisah teman - temannya asik meledeknya.


" Nanti pas malem pertamanya pasti mereka berdua mabar dulu hahaha "


" Iya benar, bukannya enah - enah si Feby malah ngajakin mabar hahaa "


" Malam pertama mereka mabar di rank hahaa "


Goda mereka bertiga Febry hanya diam mendengar celotehan teman - temannya.


" Ya gak giti juga " jawab Febry cepat "


" Terus nanti ngajak si Feby malam pertama gimana ? " tanya Sahrul penasaran.


" Rahasia "


" Aku saranin ya, ajak dia mabar dulu di rank " kata Deni.


" Abis mabar di rank baru deh kasih kode " balas Sahrul.


" Percuma Feby gak peka ! Paksa aja Feb hahaa "


" Kalian benar - benar ya ! "


Febry jadi pusing sendiri karena ide gila teman - temannya itu.